
Fania menjalani aktivitasnya sebagai pelajar. Setelah berlibur ke pantai bersama dua sahabatnya. Kini Fania kembali disibukkan dengan pelajarannya dan fokus pada ujian akhir sekolah.
Begitu juga dengan teman-teman seangkatannya. Seperti biasa, Fania yang sekelas dengan pacarnya sendiri pura-pura tidak saling terikat.
Berteman saja tidak, dimata para teman-teman seangkatannya, Fania Indriani dan Johan Satria adalah musuh bebuyutan bagai kucing dan anjing.
Sesuai dengan perjanjian antara keduanya, Fania tetap pura-pura tidak kenal Johan. Sama halnya dengan Johan.
Hari ini Johan kembali masuk sekolah. Sesekali ia melirik Fania. Johan pun masih diikuti oleh Baby, mantan teman Fania. Status Baby masih menjadi kacung bagi Johan Satria.
Tapi banyak yang beranggapan kalau Baby sedang dekat dengan Johan sehingga selalu mengikutinya kemanapun ia pergi.
Terkadang Fania jealous pada Baby, yang bisa kemanapun mengikuti Johan. Sedangkan dirinya hanya diam melihat tontonan kedekatan antara Johan dan Baby.
"Jangan lupa lo bawa makanan gue ke belakang sekolah," perintah Johan saat melintasi kursi Baby saat jam istirahat sekolah.
Baby mengangguk dengan semangat. Tidak terasa hukumannya sudah berjalan selama dua minggu. Kurang dua minggu lagi ia akan menyelesaikan misinya.
Tapi justru Baby tak rela jika hukumannya selesai. Ia masih terus ingin bersama ketua geng yang paling ditakuti oleh seluruh anak-anak di sekolah.
Sikap dingin dan arogan dari Johan yang paling disukai oleh Baby. Pura-pura acuh malah membuat Baby semakin semangat untuk menggoda Johan.
"Jo! Gue boleh jadi pacar lo nggak! Kita kan udah dekat dan terus bersama-sama selama dua minggu," tutur Baby dengan senyuman khasnya yang memancarkan kecantikannya tersendiri.
Baby juga mengantarkan makanan yang dipesan oleh Johan sebelum keluar kelas tadi. Banyak hal yang sudah Baby korbankan seperti waktunya, uangnya, hingga teman-temannya.
Pengorbanannya itu tidak ingin berakhir sia-sia. Dia sudah memberikan segalanya untuk Johan Satria, pujaan hatinya sejak duduk dikelas satu SMA.
Meski fans club yang ia bangun untuk Johan sudah hancur. Tentu saja Baby tidak akan menyerah. Dia terus mengejar cinta Johan.
Johan sudah biasa mendengar pengakuan cinta dari Baby. Bahkan kata-kata untuk mengajaknya berpacaran sudah membuatnya muak. Karena seringkali Baby mengucapkannya.
__ADS_1
"Lo cuma kacung gue! Nggak usah sok-sokan pengen jadi pacar gue lah," ketus Johan sambil menyantap makan siangnya.
"Apa nggak cukup dua minggu buat lo Jo? Kita udah dekat selama dua minggu loh. Gue benar-benar suka banget sama lo," kata Baby dengan mata berbinar-binar mengharapkan pengakuannya diterima oleh Johan.
"Lo pikir segampang itu buat jadi pacar gue?" kekeh Johan. Johan malah mentertawai Baby yang terlalu percaya diri kalau ia akan diterima jadi pacarnya.
"Jadi siapa yang lo suka Jo? Gue secantik ini aja lo tolak,"
Baby memang cantik. Sebenarnya banyak cowok-cowok yang mengejarnya. Baby juga sudah populer sejak mulai diterima di sekolah itu. Baby juga menolak banyak pria hanya demi mendapatkan hati Johan.
Tak heran karena kepopulerannya, Baby juga berhasil membentuk fans club untuk Johan bahkan beranggotakan hingga seratus orang.
"Yang pasti cewek yang gue suka bukan lo," balas Johan.
Baby bingung harus berbuat apalagi untuk meluluhkan hati seorang pria seperti Johan. Sudah banyak hal yang ia lakukan, dan semuanya percuma. Karena cintanya tidak pernah diterima.
Baby dengan rasa tidak ada malunya berkali-kali membuat pengakuan. Apalagi jika Baby tahu kalau sebenarnya yang menjadi pacar Johan adalah Fania Indriani. Bisa-bisa ia menjadi murka dan bertindak semena-mena pada Fania.
"Jo! Please! Gue rela ngelakuin apapun demi jadi pacar lo. Please terima gue," bujuk Baby.
"Daripda lo ngebacot terus, mending makan deh. Bentar lagi bel sekolah bunyi. Oh ya, mulai besok lo nggak perlu jadi kacung gue lagi. Sudah cukup dua minggu gue punya pesuruh kayak lo," ucap Johan datar.
"Loh kenapa Jo?"
Baby tidak terima ternyata hukumannya dipersingkat. Ia kira kesempatan selama dua minggu kedepan bisa membuat Johan semakin luluh. Sayangnya itu tidak akan terjadi.
Karena mulai besok dia tidak akan berdekatan dengan Johan. Tak bisa sedekat sekarang ataupun terus berada disekitar Johan.
"Gue sebenarnya nggak butuh lo! Gue hanya beri pelajaran buat lo supaya nggak ganggu orang lain lagi," jawab Johan.
"Jangan!! Gue sangat senang dikasih hukuman sama lo! Gue senang banget bisa dekat sama lo," balas Baby yang tidak mengharapkan perpisahan.
__ADS_1
"Atau gini aja! Mendingan lo jadi pacar gue. Supaya kita bisa terus bersama kemana-mana,"
"Upss!! Sorry! Lo bukan selera gue. Mending lo cari cowok lain saja. Yang benar-benar suka dan sayang sama lo! Kasian kalau lo disia-siain gitu," jelas Johan.
"Nggak bisa! Gue nolak mereka semua demi lo. Lo itu satu-satunya cowo idaman gue. Gue udah suka sama lo sejak kita satu ruangan di kelas satu,"
"Tapi gue nggak suka sama lo," jawab Johan singkat.
Johan pergi meninggalkan Baby. Percuma mulutnya sampai berbusa memberikan penolakan pada gadis seperti Baby. Baru saja Johan berjalan melewati Baby yang masih berdiri mematung, tiba-tiba Baby menarik tangan Johan dan mencium bibirnya.
"Apa-apaan sih lo," ketus Johan sambil mendorong tubuh Baby. Hampir saja Baby terjatuh tapi dia berhasil menyeimbangkan tubuhnya.
Bibir Johan telah ternodai oleh bibirnya Baby. "Gimana rasannya Jo? Setelah gue cium, apa lo tetap nggak suka sama gue," lirihnya pelan.
"Lo gila ya! Sampai kapanpun gue nggak suka sama lo," ketus Johan lagi.
Perkataan Johan ternyata menyakiti perasaan Baby. Tidak terasa air matanya menetes, perjuangannya selama ini untuk mendapatkan hati Johan sia-sia.
Bahkan sampai hal gila ia lakukan yaitu dengan nekad mencium bibir Johan. Tetap saja Johan menolak pengakuan cintanya. Padahal itu ciuman pertama bagi Baby. Tapi tidak untuk Johan.
"Ingat ya! Lo jangan dekat-dekat gue lagi," kecam Johan sambil meninggalkan Baby.
Baru saja Johan berjalan, ternyata ia melihat sosok Fania sedang bersembunyi dibalik pohon. Ternyata Fania menyaksika apa yang diucapkan Baby serta ciuman yang Baby berikan pada Johan.
Mengetahui Johan mau menghampirinya, Fania berlari kencang menuju kelasnya lagi. Baby tersentak kaget melihat Fania yang berlari dan dikejar oleh Johan.
"Fania! Fania! Fania! Lo lagi! Lo biang keroknya yang bikin Johan nggak suka sama gue," batin Baby.
Johan mengejar Fania ingin menjelaskan kejadian sebenarnya. Tapi Fania tak mau mendengarkan panggilan Johan.
"Fan! FAAAN! Please berhenti! Gue mau jelasin semuanya," teriak Johan.
__ADS_1
Fania tidak menyangka apa yang dilakukan pacarnya bersama Baby. Ia menyaksikan sendiri dengan matanya kalau Johan baru saja berciuman dengan Baby. Fania sangat cemburu dan marah.