Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Rencana Anda Untuk Putri Dayana Sunguh Licik.


__ADS_3

Brakkkk !!!


Guapo melempar setiap barang, mendengar berita Eleena dibawa Pangeran.


"Ini belum waktunya! Sial!"


"Tuan Adonis, ada pesan dari Pangeran ke -4."


Guapo bernama asli Adonis Aberdeen seorang keturunan Klan Aberdeen diangkat menjadi ketua enam tahun lalu. Klan Aberdeen yang mempunyai dendam pada setiap Bangsawan - bangsawan keji. Berniat menggulingkan kerajaan dan bekerja sama dengan Pangeran ke -4 bernama Pangeran Gideon. Saat pembelotan berhasil, Klan berencana akan mengangkat Pangeran Gideon untuk menjadi Raja.


"Berikan!"


Guapo membuka surat membaca dengan perlahan, lalu dia berjalan ke mejanya menulis jawaban surat dari Pangeran Gideon kemudian menyegel surat dengan cap Klan Aberdeen.


"Katakan pada Pangeran Gideon, meskipun umpan sudah berada kembali di tangan Pangeran Jagger... rencana tetap akan dilakukan, percaya padaku."


Si pengantar surat mengangguk lalu pergi.


"Hmm, saat waktunya nanti... Eleena akan dalam genggamanku lagi," gumamnya.


***


ISTANA PANGERAN JAGGER.


Pangeran Jagger.



Eleena di Tubuh Adelweise di Masa Lalu.



Eleena Asli di Masa Depan.



Pangeran Jagger sedang berendam di es beku setelah meminum racun ular, melakukan rutinitasnya selama 8 bulan ditinggalkan Eleena.

__ADS_1


"Hhhhh..." Pangeran menutup matanya merasakan lelehan es menjadi air dingin yang memerangkap tubuhnya sampai membeku.


"Anda sudah selesai?" Santos mendekat membawa handuk.


"Hm," Pangeran memutar kepalanya ke kiri dan ke kanan membiarkan tetesan air terjatuh dari rambut panjangnya yang berwarna hitam kepirangan.


"Eleena sedang apa?"


"Sedang... Itu..." Santos bingung menjelaskan.


Pangeran bangkit dari bak besar, memamerkan tubuh telanjang tinggi kekar dengan otot - otot di perut yang terbentuk karena latihan pedang sejak kecil terlihat begitu gagah. Ia mengambil handuk dari Santos melilitkan pada tubuh bagian bawahnya.


"Santos, katakan." Pangeran menatap dengan sorot tajam.


"Nyonya sedang meminum teh dengan Putri Dayana di kamarnya, anu... itu undangan dari Tuan Putri langsung."


"Lalu, kamu dan Zarema membiarkannya?" geram Pangeran.


"Nyonya Eleena mengatakan kalau dia hanya tamu, jadi harus memenuhi undangan dari seorang Putri," cicit Santos.


Brakkk !


Pintu kamar Putri Dayana terbuka dengan keras, dengan masih memakai handuk menutupi bagian tubuh bawahnya juga dengan rambut basah gondrongnya membingkai wajah terlalu tampannya, Pangeran menyelonong masuk.


Blush !


Wajah ketiga wanita di dalam sana seketika memerah, hanya satu yang tidak, Eleena. Wanita itu menaikkan sebelah alisnya, menatap Pangeran dengan tatapan lelaki yang sungguh tidak tahu malu dan tukang pamer.


Di dunia nya para pria yang pekerjaan nya seorang model bahkan berjalan di catwalk dengan hanya memakai sebuah ce la na da lam dari sebuah brand dan memperlihatkan seluruh tubuh sexy mereka, matanya sudah tak aneh melihat seorang lelaki yang hampir telanjang seperti Pangeran di depannya itu, apalagi dia sudah kenyang melihat tubuh Pangeran setiap malam saat bersamanya.


"Ada a-apa, suamiku? Di-dimana bajumu?" Putri Dayana melotot pada Lady Serena dan kepala pelayan wanita yang melihat penuh lapar ke arah Pangeran.


Pangeran tersadar, dia memandang ke bawah tubuhnya yang ternyata masih telanjang.


"Ternyata suami Anda senang memamerkan tubuhnya, Putri..." sindir Eleena.


Pangeran merasakan nada sindirian dari Eleena. "Aku salah kamar," dengan cepat berbalik berjalan ke arah kamarnya.

__ADS_1


"Santos !! Kenapa kau tidak menghalangiku! Bagaimana Eleena memandangku sekarang?! Dia pasti berpikir aku sedang memamerkan tubuhku!" kesal Pangeran di dalam kamarnya.


Santos menahan gelinya, tingkah Pangeran yang dulu sering waspada, tegas, bahkan akan menyadari situasi di sekitarnya seketika berubah setelah mencintai Nyonya Eleena. Apa benar kata para penyair, cinta itu membutakan?


"Pakaikan bajuku! Cepat!"


"Pangeran!" Zack berlari masuk ke dalam kamar tanpa meminta ijin.


"Ada apa? Kenapa kau masuk begitu saja?"


"Aku mendapatkan sesuatu tentang Pangeran ke -4, ternyata benar Pangeran Gideon masih terus berhubungan dengan Klan Aberdeen. Dan..."


"Dan?"


"Ternyata suruhan Pangeran ke -4 keluar masuk dari kediaman yang ditunjuk oleh Nyonya Eleena sebagai rumah keluarganya."


"Hmm, kenapa aku tidak kaget lagi? Jadi Klan Aberdeen sudah mendapatkan kelemahanku, apa Adonis sudah terlepas dari racun yang diberikan oleh Klan Ibuku?"


"Saya belum tahu, Pangeran. Saya akan mengawasi lagi gerak - gerik di rumah itu," jawab Zack.


"Pergilah awasi dengan teliti!"


"Baik."


"Santos, menurutmu Eleena sudah bersengkokol dengan mereka? Jika iya, apa Eleena sebegitu bencinya padaku? Apa menjadi istri satu - satunya begitu penting untuknya sampai dia berbuat sekejam ini padaku?"


"Pangeran, jangan berpikir terlalu berlebihan. Meskipun saya baru sebentar mengenal Nyonya Eleena, tapi Nyonya adalah perempuan baik. Selalu perduli pada siapapun, bahkan pada Anda saja yang tidak disukainya... Nyonya membuat pedang yang begitu indah sampai tangannya melepuh, Paman Patric mengatakan itu ucapan terima kasih Nyonya pada Anda karena selalu memperlakukan Nyonya dengan baik. Hanya saja Paman Patric juga mengatakan, Nyonya tetap dengan pendiriannya yang tidak ingin Anda mempunyai banyak istri. Itu lah yang membuat Nyonya pergi dari Anda... jadi, menurut saya tidak mungkin Nyonya membenci Anda lalu bersengkokol dengan musuh Anda."


Perkataan Santos mungkin benar, Eleena pergi darinya hanya karena satu hal. Eleena hanya ingin menjadi satu - satunya wanita dalam hidupnya.


"Apa lelaki yang sering bertemu Dayana sudah kamu datangi?"


"Saya sudah mengancamnya, rencana untuk menceraikan Putri sepertinya sudah siap."


"Hm, padahal kita hanya menyiapkan pancingan dan umpan... tidak disangka Dayana memakan umpannya dan terjerat. Jangan sampai lelaki itu terlepas dan pada waktunya biarkan Dayana mengatakan perbuatannya yang berselingkuh dariku dengan mulutnya sendiri. Tidak akan ada yang percaya jika awalnya itu adalah perbuatanku, karena beberapa bulan ini aku sudah berpura - pura menjadi suami yang baik."


"Anda benar, Pangeran. Tetapi rencana Anda untuk Putri Dayana sungguh sangat licik..." Santos terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2