Pacarku Bos Geng Di Sekolahku

Pacarku Bos Geng Di Sekolahku
menolak


__ADS_3

"Nggak! Gue nggak mau break," tolak Johan dengan keras.


Dia tidak terima dengan tawaran Fania untuk break dari hubungan mereka yang baru terjalin dua minggu. Sia-sia rasanya berpacaran jika hanya berlangsung selama dua minggu tersebut.


Usaha yang dia lakukan untuk menyenangkan hati Fania juga sudah banyak. Bahkan ia sampai rela bertemu mama Fania padahal mereka hanya berpacaran belum mau menikah.


"Ya terserah lo Jo! Pokoknya gue anggap mulai sekarang kita nggak ada apa-apa! Gue mau kita masing-masing saling intropeksi diri aja," ucap Fania datar.


Fania pergi meninggalkan Johan. Tapi karena Johan tak rela dengan keputusan Fania, ia mencoba untuk memberhentikan Fania. Sepertinya Johan sudah cinta mati padanya hingga tergila-gila bahkan sangat frustasi mendengar kata break.


"Fan please! Gue mohon jangan tinggalin gue. Gue udah bilang nggak ada apa-apa sama dia," lirih Johan dengan sendu.


Dia tidak menginginkan hubungannya berakhir walaupun dengan kata break. Mungkin saja itu alasan Fania untuk mengakhiri hubungan yang baru seumur pohon toge itu.


"Gue mau istirahat dulu Jo! Gue juga nggak mau pacaran. Kita masing-masing aja dulu," ucap Fania mengakhiri pembicaraannya. Kali ini dia bergegas meninggalkan Johan seorang diri. Meratapi kesalahannya.


Entah apa yang Fania pikirkan, dia cukup sedih dengan akhir hubungannya. Keputusannya untuk break dari Johan membuat dirinya sendiri galau dan sedih.


Johan yang tidak terima dengan keputusan Fania akhirnya mengamuk. Amukannya bukan ditujukan pada pacarnya. Melainkan pada Baby.


Setelah ditinggal sendirian dibelakang sekolah. Johan mengirimkan pesan kepada Lhee dan Brian untuk menyeret Baby ke hadapannya.

__ADS_1


Lhee dan Brian menarik lengan Baby dan mengarahkan ke belakang sekolah.


"Lepasin!" rintih Baby terseok-seok karena tarikan dua pria disampingnya.


Ia coba melepaskan tangan Lhee dan Brian, tapi usahanya sia-sia. Genggaman itu terlalu kencang sehingga tenaganya yang kecil tidak mampu mengalahkannya.


"Ada apa sih lo berdua tarik-tarik gue. Kita mau kemana? Bentar lagi kelas tambahan mulai," jelas Baby tapi tidak dipedulikan oleh Lhee dan Brian.


Tebakan Baby ternyata benar. Ia diseret untuk menemui bos mereka. Johan Satria, lelaki yang akan memarahinya habis-habisan. Tapi Baby tidak akan takut, ia malah senang bertemu pria yang ia sukai.


"Ada apa Jo?" tanya Baby singkat tetapi ia sangat penasaran. Apa hal yang membuat Johan tampak murka padanya hingga membawanya kesini.


Johan melanjutkan perkataannya. "Kalau saja lo nggak cium gue! Semua ini nggak akan terjadi!" kecam Johan.


"Terus? Emang Fania itu apanya lo?" tanya Baby dengan arogan.


"Pacar gue!!!" Johan mempertegas statusnya.


"Yakin?" tanya Baby datar.


"Iya! Pacar gue sebelum lo cium gue, setelah lo cium gue, gue jadi diputusin. Mau lo apa sih?" Johan balik menantang Baby. Karena Baby tidak ada tanda-tanda meminta maaf darinya.

__ADS_1


Baby malah berlagak senang mengetahui Johan telah diputusin oleh Fania.


"Mau gue? Lo jadi pacar gue aja! Gampang kan? Daripada sama Fania, baru jadi pacar udah mutusin lo," ledek Baby membuat Johan semakin geram.


"Udah gue bilang berkali-kali kalau gue nggak mau jadi pacar lo! Harus ngomong pake bahasa apa supaya lo ngerti,"


Johan mendekati Baby. Ia sangat geram melihat wajah polos Baby. Tiba-tiba Johan mengangkat tangannya, hendak menampar pipi mulus milik Baby.


Tapi tiba-tiba suara lonceng sekolah berbunyi. Pertanda jam les tambahan akan segera dimulai. "Jo buruan kita harus masuk kelas. Sebelum guru datang," Lhee yang menyaksikan dari tadi mulai mengingatkan Johan sekaligus menghentikan tangannya yang akan melayang ke wajah Baby.


Dengan reflek Baby juga hendak menghindar dari tamparan Johan. Bisa-bisa pipi mulusnya akan memerah seketika jika tangan kasar itu mendarat dipipinya.


"Jo ayo!" Brian menarik lengan Johan. Padahal ia masih sangat kesal pada Baby.


"Awas lo nanti ya!" Johan kembali memperingatkan Baby dan berjalan ke kelasnya meninggalkan Baby.


"Hufhhhh! Hampir aja!" lirih Baby sambil mengeluarkan nafas beratnya.


"Gila! Gue hampir aja ketampar si Johan. Gue harus gimana ya? Pasti gue nggak bakal aman kedepannya, dan terus akan diganggu oleh Johan," ketusnya.


Baby buru-buru kembali ke kelasnya agar tidak terlambat untuk masuk kelas tambahannya. Tapi sebelum masuk ke dalam kelas, ternyata gurunya sudah ada didepan kelas bahkan telah menjelaskan pelajaran yang mereka pelajari saat itu.

__ADS_1


__ADS_2