Pacarku Bos Geng Di Sekolahku

Pacarku Bos Geng Di Sekolahku
nyentil


__ADS_3

"Gue pengen masuk ke universitas nomor satu di negara ini!" jawab Fania dengan semangatnya yang menggebu-gebu.


Susah payah ia selama ini belajar demi mencapai cita-citanya untuk mendapatkan tempat di universitas negeri ternama dan nomor satu itu. Ia tak akan menyia-nyiakan masa depannya begitu saja.


Cita-citanya yang ingin menjadi seorang arsitek terkenal sebentar lagi akan ia raih. Ia harus menempuh pendidikan kuliah selama empat tahun kedepan untuk menjadi seorang arsitek.


"Loh emangnya lo mau ambil jurusan apa Fan?" tanya Angel penasaran. Kedua temannya itu malah belum memikirkan untuk keluar dari zona nyamannya sebagai murid SMA.


Mereka hanya memfokuskan untuk menyiapkan ujian sekolah demi kelulusan saja, padahal guru sudah mempertanyakan rencana kelanjutan kuliah mereka.


"Fan, kalau univ ternama nomor satu nggak mungkin kita juga bisa masuk kesana dengan kepintaran yang secetek ini. Gimana kalau lo pilih kampus yang biasa saja, biar kita juga bisa sekampus! hehehe," saran dari Lucy membuat Fania malah jengkel.


Masa ia harus merelakan pendidikannya begitu saja demi mengikuti jejak teman-temannya. "Emangnya lo mau kemana?" ucap Fania penasaran dengan rencana sahabatnya yang satu itu.


"Loh pertanyaan gue tadi belum lo jawab!" ketus Angel menimpali agar segera mendapat jawabannya.


"Oh gue pengen jadi arsitek!" balasnya singkat, namun menoleh kearah Lucy seraya mengernyitkan keningnya menunggu jawaban pasti dari Lucy. Ucapan Lucy tadi membuatnya berpikir kembali untuk masuk ke universitas nomor satu itu.


"Ya kemana aja yang nerima kita hahahah," ledek Lucy karena memang dia belum memilih universitas yang akan ia masuki.


"Yeeee! Lo mah nggak pasti. Gue kira lo sudah ada rencana. Gue kemarin sudah ikut jalur prestasi untuk masuk ke universitas yang gue mau. Tapi belum tahu lulus apa tidaknya, kalaupun tidak lulus, gue mau coba jalur SNMPTN," balas Fania dengan semangatnya lagi.


"Gue juga pengen coba SNMPTN, tapi universitas negeri yang didaerah lain saja! Kalau di daerah Jakarta ini sangat sulit," ungkap Angel mulai memikirkan universitas pilihannya.


Sepertinya pilihannya akan jatuh ke universitas IPB di Bogor, karena ia sangat menyukai pertanian, ia akan mengambil jurusan itu.


"Di IPB! Kayaknya seru kalau jadi anak Bogor," seru Angel melanjutkan perkataannya.


"Apa? Kok lo malah mau balik ke kota kelahiran gue?" singgung Fania, yang sebenarnya ia sangat tak menyangka dengan pilihan Angel, ketua kelasnya itu.


Sepertinya ia nanti bisa sering bertemu Angel kalau keterima di IPB. Karena papanya Fania bersama istri barunya masih tinggal di Bogor. Ia bisa sekali-kali mampir ketemu Angel saat menjenguk papanya nanti.


"Oh iya gue lupa kalau itu kota tempat asal lo ya! Ya justru bagus dong, kalau lo nanti pulang kampung, jadi bisa kita bisa ketemu," ledek Angel.


"Aku mau coba ikut Angel aja ah," kata Lucy yang tak mengetahui lanjutan pendidikannya, hanya ikut-ikutan saja.

__ADS_1


"Yeeee! Kok lo malah ikut-ikutan! Pastiin dulu passion lo apa! Jangan asal ikut orang nanti malah menyesal," ketus Angel dengan pilihan plin-plan sahabatnya.


"Eh ngomong-ngomong kapan belajarnya kita? Daritadi malah ngobrol hahahah," sindir Fania dengan tawa terbahak-bahak sehingga mengundang kehadiran mamanya saat ini. Anggita mendekati Fania dan kedua sahabatnya, membawakan minuman jus jeruk dengan cemilan untuk teman-temannya.


Ia tersenyum melihat kebahagiaan anaknya saat itu, yang memiliki teman yang sangat perhatian. Yang ia khawatirkan selama ini tidak terjadi, kekhawatiran kalau Fania tak akan bisa bergaul dengan teman di sekolah barunya lantaran hanya fokus mengikuti pelajaran saja. Apalagi dengan waktu tersisa yang hanya enam bulan saja.


"Silahkan diminum sayang," ucap Anggita dengan senyum simpulnya.


"Lagi ngobrolin apa sih kok kayanya seru banget," sambung Anggita lagi sambil menunggu jawaban dari putrinya.


"Biasa ma! Ngobrolin masa depan," celetuk Fania seraya beranjak, kemudian mendorong tubuh mamanya sebagai kode agar segera pergi dari tempat mereka saat ini.


"Oke! Mama pamit ke belakang dulu," ucap Anggita sembari tersenyum meninggalkan tiga siswa SMA yang kembali belajar tersebut.


"Eh Fan, nyokap lo tahu kalau lo pacaran sama Johan?" singgungan Angel membuat Fania bad mood kalau mengingat pacarnya. Eh mantan pacar tepatnya, pikir Fania.


"Mantan pacar!" Fania menekankan perkataannya agar diketahui oleh dua sahabatnya.


"Loh loh, kok mantan? Serius lo udah putus sama dia," sambar Lucy penasaran karena tentang putus itu belum juga diceritakan pada mereka.


"Eh! Jadi kemarin lo ketemu sama Baby masih tentang Johan?" Angel menimpali pertanyaan Lucy.


"Iya! Udah ah malas bahas dia. Intinya gue break dulu sama dia. Dan gue udah malas kalau harus obrolin tentang dia," cibir Fania dengan ekspresi jengkelnya karena teringat kembali pada Johan.


Ia ingin melupakan Johan, cinta pertamanya dimasa sekolahnya ini. Sekarang saatnya ia fokus untuk menggapai cita-cita yang diimpikannya selama ini.


"Ih jangan gitu dong! Gue masih penasaran! Please ceritain! Kita ini kan sahabat lo," desak Lucy masih penasaran tentang Fania dan Johan.


"Iya Fan! Kita juga perlu tahu dong! Kan kemarin kita sudah triple dating. Masa ujug-ujug udah putus aja lo," sindir Angel dengan kesal karena Fania menyembunyikan hubungannya.


"Iya iya,"


"Intinya gue udah putus sama dia. Di belakang sekolah, gue lihat Johan dan Baby ciuman! Ya walaupun bukan Johan yang mau, tapi yang gue sesali kenapa dia nggak mengelak? Malah terima aja dicium sama Baby! Sebenarnya Baby udah ngaku emang dia yang nyosor, dan gue juga lihat sendiri kemarin. Tapi gue nggak terima aja kalau bibir pacar gue udah disentuh orang lain!" cerita Fania dengan sendu, membuatnya mengingat kembali kejadian kemarin.


"Oh jadi karena itu Baby nemuin lo kemarin?" sambar Lucy penasaran.

__ADS_1


"Iya dia udah minta maaf sama gue. Dan minta gue balikan sama Johan. Tapi itu semua keputusan gue, kenapa dia malah ngatur-ngatur hubungan gue. Iya kan," kekesalan Fanian kian menggebu. Ia sudah sangat malas untuk menceritakan tentang dua orang yang bermain dibelakangnya.


"Ya tapi lo salah juga Fan. Johan kan nggak nyangka bakal dicium sama si Baby. Harusnya lo masih berikan dia kesempatan. Itu juga bukan salah dan pengennya dia," celetuk Angel menyakinkan dengan kata-kata bijaknya menasehati sahabatnya itu.


Perkataan Angel membuat Fania berpikir kembali. Apakah pilihan yang ia lakukan telah salah langsung mengultimatum Johan dengan kata break. Ia bahkan tak memberikan kesempatan pada Johan untuk menjelaskan semuanya.


"Sebaiknya lo pikir-pikir lagi deh. Johan itu baik dan perhatian loh! Apalagi cewek-cewek memperebutkan dia," saran Lucy pada Fania diikuti anggukan Angel, agar Fania kembali menerima Johan menjadi kekasihnya.


"Nantilah gue pikir-pikir dulu,"


TUING TUING


Suara Fania menjentikkan jari telunjuk dan jempolnya yang berbentuk melingkar pada dahi Angel dan Lucy.


"Aww sakit Fan," keluh Lucy karena dahinya terasa perih.


"Iyah kenapa sih lo malah nyentil kita," sambung Angel.


"Lo berdua malah ngomongin pacaran dari tadi bukannya belajar. Lupa lo berdua, niat kesini mau ngapain?" kesal Fania melihat tingkah kedua sahabatnya yang keluar jalur. Sibuk membicarakan hal yang tidak penting.


HALO SAYANG!!


YANG MASIH SETIA SAMA NOVEL "Pacarku Bos Geng di Sekolahku"


PLEASE BANTU AKU!!


*BANTU AKU DENGAN CARA SEMANGATIN AKU DONG🄲 YUK BERIKAN LIKE, VOTE, KOMENTAR & MASUKKAN NOVEL INI KE LIST FAVORITE KALIAN!!*


*KARENA KADANG KALAU AKU GA UP-UP, ITU KARENA AKU MERASA BUNTU UNTUK LANJUTIN NOVELKU YANG INI🄲 SAD BANGET SIHH.. *


KALAU KALIAN LIKE DAN KOMEN, MINIMAL ITU JADI ACUAN AKU UNTUK DAPATKAN INSPIRASI LAGI AGAR BISA MELANJUTKAN NOVEL INI.


SARAN DAN KRITIK KALIAN SANGAT BERHARGA LOH BAGI AUTHOR PEMULA SEPERTIKU. BANTU AKU YUK BIAR SEMANGAT UNTUK UPDATE NOVEL INI SETIAP HARI.


TERIMAKASIH YA SAYANGKU!!!

__ADS_1


LOVE U SEKEBON!!


__ADS_2