
Keesokannya Johan dan Fania seperti bisa bertemu didalam kelas. Fania malas melihat tampang Johan. Ia membiarkan Johan melintasinya tanpa melihat sedikitpun wajahnya.
Begitu pula dengan Johan yang gengsi melihat Fania pasca kejadian kemarin. Padahal anak-anak sudah membicarakan mereka berdua.
Bahkan gosip pagi ini sudah menyebar ke anak-anak satu sekolah. Gosip adanya hubungan antara Fania dan Johan.
Mereka digosipkan berpacaran hingga membuat Fania jengkel. Bagaimana tidak, setiap ia bertemu anak-anak lain di lorong sekolah, pasti ada saja yang berbisik tentang Fania yang menjadi pacar anak bos geng terkenal itu.
Fania berbisik pada teman sebangkunya. "Lo ceritain deh tentang si Johan itu. Dia siapa sih sebenarnya? kenapa anak-anak takut sama dia," bisik Fania Indriani.
Baby tersenyum karena Fania tak mengenal Johan Satria yang sudah menjadi bintang sekolah sejak dulu. Selain memiliki wajah yang ganteng namun sangar, Johan sudah menjadi incaran setiap siswi cantik dan populer di sekolah.
Namun Johan dengan tegas menolak para perempuan yang menyukainya. Johan sebenarnya tahu diri tentang dirinya yang miskin dan tak layak untuk berpacaran.
"Lo masa nggak tahu tentang dia sih? dia kan terkenal banget. Pokoknya paling ditakuti hiiihhhh," cerita Baby.
"Iya! kenapa gitu dia ditakuti?" tanya Fania penasaran.
__ADS_1
"Ya karena dia bosnya!! bos geng di sekolah kita! semua anak tunduk sama dia," lanjut Baby.
"Kok anak-anak lain nggak laporan ke guru? biar dibubarin aja tuh gengnya," kata Fania kesal.
"Loh bukannya loe pacarnya?" celetuk Lucy yang berada dibelakang Fania.
Lucy dari tadi menguping pembicaraan Baby dan Fania yang berbisik-bisik namun kedengaran hingga telinganya.
Dia juga termakan oleh gosip anak-anak lainnya yang mengatakan kalau Fania saat ini sudah menjadi pacar Johan. Beberapa anak lain merasa tersaingi karena anak baru seperti Fania bisa meluluhkan hati Johan yang keras dan dingin.
"Ah sok tahu lo!" kata Fania jengkel.
"Kan anak-anak lain lihat loe dan Johan kemarin gandengan tangan," sambung Angel yang berada dibelakang Baby juga dari tadi memperhatikan ketiga temannya itu.
"Gue nggak ada apa-apa ya sama dia! gue juga nggak kenal dia,"
Fania langsung memalingkan wajahnya kearah depan saat hadirnya guru pertama mereka.
__ADS_1
Pelajaran dimulai dan menghentikan obrolan mereka berempat. Sementara Johan yang duduk di belakang diam-diam memperhatikan Fania.
Johan sengaja nyuekin Fania ditengah merebaknya gosip antara dia dan Fania yang berpacaran.
Dia ingin memberikan pelajaran pada Fania agar anak-anak perempuan di sekolahnya mulai menghakimi Fania.
Meski ditakuti oleh seluruh pelajar di Sekolah, Johan justru populer di kalangan wanita. Banyak gadis sekolahnya yang ingin menjadi pacar bos geng paling seram itu.
"Biarin aja dia diganggu sama anak-anak lain karena berani mendekatiku," gumamnya.
"Dia pikir dia siapa berani macam-macam denganku. Sok jual mahal lagi. sok bisa paling benci sama gue,"
Johan berbicara sendiri didalam pikirannya. Ia mulai kesal dengan sikap Fania. Gadis pintar itu mulai membuatnya semakin penasaran tapi sekaligus ingin memberinya pelajaran.
"Siap saja dia dibully anak lain karena berani mendekatiku," kesal Johan memuncak.
Bukannya memperhatikan pelajaran didepan yang sedang dijelaskan oleh gurunya. Malah ia berpikiran aneh-aneh tentang Fania.
__ADS_1