Pacarku Bos Geng Di Sekolahku

Pacarku Bos Geng Di Sekolahku
lelet


__ADS_3

Johan


Sayang! Aku udah di depan rumah kamu nih😍


Pesan itu baru saja Johan kirimkan pada Fania. Kata-katanya mulai diperhalus karena Johan menikmati masa momen pacarannya.


Tapi untuk sementara waktu kalau mengobrol berdua, Johan masih menggunakan kata-kata sehari-harinya. Ia belum berani melontarkan panggilan sayang pada Fania.


"Yuk cabs!" ajak Fania setelah ia keluar dari rumah bahkan ia sudah berpamitan dengan sang mama yang sedang terbaring lemah karena pusing dan mual yang menderanya.


"Lo udah pamit sama nyokap lo?" tanya Johan sebelum menjalankan motornya.


"Udah kok. Aman!" Fania duduk di belakang Johan dengan santainya.


"Kita kemana dulu nih?" tanya Johan bingung karena sesuai permintaan Fania kalau teman-temannya akan ikut bersama mereka.


"Oh iya. Titik kumpulnya nanti di SPBU nggak jauh dari sini. Jalan aja dulu," perintah Fania.


******


Satu jam yang lalu.


Sebelum Fania berkirim pesan pada Johan, Angel dan Lucy sudah mengirimkan pesan padanya. Setelah mereka menghubungi pacar masing-masing, ternyata pasangan itu setuju untuk touring ke Puncak, Bogor.


Dalam grup watsappnya, Lucy dan Angel saling menyampaikan persetujuannya.


Lucy


Jefri udah oke nih, gue juga setuju ke Puncak.

__ADS_1


Angel


Sama pacar gue juga tumben fast respon, dia oke aja sih diajak ke puncak.


^^^Fania^^^


^^^Kalau gitu lo semua siap-siap. Gue mau berkabar ke cowok gue sekaligus siap-siap mandi heheh^^^


Lucy


Uhuyyy udah ngakuin sebagai 'cowok gue' nih!!!


Angel


Bentar lagi buncin dia hahahha


^^^Fania^^^


Lucy


Oke!


Angel!


Oke! Gue langsung gercep deh!


*****


Cuma lima menit, Fania dan Johan sudah tiba di SPBU DX yang tak jauh dari rumah Fania. Belum ada tanda-tanda kedatangan Lucy maupun Angel.

__ADS_1


"Bentar gue telepon dulu mereka," tutur Fania agar mereka tak menunggu lama.


"Eh lo berdua dimana?" sapa Fania melalui sambungan telepon watsappnya yang sekaligus terhubung bertiga.


"Gue bentar lagi sampai! Tunggu disana!" sahut Angel menutup teleponnya.


"Sama gue juga. Lagi di jalan bahaya." Lucy juga mengakhiri panggilan dari Fania.


"Bentar ya Jo, mereka lagi pada di jalan," ungkap Fania setelah menyimpan ponselnya di dalam saku.


"Gerah nggak?" tanya Johan karena mereka berhenti dipinggir jalan tak masuk ke dalam SPBU tersebut.


"Lumayan." Fania membuka kaca helemnya karena mulai berkeringat. Siang itu sangat terik bagi mereka berdua.


Fania dan Johan menunggu di pinggir jalan. Johan memajukan motornya ke pinggiran yang tak terkena sinar matahari.


"Kok lama yang?" celetuk Johan spontan, Fania hanya diam tanpa merespon. Bahkan Fania tak bisa protes dengan penuturan panggilan sayang Johan.


"Sabar!" Fania hanya melirik sesekali ke belakang menunggu kehadiran dua pasangan yang menurutnya sangat lelet.


Tak berselang lama, Jefri dan Lucy datang lebih dulu. "Sorry bro! macet!" keluh Jefri, diikuti anggukan lemah dari Lucy.


"Huft panas yah!" keluh Lucy.


Lima menit kemudian, Angel dan Kemal pun sampai. Alasan serupa juga dilontarkan oleh dua pasangan itu.


"Gila! Macet parah bro," keluh Kemal. Angel pun ikut mengangguk menyetujui perkataan pacarnya.


"Lo berdua tuh lelet banget sih! On time dong!" cecar Fania tanpa basa-basi karena mulai dihujani keringat di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


"Sorry Fan." Lucy dan Angel terkekeh bersama.


"Ayo berangkat!" teriak ketiganya spontan. Membuat pacar-pacar mereka langsung melajukan motornya beriringan.


__ADS_2