
Bel berbunyi. Seluruh siswa masuk ke dalam kelas. Pemandangan hari ini berbeda, Fania memilih duduk dikursi yang jauh dari Baby, Lucy dan Angel.
Fira memilih dengan teman sekelasnya yang berada diposisi depan. Persoalan surat kaleng itu membuatnya sadar diri, tidak ada persahabatan yang benar-benar nyata.
Baby saja bisa menusuknya dari belakang. Berpura-pura baik menganggapnya teman. Padahal dia juga sudah menganggap Baby, Lucy dan Angel adalah sahabat.
"Kenapa lo duduk disini Fan?" tanya Lhee saat melintasi tubuh Fira yang dari tadi sudah duduk santai dikursinya.
Lhee penasaran mengapa Fania malah menjauh dari ketiga temannya. Apalagi Lhee tahu bahwa Johan Satria sering meliriknya dan memandanginya dari belakang. Lhee menyakini ada hubungan sesuatu antara Fania Indriani dengan Johan Satria, sang bos yang paling ditakuti anak-anak lain.
"Sok kenal banget sih nih temannya si Johan," gumam Fania.
Fania menunduk dan tak ingin menjawab pertanyaan Lhee yang berhenti tepat disampingnya. Lhee akhirnya pergi meninggalkan Fania karena tak mendapat jawaban.
__ADS_1
"Cewek lo noh kayanya lagi musuhan sama teman-temannya," ucap Lhee pada Johan yang daritadi sibuk dengan cerotan diatas bukunya.
Johan rupanya sibuk mencoret bukunya dengan gambar-gambar anime yang disukainya. Johan sangat ahli dibidang menggambar. Bahkan ia memiliki cita-cinta menjadi penulis manga.
Tapi perlu pelajaran khusus dan biaya ekstra untuk melatih kemampuannya menggambar manga. Hal itu tidak bisa ia dapatkan karena kondisi keuangan keluarga mereka yang miskin.
Jika ia menggunakan duit anak-anak satu sekolahnya, ia merasa menyedihkan karena harus menggunakan uang haram untuk melatih kemampuannya untuk meraih mimpinya.
Alhasil mimpi itu semakin pudar. Dan Johan belum memiliki mimpi lain untuknya hingga saat ini.
"Dia juga nggak jawab saat gue tanya kenapa pindah," keluh Lhee yang semakin penasaran apa yang digambar oleh bosnya itu.
Lhee menarik buku milik Johan. Dia melihat gambar manga yang menarik diatas buku tersebut. "Jo! gambar lo bagus banget!! kenap lo nggak coba gambar manga aja!" kata Lhee lagi.
__ADS_1
Johan yang terlihat marah karena barang miliknya diambil paksa. Dia merebut kembali buku itu dan menyimpannya.
"Udah lo diam aja! Tuh lihat guru didepan udah datang," ketus Johan.
Sepanjang pelajaran, Baby melihat belakang tubuh Fania. Fania sengaja bertukar tempat dengan temannya dan memilih duduk didepan.
Fania kesal dan tak mau lagi berhubungan dengan Baby yang menyukai Johan. "Baby! si Fania kenapa sih pindah? lo ada masalah sama dia?" tanya Angel yang penasaran karena sejak pagi Fania juga tak mau menyap mereka bertiga.
"Lo tanya aja sama orangnya! mana gue tahu kenapa dia pindah," Baby langsung melihat Angel dan memasang muka kesal.
"Si Fania itu licik ya! Baru pindah aja deketik kita. Mentang-mentang dia pintar langsung pindah kedepan. Takut kali dia tuh dimintain contekan," kata Baby dengan sinis.
Baby sengaja menjelek-jelekkan Fania didepan kedua temannya agar mereka juga membenci Fania. Apalagi dia tidak ingin ketahuan oleh teman-temannya tentang ancaman yang diberikan pada Fania.
__ADS_1
Baby juga tidak mau ketahuan kalau selama ini dialah yang mendalangi aksi pengiriman surag kaleng kepada Fania yang dianggap sebagai pacar ketua geng di sekolahnya.
"Udah lo berdua jangan mau dekat-dekat Fania lagi," Baby terus mempengaruhi kedua temannya.