Pacarku Bos Geng Di Sekolahku

Pacarku Bos Geng Di Sekolahku
Tak tahu


__ADS_3

Semua teman-teman Johan Satria tak ada yang tahu siapa yang melihat kejadian terakhir saat mereka malakin teman-temannya di warung tak jauh dari sekolah.


Lhee dan Brian menggelengkan bersamaan tanda tak tahu menahu soal orang yang melihat kejadian itu.


"Udah deh loe pergi sana palakin tuh duit anak-anak. Jangan lupa ancam si satria," kecam Johan.


Lhee, Brian dan anak-anak lainnya segera pergi kearah kantin meninggalkan Johan sendiri. Johan menikmati rokoknya.


Kemudian meninggalkan belakang sekolah dan kembali ke kelas. Saat berada di Kelas ia memberikan secarik kertas pada Fania Indriani.


Anak-anak lain melihat pemberian Johan dna saling berbisik. Bagaimana mungkin Johan bisa kenal dekat dengan Fania hingga Fania bisa menerima surat dari bos geng yang paling ditakuti itu.


Fania bertanya-tanya apa isi surat yang diterimanya. Dalam surat bertuliskan, gue tunggu lo di samping sekolah tempat kita pertama kali bertemu! sekarang!!


Tapi Fania tak menerima ajakan dari Johan. Tak ada niatan dia untuk beranjak dari kursi belajarnya.


Johan yang melihat Fania diam dan tidak bergerak sedikitpun semakin geram. Amarahnya meningkat. Tidak ada itikad baik dari Fania untuk berbaikan dengannya.

__ADS_1


Fania yang bersikap seperti sekarang juga membuatnya kesepian. Bisanya sepulang sekolah mereka selalu bersama untuk belajar. Bahkan nilai ujian Johan meningkat derastis berkas ajaran dari Fania.


Karena kesalnya, Johan mendekati Fania dan menarik tangannya dengan kencang. Fania berdiri dan merasakan kesakitan pada tangannya.


Ia mengikuti langkah Johan. Sepanjang jalan, anak-anak lain melihat keduanya yang bergandengan tangan. Tidak, Johanlah yang memegang tangan Fania.


Tatapan aneh dari anak-anak lain muncul. Fania melihat seketika tatapan anak-anak yang menganggapnya dekat dengan Johan.


"Sstt.. Ko bisa dia naklukin tuh macan," bisik seseorang pada temannya.


Temannya hanya menggelengkan kepala dan menganggap bahwa Fania adalah pacar Johan. "Johan kayaknya udah takluk sama dia," celetuk temannya.


"Ada apa sih!!" tanya Fania dengan lantang dan keras.


"Lo kenapa sih ngejauhin gue? Lo bilang aja sama gue ada apa!! bisa gue perbaikin semuanya," ucap Johan ketus. Johan penasaran dan curiga kalau sebenarnya Fania sudah tahu tentang gengnya.


Bahkan Johan curiga kalau Fania melihatnya saat memalak uang milik Tirta. Tapi dia belum terlalu yakin makanya ingin menanyakan langsung pada orangnya.

__ADS_1


"Gue malas dekat-dekat sama lo!" kata Fania sambil memalingkan wajahnya dari depan Johan.


"Iya tapi kenapa? apa alasannya," tanya Johan makin penasaran.


"Gue benci sama lo! Lo suka bully anak-anak," jawab Fania datar.


"Tahu dari mana lo?" Johan masih bertanya penasaran.


"Ya gue lihat langsung kelakuan busuk lo!!" ketus Fania.


"Trus lo mau apa kalau udah liat gue langsung bully anak-anak. Mau lo apa hah?" tantang Johan pada Fania.


"Terserah loe deh! yang penting mulai sekarang anggap aja kita gak pernah kenal. Gue udah nggak mau kenal loe lagi," kata Fania sambil meninggalkan Johan dan bergegas menuju kelasnya.


Tiba-tiba bel berbunyi tanda pelajaran akan dilanjut. Fania duduk di kursinya. sementara Johan malah tak masuk kelas.


Johan semakin galau dengan perkataan Fania yang memintanya untuk menjauhinya. Dia merasa frustasi mengingat perkataan Fania yang bilang kalau sudah sangat membencinya.

__ADS_1


"Trus gue harus gimana? masa gue harus jadi anak culun. Kalau gue bubarin geng gue ya ga mungkinlah!" pikirnya.


__ADS_2