Pacarku Bos Geng Di Sekolahku

Pacarku Bos Geng Di Sekolahku
Fokus ujian


__ADS_3

"Maaf bu saya terlambat," ucap Baby pada gurunya yang sedang mengajar.


"Silahkan masuk," tegas sang guru.


Selama kelas les tambahan Baby tidak fokus, masih teringat dengan kejadian saat Johan mau menamparnya. Ia jadi merasa bersalah, karena melihat apa yang dilakukan Johan, berarti Johan sangat menyukai Fania.


Baby mulai sadar diri, kalau cintanya tidak akan pernah diterima oleh Johan. Ia akan meminta maaf dengan sungguh-sungguh pada Fania dan Johan.


Selesai kelas tambahan, Baby menghampiri Fania yang masih merapihkan seluruh peralatan sekolahnya. "Fan ada yang mau gue omongin sama lo. Boleh kan?" tanya Baby datar.


Fania bingung, apa yang membuat Baby mengajaknya berbicara. Seingatnya dia sudah tidak ada masalah lagi dengan perempuan itu. Apalagi dia sudah menyelesaikan masalahnya pada Johan, meminta break salah satu solusi baginya agar ia bisa fokus pada ujian akhir.


"Soal apa?" tanya Fania datar.


"Soal yang sangat penting. Bicaranya diluar saja," Baby mengarahkan Fania agar segera merapihkan buku-bukunya.


"Oke sebentar gue rapihin dulu buku-buku ini," ucap Fani dengan santai.


Dari kejauhan, Angel dan Lucy berbisik-bisik. Melihat Baby yang menghampiri Fania, pasti ada sesuatu yang membuat keduanya saat ini berbicara. Karena sekelas mengetahui kalau Fania dan Baby sudah bermusuhan, bahkan enggan untuk berbicara lagi.


Fania selesai merapihkan semua buku miliknya, menyimpannya didalam tas sekolahnya. Ia mulai berdiri mengikuti langkah kaki Baby dari belakang. Bahkan Fania sempat melambaikan tangannya pada kedua sahabatnya Angel dan Lucy.


Walaupun Angel dan Lucy berbalas melambaikan tangan, tapi mereka sangat penasaran dengan apa yang terjadi.


"Lo mau ngikutin mereka berdua nggak? Takutnya nanti mereka malah berantem," usul Lucy dengan polosnya.


"Apa mungkin mereka berantem? Tapi kok raut wajah Baby berbeda ya?" tanya Angel yang daritadi memperhatikan wajah Baby tampak sendu.


"Iyah sih, gue juga lihat kayanya Baby itu lagi sedih deh. Apa dia mau minta maaf sama Fania?" balas Lucy.


"Bisa jadi! Sudah biarkan saja mereka berdua bersama. Yuk kita pulang," ajak Angel dengan riangnya.


Mereka berdua selesai merapihkan semua peralatan sekolah. Kemudian mereka pulang menghiraukan Fania dan Baby.

__ADS_1


Baby dan Fania keluar dari sekolah, sambil berduanya berjalan, Baby menyampaikan isi hatinya.


"Gini Fan. Maksud gue sekarang ngajak lo bicara karena kejadian kemarin. Yang lo lihat dibelakang sekolah. Gue mau minta maaf banget sama lo. Karena gue nekad nyium Johan," ucap Baby dengan rasa bersalahnya.


"Oh soal itu. Yasudahlah lupakan saja. Lagian gue udah putus sama Johan," balas Fania dengan santai meski rasa sedihnya tak kunjung hilang.


Meskipun terucap hanya kata break, tapi Fania masih enggan untuk berbalikan lagi pada Johan. Fokusnya saat ini adalah mendapatkan nilai yang bagus pada saat kelulusannya nanti.


"Masalahnya itu Fan. Lo putus sama Johan karena gue kan? Tolong lo pertimbangkan lagi. Johan nggak salah, dia berkali-kali nolak pengakuan cinta gue! Gue yang salah disini. Gue waktu itu sangat frustasi sampai maksa mencium dia," Baby mengakui semua kesalahannya didepan Fania.


"Gue udah maafin lo. Dan gue udah nggak ada masalah apapun sama lo lagi. Tapi mohon maaf, gue nggak bisa berteman sama lo kaya dulu lagi. Mending kita masing-masing. Persoalan gue sama Johan, biar itu menjadi masalah kami. Gue pamit pulang dulu," Fania menutup pembicaraannya.


Meninggalkan Baby masih dengan rasa bersalahnya. "Sepertinya Fania nggak niat berbaikan dengan Johan. Walaupun gue udah sungguh-sungguh minta maaf," batinnya.


Baby pun menunggu angkot yang tidak jauh dari sekolahnya. Ia memasuki angkot sambil termenung. Apa lagi yang harus ia perbuat agar Fania mau memperbaiki hubungannya dengan ketua geng di sekolah itu.


Baby mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada Johan.


Pesan itu dikirimkannya pada Johan. Kontak yang ia simpan selama ini, tapi baru kali ini ia gunakan untuk menghubungi cowok populer di sekolahnya itu.


"Semoga permintaan maaf gue benar-benar diterima," batinnya.


**********


Selama berbulan-bulan hubungan Fania dan Johan tidak ada kejelasan. Fania tidak mau berbalikan. Ia belum bisa menerima Johan untuk menjadi pacarnya kembali.


Sekarang fokusnya adalah menyelesaikan sekolahnya yang sebentar lagi memasuki fase kelulusan sekolah. Sekarang dia fokus mempersiapkan ujian akhir sekolahnya.


Sedangkan Johan hanya pasrah, berkali-kali ia meminta Fania agar balikan dan statusnya berpacaran lagi. Tapi Fania terus meminta waktu untuk memikirkannya kembali.


Tidak terasa semua anak sekolah sudah mempersiapkan ujian akhir sekolah. Ujian dimana menjadi penentu kelulusan sekolah mereka. Beberapa mata pelajaran harus mereka kuasai terutama bagi anak IPA seperti mereka, yang paling terpenting mengusai pelajaran tersulit seperti kimia, matematika, fisika.


Kalau untuk pelajaran lain, mereka cukup menghafal teorinya saja.

__ADS_1


Ujian akhir sekolah berlangsung selama satu minggu. Para siswa sangat siap dengan ujian ini, karena mereka telah mempersiapkannya sejak lama. Berbagai les tambahan sudah diikuti demi menuntaskan pembelajaran agar siap menghadapi ujian.


Hari pertama memasuki ujian sekolah, mata pelajarannya sangat sulit. Ada dua mata pelajaran diantaranya matematika dan Kimia. Keduanya membuat para siswa sangat pusing.


"Fan gimana tadi ujian lo? Lo pasti bisa kan? Buktinya kelihatan santai banget," ucap Angel penasaran, karena ia kesulitan dan ada beberapa pertanyaan yang terlewat.


"Ya bisa sih. Tapi nggak tahu benar apa engga," jawabnya santai.


"Gue pusing sumpah! Kenapa sih ujian hari pertama pelajaran yang sulit semua," keluh Lucy. Lucy salah satu murid yang paling malas belajar, persiapan menghadapi ujian baginya cukup hanya mencapai 80persen.


"Mudah-mudahan gue lulus ajalah. Kalau soal nilai, standar kelulusan nggak jadi masalah," cetus Lucy lagi.


Fania dan Angel malah tertawa mendengar perkataan sahabatnya. Lucy begitu pasrah dengan nilainya.


"Lagian lo nggak maksimal sih belajarnya," ledek Angel.


"Hehe, susah sih kalau malas," kekeh Lucy.


"Gimana kalau hari ini kita bahas semua soal-soal ujian sebagai persiapan untuk besok," ucap Fania mengusulkan pada teman-temannya.


Angel dan Lucy menyetujuinya. Mereka langsung pergi ke rumah Fania untuk membahas soal-soal yang akan keluar untuk besok.


"Memang bagusnya kita harus belajar sama Fania nih! Murid terpintar di kelas," jelas Angel dengan bangga.


Angel dan Lucy sangat bangga bisa berteman dengan Fania. Meski ia baru beberapa bulan pindah ke sekolah mereka, tapi Fania berhasil mendapatkan nila-nilai tinggi dari hasil try out ujian serta ujian dari guru sebelum memasuki ujian akhir.


Terlebih isi rapor Fania di sekolahnya yang lama bernilai diatas sembilan semua, membuat Angel dan Lucy terkejut. Sangat berbeda dengan isi rapor mereka yang standar.


"Bisa aja lo! Yang penting sekarang belajar! Supaya kita lulus bareng-bareng," terang Fania.


Baru kali ini Fania percaya diri membawa teman-temannya ke rumahnya. Ia juga mengenalkan Angel dan Lucy pada mamanya. Mamanya sangat senang ketika tahu Fania berhasil memiliki teman di sekolah barunya.


"Oh ya Fan! Gue penasaran, nilai lo kan bagus semua tuh. Emangnya lo mau masuk univ mana?" tanya Lucy penasaran karena dirinya sendiri belum memikirkan ujian masuk ke universitas mana yang akan dia ikuti nantinya.

__ADS_1


__ADS_2