
Ch. 17 Wipe Out!
Iyan duduk di bawah Resurrection Base, memulihkan kesehatan sambil mengawasi pergerakan Roh Raja Berpedang yang datang sendirian. Datang dipaksa, pergi tak diantar. Sebelas-dua belas dengan JAELANGKUNG!
Gerakan Roh Raja Pedang menyimpang setelah Novia menyerangnya. Novia hendak memancing Giant Boss kedua ini ke dalam hutan. Terlalu gencar menyerang, Novia terkena ayunan pedang Giant Boss. Kesehatan Novia menurun hingga tertinggal seperempat persen. “Tidak mungkin aku bisa merobohkannya!” tegas Novia.
Iyan datang mendampingi Novia dan langsung memukul Roh Raja Pedang. Baru satu pukulan, tapi ada bekas pukulan lain di tubuh Giant Boss kedua ini.
“Lagi-lagi? Asna?!” Iyan merasakan keganjilan dalam setiap serangan yang ia layangkan. Ia sempat menduga ini perbuatan Asna.
Roh Raja Pedang menyerang Iyan hingga terlempar. Sedetik saja kehilangan fokus dapat berakibat buruk.
Menggantikan Iyan, Novia kembali menyerang bertubi-tubi ke tubuh Roh Raja Pedang. Anehnya, tiada angin dan tiada hujan, tubuh Novia terlempar jauh sebelum terkena serangan Roh Raja Pedang. Jika terkena, Novia akan kembali ke aula.
“Kawal GB! Cepaaaattt...!!!” perintah Ranggas. Ia melihat bagaimana dua orang dari Tim B sempat menyerang Roh Raja Pedang sebelum akhirnya menyerah. Ini mengisyaratkan bahwa kekuatan Giant Boss Kedua sangat tinggi.
Mauli berlari duluan, diikuti Ranggas. Ini saat-saat penting. Meninggalkan base bukanlah suatu masalah. Toh, Buan, Bleck dan Bustar akan segera masuk ke arena.
Roh Raja Pedang telah memasuki base, tepat di mana Eltow berada sebelumnya. Rangga dan Mauli kini berada dalam jarak 200 meter dari base. “Harus habis!!!” tegas Rangga.
Hansel keluar dari Resurrection Base. Artinya, tiga orang musuh dengan daya rusak yang tinggi juga sudah keluar. “Hmmm... Aaahhhh...” Hansel menghela nafasnya. Serangan kali ini Hansel yakini akan jauh berbeda dari serangan sebelumnya.
Iyan menatap Novia yang terluka cukup parah. Ia lalu memberi saran, “Sebaiknya kita biarkan Giant Base masuk ke dalam jangkauan Aries Snake. Menurut perhitunganku, dalam dua menit pasukan virtual akan kembali keluar. Biar aku yang menghalau petarung musuh.”
Tiada lagi pilihan bagi Iyan agar bisa bertahan, selain turut memberikan perhatian kepada teman. Alih-alih melakukan aksi individualis, Iyan yang masih berharap menang meminta Novia beristirahat di bawah base. Kesehatan Novia tentu akan lebih cepat pulih di sana.
--------------------------------------
Sesuai skenario, Roh Raja Pedang masuk ke dalam jangkauan Aries Snake. Kesehatan Aries Snake kembali bugar setelah beberapa menit tidak terkena serangan. Hansel yang telah berada di bawah Aries Snake mulai menembaki Roh Raja Pedang untuk memberikan kerusakan. Begitupun dengan Novia.
Baik Hansel ataupun Novia dapat dengan bebas menyerang Roh Raja Berpedang karena si Roh hanya fokus menyerang Aries Snake. Baru satu menit Roh Raja Pedang masuk base, Aries Snake sudah kehilangan setengah kesehatannya.
Ranggas melihat Roh Raja Pedang masih sangat tangguh. Ia pun berniat masuk menyerang Hansel atau Novia. “Mauli... Seraaangg...!!!”
“Woiii... Lawan aku!!!” pancing Iyan. Ranggas dan Mauli berpaling kepada Iyan yang berada di belakang mereka. “Cuiiih...! Kau cari mati!!!”
“Serang diaaaaa...!” perintah Ranggas. Mauli bergegas mendekati Iyan. Tidak jauh dari sana tiga orang yang lain dari Tim A juga turut mengejar Iyan. Dengan lincah Iyan kembali ke dekat Novia.
“Pengecut!!! Fokus pada ularnya!” teriak Ranggas. Seluruh anggota Tim A bersiap melancarkan serangan.
Aries Snake hendak mencapai batasnya. Tiba-tiba gelombang pasukan virtual muncul. Lima pasukan bergerak menuju jalur kiri peta. Sedangkan sepuluh lagi langsung menggerumungi Roh Raja Pedang.
Sekarang, Roh Raja Hutan atau Aries Snake yang akan duluan roboh?
Ranggas membuat keputusan baru, “Bleck dan Bustar fokus pada base musuh!”
“Pergerakan pasukan kita dipotong! Jalur kanan!” Buan memperingatkan. “Siapa orang itu?!” tanya Ranggas sembari menatap Base Tim B.
Anggota Tim B tau siapa orang itu. Tidak lain Edi. Dia sudah berada di jalur kanan Tim A sejak Eltow terakhir di sana hancur. Menunggu gelombang pasukan virtual datang kembali.
“Tidak masalah, hanya orang yang tidak berguna!” cela Ranggas. “Biasanya kau mengumpat,” komentar Mauli. “Sudah ku katakan, aku lelah berkata *******....” lanjut Ranggas.
-------------------------
Tubuh Aries Snake sudah sangat pucat. Begitupun dengan Roh Raja Pedang yang sudah begitu terluka parah.
__ADS_1
Pasukan virtual Tim B sudah habis dibantai Bleck dan Bustar yang tertahan di luar jangkauan Aries Snake. “Semuanya masuk!!!” Ranggas memberikan perintah dan Buan melakukan manuver serangan.
“Aku masuk...!” teriak Mauli.
“Buan, fokus Base!” Bleck berteriak menambahkan.
Tim B fokus pada Roh Raja Pedang dengan berbagai variasi serangan. Kala ini Novia, Hansel dan Iyan berpacu dengan kematian Aries Snake. “WHOOOOAAAA....!!!!” Roh Raja Pedang akhirnya tumbang. Mereka lalu bersiap mempertahankan base walau nyawa taruhannya.
Situasi sekarang di bawah Resurrection Base, 5 orang Tim A melawan 3 orang Tim B.
Buan telah melakukan manuver, tanpa pengawalan, mengeluarkan segenap tenaganya untuk menyerang base. Iyan, Hansel dan Novia tidak menyadarinya.
“Satu kali tebasan sudah cukup. Walau Aku harus kembali ke aula…” Buan berpikir akan menang!
.........................
“WHOOOOOOOOO.... HABIIIIIISSSS...!!!” Di aula, para peserta yang menunggu giliran bertanding berseru melihat Buan yang hanya perlu satu serangan untuk memenangkan pertandingan.
Tanpa diduga Buan, gelombang tak terlihat menerpa tubuhnya. “Whoaaaa...!” Buan berteriak saat terlempar keluar jangkauan Aries Snake.
Gelombang tak terlihat yang menerpa tubuh Buan membuat para penonton tersentak. Tidak berapa lama para peserta berseru bingung, “HAAAAAAAAAHHHH?!”
Di arena, Buan juga tidak kalah tersentak. “Kau?!” seru Buan.
“Asna?!” Iyan kaget melirik ke arah belakang.
Sosok yang telah lama meninggalkan pertandingan muncul.
--ASNA HAMRAN--
Buan kembali hendak menyerang Aries Snake. Namun, Novia datang memblokir gerakannya.
Di sudut lain Resurrection Base Tim B, Iyan beradu pukulan dengan Mauli yang saat ini menjadi sasaran Aries Snake. “Ularnya! Cepat!” pinta Mauli yang kesehatannya sudah diambang batas.
Tiba-tiba Bleck datang membantu Mauli. Suara letupan pistolnya terdengar dua kali. Sekonyong-konyong dua buah peluru bersarang di bahu dan lengan Iyan. “Egh...!!” Iyan merintih kesakitan.
Novia ingin membantu Iyan, tapi dihalangi Bustar. Melihat itu, Hansel datang mendekat.
“Hiiiiaaaaa...!” Ranggas meraung seraya menusukkan tombaknya ke leher Hansel. “Shit!” seru Hansel, kaget dan tidak bisa lagi menghindar.
Namun seketika Ranggas tidak dapat bergerak. “Agh... K-Kenapa?!”
Hansel melirik ke Asna yang sedang mengarahkan telapak tangannya ke tubuh Ranggas. “Orang ini....”
Di saat-saat krusial seperti sekarang, tiap anggota tim saling menutupi. Tanpa halangan, Bleck terus menembaki Iyan. “Ughh...!” penuh lubang di tubuhnya, Iyan terus meringis.
Tiba-tiba Mauli ikut merintih. Selama ini Ia terus menahan serangan Aries Snake. “Aaaghh...!” rintih Mauli yang tidak sanggup lagi bertahan. Tewas seketika.
Giliran Ranggas yang menjadi sasaran Aries Snake. “Munduuurrrr...!!!” titahnya. Berperang di bawah Resurrection Base musuh tanpa Tanker bukanlah pilihan orang cerdas. Terlebih kesehatannya tidak memungkinkan untuk menahan seranan Aries Snake.
“Aaaaggghhh...!!!” Novia tewas diserang Bustar. Ia lalu bergerak mendekati Hansel yang saat ini menyerang Ranggas.
Mendapat serangan dari Hansel dan Aries Snake, Ranggas merintih kesakitan, “Aaakkhhh...!” Seketika dirinya memudar, menyusul Mauli!!
Sekarang posisinya 3 lawan 3!
__ADS_1
Situasi masih bisa berubah karena saat ini tembakan Bleck melesat ke arah pelipis Iyan yang sudah sangat sekarat.
Anehnya...
Tiada angin, tiada hujan, Iyan terjatuh ke lantai. Iyan lolos dari maut!
Bleck mengalihkan tembakannya ke arah Hansel yang secara tiba-tiba menyerang Bustar. Tiga anak panah Hansel sudah cukup untuk membalas Bustar yang telah beberapa kali membunuhnya. Hutang ini telah dibayar tunai.
Walaupun akhirnya, Hansel harus kehilangan banyak darah karena banyak peluru yang bersarang di tubuhnya.
----------------
Buan yang sudah terluka parah memilih kabur. “Bleck, kaburrr!!!” teriaknya. Bleck melirik ke arah Buan yang berlari terbirit-birit di sisi kiri pertahanan Tim B. Melihat Buan sedang kabur, Asna segera mengejarnya. Hansel melihat Asna berlari mengejar Buan. Ia lalu memandang ke tengah arena. “Base musuh!” tegas Hansel.
Naas terjadi pada Bleck. Satu pukulan Iyan menghancurkan kepalanya karena lengah.
Setelah mengalahkan Bleck, dengan penuh luka Iyan bergegas menuju Base musuh. “Come Back is Real!” pikir Iyan.
Di sisi kiri pertahanan, Buan seperti sedang kesetanan berlari menghindari Asna. Sambil berlari, Asna menarik tangannya ke belakang lalu seolah-olah mengayunkan pedang ke arah Buan. Sebuah skill dari Asna.
Goresan diagonal muncul dan darah muncrat dari punggung Buan! Ia pun tewas seketika.
INI WIPE OUT...!!!
“WIPE OOOOUUUUUTTTT....!!! WHOOOOAAAAA....!!!” Suasana di aula menjadi gaduh. Dengan sisa empat orang Tim B ditambah dengan gelombang pasukan virtual yang kembali muncul, sudah menjadi jaminan untuk membalikkan keadaan.
Rinduan berdiri dari tempatnya duduk, lalu berbalik pergi meninggalkan Zay Kumbang. “Ada urusan lain?” tanya Zay Kumbang.
“Hmmm... sepertinya Aku sedang membuang waktu di sini. Aku akan kembali untuk menyampaikan pengumuman peserta yang lolos ujian,” jawab Rinduan dengan penuh wibawa. Wiii... bawa malu.
-------------------------
Sambil menunggu pasukan virtual mendekat, anggota Tim B menyempatkan diri untuk menjual dan membeli item yang tepat untuk pertempuran terakhir. Secara umum, mereka paham akan hal ini karena pernah memainkannya di gawai dan di PC. FULL DAMAGE ITEM!!!
“Na? Kau...” tegur Iyan.
Asna tersenyum melihat wajah Iyan yang kebingungan. “Santai, Bro. Di dunia virtual rupanya statusku support. Aku dapat memasuki tubuh kalian dan meningkatkan serangan....”
Mendapat jawaban yang masih meragukan, Iyan sebenarnya tertarik melayangkan pertanyaan berikutnya. Tapi sekarang ini adalah masa-masa penting untuk meraih kemenangan.“ Sepertinya, sepulang dari sini, Aku akan menginterogasimu....”
----------------------
Seluruh anggota Tim B, minus Novia, pada menit kedua puluh ini telah mengepung Resurrection Base Tim A.
Di sisi Tim A, baru Mauli yang masuk ke arena. Itupun Dia harus bersembunyi di balik base. Untuk pertama kalinya, Aries Snake Tim A muncul. Kemunculan ini dikarenakan pasukan virtual Tim B yang masih lengkap telah memasuki daerah jangkauannya.
“Gooooo...!!!” seru Hansel sembari masuk ke daerah jangkauan Aries Snake. Edi, Asna dan Iyan turut masuk.
“Ancruuuttt...!!!” umpat Mauli yang saat ini menjadi incaran anggota Tim B. “Aaaagggghhh...!!!” Mauli melonglong disertai tubuhnya yang memudar setelah dikeroyok.
Tim B lalu mengincar Aries Snake sambil menunggu anggota Tim A yang akan keluar secara bergiliran.
Melihat Mauli tewas, Ranggas yang sebentar lagi akan keluar menjadi kebingungan. “BAGAIMANA INIIIIIII...?!”
***
__ADS_1