
Karena tingkah kekanak-kanakan Fania dan Baby dilihat oleh seluruh siswa satu ruangan, Johan akhirnya mengambil sikap untuk memisahkan keduanya.
"Berhenti!" teriak Johan mengejutkan seisi ruangan.
Fania dan Baby melihat kearah Johan dengan rambut acak-acakan. "Lo urus tuh fans club pecinta Johan Satria!" ketus Fania. Dia langsung merapihkan diri dan kembali duduk dikursi barunya.
Sedangkan Baby terlihat malu karena berada didepan Johan dengan rambut yang acak-acakan.
"Apa maksudnya baby soal fans club," tanya Johan dengan wajah datar dan dinginnya dengan alis yang terangkat sebelah.
Johan sendiri tidak pernah mendengar keberadaan Fans Club Pecinta Johan Satria. Ia tak pernah tahu ada club seperti itu.
"Hmmm gue juga nggak tahu!" jawab Baby meninggalkan Johan.
Baby tak mau mengakui tentang keberadaan fans club yang ia bentuk. Rahasia yang dia simpan selama ini akan terbongkar. Bisa saja club itu dibubarkan oleh sang empunya nama.
Johan terlihat kesal karena Baby dan Fania malah tak menanggapinya. Akhirnya Johan kembali ke kursinya.
__ADS_1
***
Pelajaran dimulai. Kelas tampak ricuh dengan ujian dadakan yang diberikan oleh guru matematika. Banyak siswa yang belum siap dengan ujian dadakan tersebut.
Setelah mengikuti ujian, saat jam istirahat kali ini Fania mendatangi meja Baby.
"Kenapa lo nggak berani ngasih tahu tentang fans club pecinta Johan Satria? Gue udah cari tahu tentang fans club yang lo buat itu!" ucap Fira dengan nada keras agar didengar oleh seluruh anak-anak.
Baru saja bel istirahat berbunyi, anak-anak belum sempat keluar ruangan, Fania sengaja memperkeruh suasana.
Fania tampak belum puas menjambak rambut Baby. Kali ini ia terang-terangan membongkar kelakuan Baby.
Baby diam seolah-olah tak menanggapi perkataan Fania. Tapi ia terus mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut temannya itu.
"Kok lo nggak berani jawab? malu ya," Fania meledek Baby dan membuat Baby semakin murka.
"Apa sih maksud lo?" Baby malah menantang Fania. Sementara Johan asik menonton dengan tampangnya yang sinis dan senyum kecutnya.
__ADS_1
Namun Johan masih bertanya-tanya tentang keberadaan fans club. Ia memerhatikan setiap perkataan baik yang keluar dari mulut Fania maupun Baby.
"Teman-teman! Jadi teman kita yang namanya Baby ini bikin fans club loh. Namanya FANS CLUB PECINTA JOHAN SATRIA. Apa ada yang gabung dari kelas kita ini," Fania mengumumkan dengan sengaja membongkar keberadaan fans club milik Baby.
Johan tersentak kaget mendengar adanya club untuk dia.
"Tunggu... maksud lo fans club dari orang-orang yang suka sama gue?" tanya Johan yang masih tak percaya dengan ucapan Fania.
"Lo tanya aja noh sama orangnya! Dia ketua fans clubnya," ucap Fania yang diiringi gelak tawanya.
Anak-anak lain serasa tak percaya. Namun ada beberapa anak yang merasa ketakutan karena rahasia mereka terbongkar. Mereka yang juga ikut bergabung dalam club tersebut.
"Baby!! gue tanya sama lo! coba jelasin tentang fans club itu," ketus Johan.
Baby diam tak mau bicara. Ia tak ingin club itu terbongkar dan akan dihancurkan oleh Johan Satria. Dia mematung diatas kursinya. Tak ingin membuka mulutnya.
"Baby!" bentar Johan mengagetkan seluruh seisi ruangan.
__ADS_1
Baby semakin takut, jika ia tak menjawab pertanyaan Johan, dia akan segera ditindas oleh preman sekolah paling ditakuti. Namun jika ia membuka suara dan membenarkannya sama saja dengan bunuh diri.