Pejuang Virtual Volume 1

Pejuang Virtual Volume 1
Ch. 9 Mengejar Warisan


__ADS_3

Lubang virtual muncul di Dermaga Pasar Pagi. Itu tepat di pusat Kota Samarinda yang dibelah Sungai Mahakam.


Ukuran lubang itu hanya sebesar korek api. Dengan warna kuning yang cukup menyilaukan, lubang virtual ditabrak orang-orang yang berlalu melewatinya.


Tanpa pengetahuan virtual, orang-orang ini jelas tidak melihatnya. Sebab, hanya orang-orang berpengetahuan virtual yang dapat melihat lubang virtual itu.


Lubang virtual adalah lubang yang menghubungkan antara alam dunia dan dunia virtual. Melalui lubang ini, makhluk yang mengetahui rahasia dunia virtual dapat keluar dan masuk menuju dunia virtual atau ke alam dunia yang ditempati manusia.


Pria berkaca mata memperlambat langkahnya dan hilang begitu saja saat menabrak lubang virtual. Demikian pula dengan 6 orang lain. Mereka berasal dari organisasi rahasia yang sama, bernama Serikat Burung Kaliyangan.


Organisasi Serikat Burung Kaliyangan beroperasi di tiga Kecamatan, yaitu Samarinda Kota, Samarinda Ilir dan Sambutan. Organisasi resmi yang dalam segala aktivitasnya diawasi dan diberi wewenang oleh Pemerintah Kota Samarinda secara rahasia. Pastinya untuk menjaga keamanan masyarakat dari gangguan para makhluk virtual.


Tujuh anggota Serikat Burung Kaliyangan telah berada di dunia virtual.


Berbeda saat berada di alam dunia, tujuh orang yang masuk ke dalam dunia virtual ini kini telah berubah penampilan.


Pria berkacamata sudah berpenampilan seperti prajurit kerajaan Kutai, berbaju zirah sederhana yang terbuat dari kulit logam dengan dibalur kain kuning. Senjata utamanya adalah Giant Axe. Nama sandinya:


--Tuh Silent--


Ada pula yang berpakaian serba tertutup dengan kain putih. Sebagian yang lain berubah menjadi makhluk buas, beruang, orang utan dan macan dahan.


Perempuan pirang sekarang berpenampilan bak panglima yang akan turun ke medan perang. Pakaian dari sutera putih nan mengkilat yang dibalur pelindung dada, pelindung kaki dan pelindung lengan.


Pelindung ini semuanya seperti terbuat dari emas.


Sebuah tombak menjadi andalan perempuan yang bernama-kode: --Dayang Veronika--


Umumnya setiap pejuang virtual memiliki nama kode. Hal ini untuk menjaga identitas aslinya dari musuh.


Tuh Silent menunjuk ke arah sungai seraya berseru, “Dayang Veronika, ada seorang wanita datang mendekat!”


Melihat wanita yang tengah terluka itu terkulai lemas, kelompok dari Serikat Burung Kaliyangan langsung pergi menjemput.


“Hah?!” Tuh Silent kaget melihat kondisi luka si wanita. “Punggungnya dipenuhi anak panah! Healer, cepat ke mari!” serunya.


Dayang Veronika memandang dengan cermat identitas wanita ini. “Anda… petugas dermaga. Aku kenal dengan Anda!”


Dengan lirih si wanita berkata, “Dayang… Cepat kembali…! Itu Ratu…!!!”


“Ra-Ratu…?!” Seluruh kelompok mengalami shock saat mendengar nama Ratu.


Makhluk virtual yang akan mereka hadapi selevel Ratu!!!


Mereka paham jika saat ini maut sedang menanti!


Dayang Veronika berdiri dengan tegas dan segera mengambil keputusan. “Tidak ada jalan lain! Kita harus mundur!!!”


Anggota kelompok sangat mengerti, Ratu Kerajaan Virtual bukanlah lawan mereka. Tentu mereka sangat setuju dengan keputusan Dayang Veronika.


Begitu berbalik ke lubang virtual, seorang anggota kelompok berseru, “Wada'leh…! Lubangnya!!!”


Seribu prajurit sang Ratu sudah memblokir jalan kembali mereka!


“Cari jalan keluar lain!” tegas Tuh Silent.


Sang Ratu menatap tajam ke arah kelompok Serikat Burung Kaliyangan dan menyeringai panjang, “SUDAH TERLAMBAAAT…!!! HAHAHAHA…!”


Seperti kawanan lebah, sejuta prajurit Sang Ratu menerkam para anggota Serikat Burung Kaliyangan.


Inilah gambaran sebenarnya kondisi di dunia virtual yang ada di Pulau Kalimantan. Alasan mengapa Asna awalnya tidak begitu tertarik mengambil peran di dalamnya.


Resikonya memang terlampau besar.


----------------------------------------


Sudah banyak yang tau, bahwa Pulau Kalimantan memiliki segudang kisah misteri… misteri yang bersinggungan langsung dengan hal-hal mistis.


Namun hanya segelintir orang di dunia, bahkan di Indonesia yang tau, Pulau Kalimantan, sejak ribuan tahun yang lalu… telah menjadi medan perang antara manusia dan makhluk virtual.


Tidak banyak orang yang tau memang…


Sebab, semangat para PEJUANG terdahulu selalu diwariskan secara RAHASIA dari generasi ke generasi.


Rahasia ini akan terus terjaga, bukan karena suatu kewajiban. Melainkan karena kutukan dari mengetahui rahasia ini...


Berita tentang pergerakan Ratu Kerajaan Virtual menjadi perbincangan hangat di kalangan pejuang virtual di seluruh dunia.


Sebab, pergerakan makhluk virtual di pulau Kalimantan termasuk yang terbesar dan patut untuk diwaspadai.


-----------------------------

__ADS_1


Satu hari kemudian di Kantor Serikat Burung Kaliyangan…


Dalam aula seluas 12x12 meter persegi, 28 orang warga Kota Samarinda tengah berkumpul untuk mengikuti tes mendapat warisan pejuang hebat. Imbas dari peristiwa pergerakan Ratu Kerajaan di dunia virtual.


Mereka sekarang sedang mendengarkan arahan dari Sekretaris Serikat Burung Kaliyangan, Zay Kumbang. “Seperti biasanya, ada tiga tes yang harus kalian lalui untuk mendapatkan 5 warisan. Perlu kalian ketahui bahwa…”


Saat Zay Kumbang memberikan arahan, sayup-sayup terdengar beberapa orang pemuda memberikan komentar, “Hanya lima? Bukannya saat insiden itu terjadi jumlah anggota kelompok yang masuk ada tujuh?”


“Aku dapat bocoran kalau hanya lima orang yang tewas. Dua orang lagi kemungkinan besar masih hidup.”


“Sayang sekali. Setauku. Status Dayang Veronika dan Tuh Silent sudah menyentuh angka 1000. Makanya Aku rela mengkhianati komunitasku.”


“Halaaaah…! Beritanya masih simpang siur. Mereka bisa saja sudah memberikan yang dua lagi kepada orang lain.”


“Jangan suuzon! Tapi bisa jadi seperti itu! Hahaha…”


Zay Kumbang masih meneruskan arahannya walau ada sebagian orang yang membahas masalah warisan. Sesuatu yang menjadi daya tarik bagi mereka yang mengetahui rahasia perang virtual.


Warisan yang diperbincangkan orang-orang ini tidak hanya berbentuk barang berharga. Melainkan lebih dari itu. Yaitu, [Zakery Stone].


Item yang menyimpan pengalaman bertarung dan status pertarungan.


Pengalaman bertarung dan pengetahuan tentang kemampuan khusus serta status pertarungan dapat diwariskan dari seseorang kepada orang lain. Orang yang mendapatkan warisan ini secara normatif harus melanjutkan perjuangan pemberi warisan.


Ada lima komponen status pertarungan di diri manusia yang dapat diwariskan kepada orang lain melalui [Zakery Stone].


Komponen pertama strenght [STR], yang merepresentasikan kekuatan fisik untuk bertahan dan menyerang.


Komponen kedua vitality (VIT). Besar poinnya menunjukkan kesehatan dan daya tahan fisik. Semakin tinggi vitalitas seseorang, semakin sulit pula dikalahkan dalam pertarungan.


Selanjutnya kecerdasan atau daya pikiran (INT). Komponen ketiga ini menjadi andalan para penyihir dan pengguna tenaga dalam elemental. Selain memiliki daya rusak tinggi, serangan sihir atau tenaga dalam dapat memberikan efek yang merugikan lawan-lawannya.


Hal penting lain yang ada di dalam diri adalah kecepatan gerak. Dexterity (DEX). Gerakan yang cepat sangat berguna saat melakukan serangan maupun melarikan diri. Kombinasi STR dengan DEX dapat menimbulkan serangan kritis. Serangan keras dalam momentum yang cepat. Badass.


Terakhir. Status pertarungan yang juga bisa diturunkan adalah mentalitas (MEN). Ini berkaitan dengan kemampuan memulihkan diri. Baik jiwa maupun raga.


Besaran lima komponen ini berbeda setiap orangnya. Tergantung bakat dan latihan.


Hal inilah yang tentu saja membuat Iyan selalu tertarik untuk kembali mengajak Asna mengejar warisan.


Iyan masih greget meningkatkan status pertarungan Asna agar bisa menjadi pejuang virtual sebenarnya. Bukan NPC sebagaimana dugaan Asna.


---------------


Saat ini sekolah tempat Asna menimba ilmu itu masih ramai. Padahal pasca pembagian laporan belajar, siswa-siswa diliburkan guna menyongsong semester genap.


Harus ramai memang. Karena OSIS mengadakan Expo dan Pagelaran Seni Budaya.


Sebagai anggota OSIS, tentunya Asna turut ambil bagian dalam pelaksanaan. Inilah ajang bagi Asna menunjukkan eksistensinya.


Walau hanya meningkatkan 1 poin status pertarungan selama beberapa bulan terakhir, Asna masih memiliki hasrat menjadi orang yang keren. Itu terlihat dari gayanya yang semakin hari semakin mempesona…


Tentu saja pesona menurut versi Asna!


Terlebih, menjelang semester Genap Tahun Ajaran 2019/2020, cara berpakaiannya tidak lagi lusuh.


Banyak teman-teman sekolahnya memberi hadiah seragam sekolah dan barang-barang lain. Sayangnya dari teman lelaki semua.


Itu sudah sangat bagus. Asna bersyukur. Tapi masih tetap menyayangkan. Ia menuggu ada kaum hawa yang minimal memperhatikannya.


Walaupun bisa menghasilkan jutaan rupiah dengan bermain judi, Asna tidak tertarik melakukannya. Bermain judi hanya sebatas permainan.


Bagi Asna, uang judi itu haram.


Uang haram membuat hidup tidak berkah.


Saat ini Addin dan Irvan yang sedang mengobrol melihat Asna berjalan dengan penuh percaya diri. Persis di saat calon ahli waris berkumpul di Serikat Burung Kaliyangan.


“Coba lihat! Asna sok ganteng betul di depan cewek-cewek. Mereka bukannya suka malah kelihatan jijay begitu! Hihihi...” terang Addin.


Sayup-sayup terdengar Asna sedang bersenandung di tiap langkahnya. “♬Ku terlampau ganteng, ♪ sampai dihinggapi kupu-kupu ♪… ♫ Kegantenganku ini…♩”


Di balik Addin dan Irvan, Dinia dan Eli ikut mengghibah Asna. “Itu si Asna kepedean gitu, ya?! Amit-amit punya pacar kayak gituan," ujar Dinia.


Eli menambahkan, "Asli, pede betul. Padahal, secara, tampangnya sudah seperti buntalan menakutkan!”


Rupanya Asna mendengar gibahan dua siswi ini. “Menakutkan…? Biar wajahku seperti ini, tapi tubuhku ini atletis, cinta!”


“Atletis?!” Irvan langsung memprotes. “Tubuhmu itu terhitung gempal, walaupun memang sudah rajin olahraga. Sangat rajin malah sampe kulitmu matang begitu. Hihihaha...”


“Ini yang namanya kulit eksotis, Van!” bela Asna.

__ADS_1


Irvan mengangguk seraya berkata, “Boleh juga...! Kau itu penuh percaya diri!” Ia lalu menunjuk ke langit. “Raihlah mimpimu, jadilah bintang!”


Eli yang masih berada di dekat Irvan menyela, “Huh! Nyontek iklan di tivi!! Kreatif dikit kenapa?”


Addin berbisik di telinga Eli. “Walaupun wajahnya kurang ganteng, Asna tetap berupaya tampil keren untuk memikat para gadis. Kancing baju atas terbuka, celana kentat, tali sepatu warna merah maroon. Lelaki tahun 70-an! Berkarakter!”


Eli tertawa mendengar bisikan Addin barusan.


Tawa terus bersahut-sahutan setelah hinaan demi hinaan dilontarkan kepada Asna.


Hinaan adalah bentuk perhatian. Asna suka saat mendapat perhatian. Terlebih kalau dari wanita cantik.


Wanita kurang cantik jangan coba-coba melakukannya.


Asna menoleh ke kerumunan lain tanpa memperdulikan perkataan dan tawa teman-temannya.


Lalu...


“Pesawat mendarat darurat...!” Sebuah manuver dilakukan Asna untuk mendekati seorang gadis cantik.


“Iiihh… Kau itu kurang ganteng, ya! Sana pergi!” Sang gadis mengusir Asna yang mencoba bersandar di bahunya.


“Siapa bilang Aku kurang ganteng? Kau yang kurang lama menatapku!!!” kilah Asna.


“Kalau kalian para gadis bisa memandangku lebih lama, barulah kalian tau ketampananku tiada tara,” gumamnya.


Tiba-tiba Asna sedikit merasakan pusing. Seolah ada suara ngebling di kepalanya.


Sepersekian detik si Mesum itu kehilangan kesadaran sebelum kembali normal.


Matanya kemudian berpindah kanal menuju Merry yang mengenakan rok sekolah di atas paha. Itu sekitar satu jengkal dari lutut!


Asna mulai tebar pesona. “Merry? Ku dengar namamu berubah menjadi Ai, kan?” goda Asna.


“Ai-ai, Apa? Sana bunuh diri!” Merry membuang muka dan mempercepat langkahnya.


Asna terus mempertahankan momentum untuk menggoda Merry. “Aku tidak mungkin salah. Namamu itu Ai! Nama panjangnya, Ai Love you…”


“Gombalan afgan! Asna gila!” teriak Irvan.


Sudah mengenal Asna selama enam bulan, Merry tentu saja tidak terpikat dengan gombalan sampah siswa seperti itu.


Tak pelak, saat Merry tidak terpikat, Asna yang memang kurang ganteng, menjelma menjadi KURANG AJAR.


Rok Merry diangkat Asna!


“KURANG AJAAAARRR…!!!” Teriakan Merry menggema, sesudahnya diiringi dengan sebuah tamparan.


Teriakan salah satu bunga di kelas Asna itu rupanya terdengar Pak Haris.


Saat ada Asna di tengah kerumunan, Pak Haris langsung memastikan Dialah pelaku kerusuhan. “ASNAAAAA........!!!!”


“Duh, Kak Haris…! Kabuuurrr…!!!” teriak Asna yang langsung berlari menuju gerbang sekolah.


Di depan gerbang, sahabatnya, Iyan sudah menunggu sejak lama. “Woooiii… Asna Mesum!!! Perekrutan anggota serikat sudah dimulai! Kita sudah terlambat, Setay!” umpatnya.


Sambil berlari Asna pura-pura kaget. “Astaga!!! Aku keasyikan! Ayo cabut!”


Iyan melempar jumper berwarna putih dengan lengan berwarna biru kepada Asna.


“Kau yang belikan, Yan? Tankiyu!”


“Pakai saja, Na! Kami sudah muak melihat caramu pakai seragam sekolah!”


Dua sahabat ini berlari menuju kantor Serikat Burung Kaliyangan yang berjarak hampir dua kilo meter dari SMA 25 Samarinda.


-----------------------------------------


Iyan dalam satu tahun berjalan sudah 99 kali mengikuti tes di serikat ini, tanpa sekalipun lulus dari ujian pertama. Lebih parah dari Asna yang sudah gagal 33 kali dalam dua bulan.


Sebenarnya Asna lebih parah, sih.


Iyan sungguh sudah sangat malu. Tapi keinginannya membantu Asna meningkatkan status pertarungan terlampau besar.


Sedangkan Asna memiliki motiv tersembunyi dari kemauannya mengikuti Iyan. Dirinya ingin membatu Iyan bergabung serikat dan mendapatkan warisan.


Bagi Asna yang hanya memiliki status pertarungan anak SD, akan sangat mubazir memberikan warisan status pertarungan kepada dirinya. Jadi, fokuslah pada peningkatan karakter yang lebih kuat.


Begitulah gaya strategi Asna dalam bermain Role Playing Game. Gaya yang ingin Ia tularkan dalam kehidupan nyata.


***

__ADS_1


__ADS_2