Pacarku Bos Geng Di Sekolahku

Pacarku Bos Geng Di Sekolahku
kiss pertamaku


__ADS_3

Fania terkejut dengan tingkahnya sendiri. Dia malu pada Johan karena bukannya memaafkan dia malah mencium pipi milik preman sekolah itu.


Fania seperti terbius pada ketampanan pria garang seperti Johan. Wajahnya yang ganteng dengan postur wajah yang tegas tapi terlihat galak. Fania tidak takut pada Johan. Dia mulai jatuh cinta pada pria miskin yang sudah berhasil membuat anak lainnya tunduk padanya.


Sebenarnya ada rasa kehangatan yang dirasakan Fania Indriani saat bersama Johan. Apa karena sering bertemu atau sikap Johan yang cuek tapi perhatian padanya yang membuat hatinya luluh.


"Sorry! gue nggak sengaja! padahal gue mau jawab pertanyaan lo," ucap Fania yang langsung berlari ingin meninggalkan Johan.


Namun sia-sia yang dia lakukan saat ini. Johan malah berhasil menahannya dan menarik tangannya. Kemudian Johan mengalungkan tangan kanannya ke pinggang Fania dan mengarahkan tubuh Fania menghadapnya.


Johan mendorong tubuh Fania kearah depan wajahnya dan agak menundukkan kepalanya. Ia meraih bibir seksi milik Fania lalu menciumnya. Fania tak bisa menolaknya. Dia terdiam kaku melihat balasan Johan padanya.


Bibirnya baru saja ternodai! ini adalah kiss pertamanya untuk area bibir. Kalau ciuman pipi yang dia lakukan tadi pada Johan hanyalah ciuman biasa. Bukan ciuman intim seperti sekarang yang Johan lakukan padanya.


"Sial! kiss pertamaku," batinnya.


Johan melepaskan ciuman hangatnya pada Fania. Ciuman ini juga kali pertama baginya. Selama ini dia tidak pernah menerima wanita yang mendekatinya ataupun berani mendekati wanita lain. Apalagi mencium wanita!


Tapi sekarang dia malah mencium seorang wanita yang baru dikenalnya beberapa bulan lalu. Johan tampak malu-malu melihat wajah Fania.


Inikah jawaban permintaan maafnya? Johan ingin meminta maaf atau malah mengajaknya berkencan?


"Gue cuma balas ciuman ringan lo," ucap Johan dingin.


"Lo yang mulai duluan"


Fira tersipu malu. Akibat ulahnya malah jadi kesempatan bagi Johan untuk mendekatinya.


"Jadi gimana? setelah yang kita lakuin tadi, lo mau jadi teman gue apa jadi pacar gue," Johan kembali bertanya tapi malah membuat suasana malah menjadi kikuk.


Fania bingung harus menjawab apa. Bukan ini rencananya sejak awal. Rencananya adalah menjauh dari preman seperti Johan. Dekat-dekat saja tidak mau, kini malah diajak berpacaran?

__ADS_1


"Hmmm,"


"Gue butuh waktu untuk berpikir. Yang pasti gue udah maafin lo!" lirih Fania sambil berlari dan meninggalkan Johan.


Kali ini dia benar-benar kabur dan tak ingin dilihat oleh Johan. Dia malu ketahuan oleh Johan karena sebenarnya Fania sangat menyukai Johan.


Saat ini Fania sedang senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi. Ciuman pertamanya. Apakah ini pertanda rumor yang selama ini anak-anak bilang akan benar terjadi.


Mengingat dia akan menjadi pacar bos geng di sekolahnya sendiri, bulu kuduknya berdiri. Merinding disko. Tapi hatinya sangat bahagia saat ini. Baru kali kni Fania jatuh cinta pada lelaki bad boy seperti Johan.


Akibat perceraian dari orangtuanya, Fania terus menutup dirinya. Ketika ada lelaki yang mendekat. Dia malah menjauh. Sangat berbeda ketika dia berdua dengan Johan.


Fania bahkan rela mengajari Johan agar mendapat nilai yang bagus diakhir masa sekolahnya. Apalagi sikap baik Johan padanya, selalu ada untuk Fania ketika diluar sekolah yang membuatnya jatuh hati.


Fania memasuki ruang kelas. Duduk terdiam dan terbayang-bayang wajah pria yang paling ditakuti. Tiba-tiba Johan melewatinya dan melihatnya dengan datar namun tersenyum kecil.


Hanya Fania yang sadar kalau Johan sedang tersenyum padanya.


Ada yang serius belajar, ada yang bergosip, ada mencoret-coret papan tulis dan ada yang memilih tidur. Mereka semua menantikan bel istirahat.


Baru saja ditunggu-tunggu, bel itu berbunyi.


\~\~tringg tringg\~\~


"Fan lo mau ke kantin nggak?" ajak Angel sambil menepuk pundak Fania yang sedang asik melamun.


Lucy dan Angel sudah bersiap mau ke kantin. "Lo mikirin apa sih? dari tadi gue liat suka senyum-senyum sendiri. Kerasukan lo ya? tadi lo darimana sejam? Tadi kan disebelah lo ada si Johan, dia juga ngilang tuh sejam," sambung Lucy.


Fania berdiri dan berada ditengah antara Lucy dan Angel mengapit kedua temannya. kemudian dia memegang pundak kedua temannya itu dan mengajak mereka ke kantin.


"Kok lo malah nggak jawab pertanyaan gue sih," ketus Lucy.

__ADS_1


Fania bingung apakah ia harus menceritakan kejadian tadi pada dua temannya ini. Nanti malah kejadian seperti Baby yang juga menyukai Johan dan malah menerornya dari belakang.


"Lo berdua suka sama Johan kaya Baby?" tanya Fania sambil mengangkat satu alisnya.


Lucy dan Angel menggeleng bersamaan. Memang benar tidak ada diantara mereka berdua yang menyukai Johan.


Lucy dan Angel ternyata sudah sama-sama punya pacar. Sebelum Fani berada di sekolah ini, bahkan Lucy dan Angel sering ngedate bareng bersama pacarnya masing-masing.


"Gue udah punya pacar kaleeeee," ledek Angel.


"Eh seriusan?" tanya Fania.


"Lo kemana aja sih. Makanya sering nongkrong bareng kita dong. Jangan gaulnya cuma di sekolah aja," ketus Lucy.


"Iyah nih! Lucy juga udah punya pacar. Kita sering ngedate bareng. Lo lagi PDKT ya?" balas Angel.


Fania menganggukkan kepalanya. "Sebenarnya tadi ada kejadian aneh. Entah gimana lah, pokoknya dia ngajak gue pacaran," ucap Fania.


"Siapa? Johan? ngajak lo pacaran? jadi lo selama ini beneran dekat sama dia," Lucy melaskan tangan Fania dari pundaknya karena terkejut tak percaya seorang Johan Satria benar-benar menyukai wanita.


"Iya," jawab Fania singkat.


"Eh serius lo Fan! Udah lo terima aja! Tapi lo harus siap dengan julukan pacarnya bos geng di sekolah yah," kekeh Lucy.


"Sebenarnya Johan itu jahat atau baik sih?" Fania dan ketiga temannya duduk di kursi kantin sambil memesan makannya. Pertanyaan yang selama ini terus ia pikirkan. Dia belum mengetahui seperti apa preman sekolahnya itu.


"Dia itu baik kok Fan. Suka bantu anak yang kena bully. Tapi kalau soal uang yang diterima sama anak-anak sih sebenarnya dia juga nggak maksa kok. Anak-anak sendiri yang sadar sendiri memberikannya. Karena geng mereka itu sangat terkenal," jelas Angel.


Mendengar cerita Angel, Fania merasa lega. Pria yang selama ini dia anggap jahat dan suka membully ternyata memiliki sisi baik juga. Apa yang ia lihat saat Johan menonjok wajah Tirta ternyata hanya kesalahpahaman.


Karena hal itulah Fania sangat membenci Johan. Apalagi dia teringat dengan teman satu sekolahnya dulu yang bunuh diri karena tak tahan dengan bullyan dari teman lainnya.

__ADS_1


"Jadi lo bakal terima dia atau enggak nih? lumayan loh punya pacar yang terkenal di sekolah! jangan salah! dia banyak fansnya tuh," kekeh Lucy.


__ADS_2