Pacarku Bos Geng Di Sekolahku

Pacarku Bos Geng Di Sekolahku
Break!


__ADS_3

Johan merasa bersalah ketika Fania menyaksikan semuanya. Padahal hari itu adalah hari terakhir dia bersama Baby. Malah perkara baru muncul, membuat hubungannya terancam.


Bibirnya sudah ternodai oleh seorang wanita selain pacarnya. Johan terus mengejar Fania, namun dia tak mau mendengarkan panggilan Johan dan terus menghindar.


Sampai akhirnya Fania memasuki kelasnya. Baru saja Fania duduk dikursi belajarnya, tiba-tiba ia mendengarkan teriakan.


"Gue nggak ada apa-apa sama dia Fan! Yang lo lihat tadi bukan atas keinginan gue. Dia yang nyosor gue," teriak Johan membuat kelas hening.


Semua mata tertuju pada Johan dan Fania. Mereka akhirnya mengetahui kalau rumor yang selama ini beredar di sekolah adalah benar. Johan dan Fania dating?


Teman-teman sekelas mereka saling berbisik. "Dia beneran pacaran loh," bisik salah satu temannya di kelas. Yang lain masih menantikan momen dimana Fania menanggapi pernyataan Johan.


"Jo selama ini lo backstreet dari kita ya?" teriak salah satu anak tanpa rasa takut.


"Sttt diam lo," ucap Lhee menegur temannya itu.


Johan tidak peduli lagi dengan teman satu kelasnya. Yang dia mau adalah Fania menggubrisnya. Karena sedaritadi Fania tetap diam meskipun mendengar teriakan Johan hingga bisikan-bisikan teman lainnya.


Fania memilih diam dan tidak menanggapi pacarnya. Padahal Johan berada tepat didepan wajahnya. Dia bingung harus bagaimana lagi, teman-temannya sudah mengetahui tentang status mereka yang kini sedang berpacaran.


Saat Johan menunggu jawaban dari Fania, tiba-tiba Baby masuk ke dalam kelas. Seluruh anak berteriak gurauan "hooooooo"


Baby bingung apa yang terjadi di dalam kelas. Ia baru saja menyusul Johan, teriakan Johan tadi belum sempat terdengar oleh Baby.


Saat berjalan menuju kursi belajarnya, tiba-tiba Johan menarik lengan Baby.


"Sini lo! Jelaskan semua yang terjadi sama Fania," ketus Johan yang sudah berada didepan Fania bersama Baby.


"Jelasin!" teriaknya lagi.


"Apa yang harus gue jelasin," tanya Baby datar.


"Yang lo lakuin sama gue tadi! Lo nyosor gue duluan!"


"Ada masalah apa sih loh berdua! Ribut banget dikelas. Pergi sana," sambar Fania yang malas mendengar keributan didalam kelas.


"Gue nggak perlu penjelasan apa-apa,"

__ADS_1


Fania kemudian menidurkan kepalanya diatas meja belajarnya. Serta menutup kepalanya dengan buku karena malas melihat wajah Johan dan Baby yang masih berdiri didepannya.


"Baby!" bentak Johan karena Baby tidak melakukan perintahnya.


"Apa? Fania aja nggak mau dengerin lo, jadi apa yang perlu gue jelasin," balas Baby dan melepaskan tangan Johan dari lengannya, kemudian berjalan kearah kursinya.


\~\~\~\~\~\~\~Kriiiiinggg\~\~\~\~\~\~\~\~


Suara bel sekolah berbunyi. Jam istirahat telah berakhir. Semua murid langsung duduk rapih menunggu guru datang. Tapi tidak dengan Johan, dia begitu keras kepala hingga menunggu Fani menanggapinya. Berbicara dengannya dan mendengarkan penjelasannya.


"Ada apa ini?" tanya seorang guru yang berjalan masuk, melihat situasi kelas yang dingin, dan Johan tidak juga beranjak dari tempatnya meski mengetahui guru telah datang.


Semua murid terdiam, tidak ada yang berani menjawab pertanyaan guru tersebut.


"Johan! Kembali ke tempatmu," titah Guru bahasa mereka.


Johan tidak menurut. Dia tetap berdiri di depan Fania. Fania baru saja menyingkirkan buku yang ada di depan wajahnya dan duduk dengan rapih. Dia tidak peduli dengan keberadaan Johan.


"Johan! Apa kamu tidak mendengar ucapan saya," bentak guru tersebut.


Johan meninggalkan Fania dan duduk dikursinya. "Jo ada apa sih lo sama Fania dan Baby?" bisik Lhee penasaran.


"Bukan urusan lo," celetuk Johan. Dia malas menanggapi temannya itu. Sekarang saatnya dia menyelesaikan jam belajarnya baru menemui Fania kembali.


Lucy dan Angel sebenarnya penasaran dengan apa yang terjadi hari ini. Namun karena jarak antara meja belajarnya dengan Fania sangat jauh, mereka menunggu waktu selesai pulang sekolah nanti untuk mempertanyakannya pada Fania.


Pelajaran pun dimulai, berlangsung hingga dua jam penuh. Pelajaran cukup kondusif, mereka sangat menantikan bel pulang sekolah. Meskipun mereka tidak bisa pulang karena harus melanjutkan les tambahan yang diadakan pihak sekolah.


Setidaknya ada waktu setengah jam untuk beristirahat sebelum memulai les tambahan nanti.


"Baik anak-anak! Ibu berikan tugas tadi, jangan lupa dikerjakan. Untuk pertemuan selanjutnya kita akan adakan kuis. Jadi kalian harus terus belajar!" tutup guru bahasa dan kemudian ia meninggalkan kelas.


Jam pelajaran berakhir. Saatnya mereka beristirahat sebelum memulai kelas tambahan.


Tiba-tiba Johan menghampiri Fania. "Masih ada yang perlu gue omongin. Lo mau ngomong disini apa keluar?"


Fania melihat kearah Johan dengan tatapan marahnya. "Gue nggak perlu ngomong sama lo," ketus Fania dan memalingkan wajahnya dari tatapan Johan.

__ADS_1


"Tapi gue perlu bicara! Gue akan jelasin semuanya," tutur Johan dengan sendu.


"Mendingan lo pergi sana! Gue nggak mau lihat muka lo,"


Fania meninggalkan Johan dan mengajak dua sahabatnya untuk ke kantin. "Angel, Lucy yuk ke kantin," teriak Fania.


Angel dan Lucy berdiri, tetapi mereka hanya bisa menatap kepergian Fania. Fania baru saja ditarik oleh Johan ke belakang sekolah.


"Lepasin! Apa-apaan sih lo," teriak Fania sambil meronta-ronta mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Johan.


"Gue akan jelasin semuanya!" jawab Johan sambil tertatih menarik tangan Fania.


Mereka tiba di belakang sekolah. Saat itu sudah sepi, karena seluruh junior mereka sudah berpulangan.


Hanya teman-teman seangkatannya saja yang masih berada di kelas maupun di kantin menunggu jam kelas tambahan.


"Ada apa sih," ketus Fania.


"Semua yang lo lihat nggak seperti yang lo bayangkan! Jujur tadi si Baby yang nyosorin gue dan nyium gue! Kan lo lihat sendiri kalau gue langsung dorong tubuhnya dia," jelas Johan.


"Terus?" tanya Fania datar yang sebenarnya malas mendengar cerita itu.


"Tadi itu dia nembak gue! Sebenarnya itu bukan kali pertama, tapi sudah berkali-kali, gue terus menolaknya. Sampai akhirnya dia nekad nyium gue. Dan hari ini adalah pertemuan terakhir kami, karena gue udah suruh dia untuk berhenti jadi kacung gue. Lagian dia jadi kacung gue karena permasalahan sama lo dulu,"


Fania terdiam. Entah apa yang harus dia respon. Memang dia bersembunyi cukup lama mendengar pembicaraan Baby dengan pacarnya. Persembunyiannya bermula saat dia mendengar kata-kata pengakuan dari Baby.


Baby menyatakan suka pada pacarnya, sehingga Fania memilih untuk bersembunyi dan melihat apa yang terjadi selanjutnya. Padahal Fania sengaja ke belakang sekolah hanya untuk menemui Johan. Tapi yang terjadi malah tak sesuai keinginannya. Dan apa yang diceritakan oleh Johan sudah diketahuinya karena telah melihatnya secara langsung.


Yang Fania tidak terima adalah, mengapa Johan diam saja saat Baby bergerak kearahnya dan menciumnya begitu saja? Kenapa Johan tidak mengelak?


Tapi Fania sudah sangat malas untuk meributkan hal itu. Dia terlalu kecewa, karena Johan adalah pacar pertamanya. Bibirnya sudah tersentuh oleh orang lain. Hatinya serasa tercabik-cabik.


"Jo!" Fania mulai membuka suaranya.


"Anak-anak tadi sudah tahu tentang hubungan kita. Dan itu karena ulah lo sendiri. Gimana kalau kita break aja dulu,"


Johan terdiam mendengar ucapan Fania. Bukan itu yang dia harapkan. Johan kebingungan untuk menjawab pertanyaan Fania saat ini. Dia terkaku. Baru saja berapa minggu pacaran, Fania sudah mengajaknya untuk berpisah?

__ADS_1


__ADS_2