
Ch. 34 Perebutan
Saat Gadis telah tertelan Lusi, saat itu pula Asna mulai sadar setelah Iyan membangunkannya. Mereka berada di luar istana saat ini.
“Perih, Yan. Maagku kambuh!” rintih Asna.
“Aku sudah tau. Kau telat makan…” ucap Iyan. Ia kemudian memberikan sebuah gumpalan putih sebesar biji kelengkeng kepada Asna. “Apa ini? Obat maag?” tanya Asna.
Iyan mengangguk seraya menjawab, “Semoga seperti itu…”
Asna menelan gumpalan putih lalu meminum seperempat botol air.
“Sudah baikan?” tanya Iyan. Asna menggeleng.
Iyan memberikan segumpalan putih lagi. Begitu seterusnya sampai Asna menelan 10 gumpalan.
“Sepertinya sudah lebih baik. Aku ingin berbaring…” ucap Asna.
Iyan beranjak meninggalkan Asna dan berdiri menatap gerbang istana. Gerbang itu sekarang di penuhi tulang belulang, baju zirah dan helm perunggu yang meruah sampai ke halaman istana.
Iyan mulai menyingkirkan tulang belulang untuk membuat jalur.
“Yan!” Asna berteriak sambil melemparkan [Virtualspace Anjat] kepada Iyan. “Masukkan ke dalam situ! Utamakan equipment. Anggap saja Kau lagi panen.”
Menyingkirkan tulang belulang, zirah dan helm perunggu menggunakan [Virtualspace Anjat] membuat pekerjaan Iyan lebih mudah. Semudah membersihkan rumah menggunakan penyedot debu. Tapi Ia harus mengutamakan zirah dan helm
Suara menggelegar mengagetkan Iyan.
Bola hitam di puncak istana seolah meronta-ronta tak karuan, lalu mengecil. Terus mengecil hingga membentuk suatu garis hitam yang memijar ke langit. Setelah itu dinding bawah istana mulai memudar menuju dinding bagian atas.
Tumpukan tulang menjadi pemandangan baru di puncak Bukit Abu-Abu setelah Istana Tengkorak lenyap.
Di atas tumpukan tulang tampak Pengguna Faris sedang mencekik Tuwill dan Gadis yang sedang mengenakan kostum Lusi.
Gadis sudah berubah menjadi manusia super!
Walaupun sudah berubah menjadi Pahlawan Super, kondisi kesehatan Gadis sudah sangat lemah. Sudah barang tentu Pengguna Faris bukanlah lawannya.
Melihat situasi saat ini, Iyan menghentikan panen equipment. Ia segera mendaki tulang untuk menyelamatkan Gadis dan Tuwill. Pengguna Faris yang melihat pergerakan Iyan menendang kepala tengkorak ke arah Iyan. Dengan sigap Iyan menangkisnya. “Aku tidak akan sempat!” pikir Iyan.
Gadis berupaya menggunakan sisa-sisa kekuatannya untuk melepaskan diri. Begitupun Tuwill. Pengguna Faris mengeratkan cengkramannya. “Matilah!”
Gadis dan Tuwill menjadi lemas dan melemah…
Seseorang berseru, “Besatu, dong, Biosilk!” Seketika Tuwill berpijar, lalu menyeruduk masuk ke dalam tulang belulang. Pengguna Faris terlihat kebingungan. Ia tau ada yang menggunakan Tuwill, tapi siapa?
__ADS_1
Satu detik, dua detik, … lima detik! Tidak ada yang terjadi.
Pengguna Faris memfokuskan diri pada Gadis yang sudah tidak lagi bergerak.
“Lusi, lepaskan semua kekuatanmu padaku!” titah Gadis dalam batinnya kepada Lusi.
Begitu Pengguna Faris mengendorkan cengkraman, Gadis menendang rahangnya lalu melompat ke belakang. Pengguna Faris mempertahankan diri untuk tidak goyah.
Tiba-tiba tangan hitam menangkap kaki Pengguna Faris, lalu menyeret tubuhnya ke dalam tulang belulang.
Ledakan pada tulang terjadi.
Setelah hilang untuk beberapa saat, Pengguna Faris muncul dari ledakan tumpukan tulang. Saat ini Ia sedang dicekik Darkmanday.
Pengguna Faris memukul-mukul tangan Darkmanday. Dengan sekuat tenaga Darkmanday mengangkat Pengguna Faris, kemudian menghempaskannya ke tumpukan tulang yang menyebabkan tulang belulang berterbangan seperti gunung meletus.
Ini teknik yang Asna pelajari dari tontonan gulat professional, Smack Up! Ada pegulat yang menggunakan teknik seperti itu. Namanya Talk Show!
Hujan tulang dan equipment, membuat Iyan kembali menjalani aktivitas memanen.
Darkmanday menghajar Pengguna Faris yang masih melawan karena memiliki kesehatan yang baik. Ini pertarungan antara kucing rumah melawan kucing hutan!
Sebuah pukulan membuat Darkmanday terlempar. Bukan pukulan Pengguna Faris, melainkan pukulan Boneka Beruang besar setinggi satu setengah meter. Itu Benjo!
Seketika Benjo dilempar Darkmanday. “Aku belum puas!” ujarnya. Darkmanday kembali menghajar Pengguna Faris dengan cepat dan kuat!
Tidak mau ketinggalan, Gadis menendang Darkmanday sampai terguling. Dengan beringas Gadis mengambil jatah untuk memukul Pengguna Faris. Gadis dan Lusi tentu saja sangat kesal.
Banjo kembali datang dan merebut Pengguna Faris dari Gadis. Sambil berdiri Ia memukul-mukul wajah Pengguna Faris. Benjo baru berhenti setelah kostum Faris mulai berpisah dari sosok pengguna Faris.
Sosok itu ternyata Godel.
“Kau ternyata bosnya! Berani Kau melawan Neon?” ujar Neon yang saat ini berkostum Benjo.
Mendengar Boneka Beruang yang besar itu adalah Neon, Iyan menghentikan panen. “Neon? Bagaimana bisa dia bergabung dengan boneka itu?” protes Iyan.
“Tidak perlu Kau bertanya yang bukan-bukan,” sahut Asna. Ia lalu membatin, “Kalau Iyan tau Aku yang bergabung dengan Tuwill, Ia akan lebih iri!”
Neon yang ternyata telah berhasil bergabung dengan Benjo, melemparkan Godel ke dekat Asna.
Godel saat ini sedang sekarat dan tidak sadarkan diri.
Sambil memeluk Faris, Gadis turun menemui Nona Pinki yang sedang terluka. Diikuti kemudian Darkmanday.
“Kita apakan orang ini?” tanya Iyan sembari menunjuk tubuh Godel.
__ADS_1
“Udah, bakar aja!” jawab Gadis.
Darkmanday menambahkan, “Jangan! Harus dipotong dulu kecil-kecil!” Sosok lain dari diri Asna itu asal sahut. Padahal Ia jelas tau kalau Godel adalah anak buah Datu Busu.
“Kalian jangan sembarangan bicara!” sela Nona Pinki. “Dia juga manusia seperti Kita. Kita harus menghormatinya, walau Dia berhati iblis sekalipun. Hati manusia masih bisa dibolak-balik…”
Gadis tertunduk malu mendengar perkataan Nona Pinki.
Kostum Gadis perlahan terlepas dan membentuk sosok Lusi. Begitupun dengan Darkmanday dan Neon.
Tuwill, Benjo dan Lusi mendekati Faris. “Kau baik-baik saja, Ris?” tanya Lusi.
Faris tersenyum lalu menjawab, “Aku jauh lebih baik dari mu, Lusi… hehehe.”
Mereka lalu bergotong-royong mencari pejuang virtual lain yang masih hidup dan merawatnya. Sedangkan pejuang virtual yang tewas akan dijemput pejuang lain dari Gnombell Fairyland untuk di bawa ke dunia manusia.
Setelah beristirahat, Gadis mendekati Nona Pinki lalu bertanya, “Bagaimana sekarang? Maksudku, apa yang harus Kita lakukan?”
“Kita balik ke Gnombell Fairyland. Beristirahat sejenak, lalu pulang ke rumah. Aku benar-benar lelah…” jawab Nona Pinki.
Seolah tidak mengenal Godel, Asna ikut bertanya seraya menunjuk Godel dengan bibir, “Terus, Kita apakan orang ini?”
“Kalian kembali saja ke Gnombell Fairyland. Biar Aku yang akan menjaganya…” Darkmanday memberi saran. Di dalam hati Asna, ada rasa lucu saat Ia mendramatisir situasi saat ini. “Hihihi… Aku yang bertanya, Aku pula yang menjawab. Yang begini asik juga ternyata.”
“Begitu lebih baik,” sahut Gadis. “Mari Kita bergegas kembali.”
“Aku akan bersama orang itu!” ucap Tuwill. Ia menatap Darkmanday dengan wajah yang penuh dengan ketegasan. “Sepertinya bersama orang itu tidaklah buruk. Ia yang membawaku ke dunia manusia, dia yang telah menyelamatkan kita semua.”
Hati Asna menjadi berbunga-bunga saat mendengar keputusan Tuwill. Tapi Ia berusaha menahannya.
Tiba-tiba Neon memprotes. “Bukan Dia! Tapi Kami yang mengalahkan bos terakhir!”
Berjalan ke samping Neon, Benjo mengikuti gaya Neon, ikut memprotes. “Benar sekali! Kamilah yang terkuat di sini!”
“Kalian sudah menemukan orang yang tepat bersama kalian,” ujar Nona Pinki. “Kita sudah bersama selama tiga bulan. Perubahan ini terlalu mendadak. Pergilah menjenguk Kami kalau ada waktu…”
Semua orang yang hadir saat itu mulai berpindah tempat. Kecuali Faris. “Aku akan menemani orang ini…”
Mendengar pernyataan Faris, Gadis berseru kaget. Ia paham kalau orang yang dimaksud Faris adalah Godel. “Orang itu sudah jahat kepada kita!” terangnya.
Nona Pinki meletakkan tangannya ke pundak Gadis. Ia lalu berkata, “Faris tentu lebih tau, Dis…”
Faris mengangguk dengan makna yang mendalam. “Ya, selama Aku dipergunakannya, Aku mulai belajar memahami manusia. Sama seperti Biosilk. Ada yang jahat, ada pula yang baik. Gelap dan terang selama ini menjadi teka-teki yang ingin Aku pecahkan. Aku mungkin akan membantunya berbuat jahat. Tapi akan selalu ada Kalian yang menghentikannya…” terang Faris.
***
__ADS_1