
Eleena dan Jagger sedang menatap ranjang yang rusak karena keganasan keduanya dalam bertarung sepanjang waktu. Sebenarnya bisa dimaklumi, setelah berhari - hari saling diabaikan dan mengabaikan, hasrat keduanya melonjak tinggi.
"Kau terlalu bertenaga Eleena? Kau terus menerus menyerang ku."
"Aku?" Eleena memutar bola matanya kesal.
"Jadi aku? Siapa yang mengajak ku tiga kali?" Jagger menaikkan sebelah alisnya, dia sebenarnya hanya ingin menjahili Eleena.
"Pergi! Pergi!" Eleena mengambil bantal melemparnya pada Jagger.
Jagger menangkap bantal yang terbang padanya, "Baik lah, aku yang salah! Wanita selalu benar! Puas!"
"Cih! Lalu, ranjang ini?"
"Hanya ranjang, kita bisa mengganti dengan yang baru," jawab asal Pangeran Jagger, jawaban yang salah bagi seorang wanita seperti Eleena.
"Jagger, hanya ranjang katamu! Ini adalah ranjang kita membuat Pangeran Axlone setiap malam, di ranjang ini banyak kenangan kita. Kau dengan gampangnya mengatakan tinggal ganti! Ganti! Apa setelah tubuhku rusak dan jelek, kau akan mengganti ku juga?!"
Alex memundurkan tubuhnya, sekarang hanya mendengar Eleena berteriak saja hatinya menciut.
"Kenapa mundur? Kau ingin kabur! Aku masih belum selesai bicara!"
"Bukan ingin kabur, aku ingin memanggil Santos untuk segera memperbaiki ranjang kenangan kita. Ranjang kesayangan kita, iya 'kan." Satu yang pasti jangan melawan wanita yang sedang emosi atau akan lebih menderita.
Harus selalu mengalah! Ya!
Eleena menghela nafasnya, kenapa sejak bangun marah - marah terus?!
"Sekarang ceritakan padaku tentang Rabella, apa kamu sudah mengetahui motifnya menghipnotis mu? Dan... tentang aku yang harus dihukum, kenapa aku belum dipanggil ke Istana?"
__ADS_1
"Apa harus membahas itu sekarang? Di saat kamu baru saja melupakan nya."
"Tapi kita harus membahas nya bukan?"
"Raja sudah memanggil mu untuk diselidiki tentang pembunuhan wanita itu, tapi aku menjamin mu dengan nyawaku. Aku berkata pada Raja jika dia memenjarakan mu, aku akan mati di depan nya."
Eleena tak membalas perkataan Jagger, dia hanya menunggu penjelasan lelaki itu selanjutnya. Namun, Jagger masih diam. "Lalu?"
"Apa lagi?" Jagger sebenarnya tak ingin membahas nya.
"Motif?"
"Itu salahku, seharusnya aku membunuh Dayana terakhir kali atau setidaknya mempermalukan nya di hadapan semua orang."
"Jadi Dayana, lalu hubungan nya dengan Rabella?"
"Mereka sepupu jauh, sangat jauh. Saat aku memeriksa data Rabella saat pemilihan Putri, aku bahkan tak bisa menemukan keterikatan Rabella dan Dayana. Meskipun begitu aku salah, aku bahkan sudah menghukum Zarema karena tidak menjagamu dengan benar."
"Dia pantas dihukum, bukan hanya dia tapi juga Santos."
"Apa hukuman mereka?"
"Menikah."
"Me-nikah, kenapa itu jadi hukuman?"
"Karena mereka tidak saling menyukai, apalagi Zarema dia sangat membenci Santos."
Eleena terperangah, entah harus bersedih atau tertawa untuk para pengawal itu.
__ADS_1
"Mau main kuda?"
"Jagger, kita baru selesai."
"Aku tak percaya kamu lebih mesum dariku, Eleena. Kuda asli, kita berkuda. Tapi, di atas kuda kita juga bisa..."
"Jangan hari ini, aku tidak semangat sepertinya hidungku sedikit mampet. Mungkin akan flu."
"Kalau begitu istirahatlah di kamarmu, mari tidur satu kamar mulai hari ini." Jagger memangku tubuh Eleena.
"Turunkan aku. Aku masih bisa berjalan, aku tidak manja Jagger."
"Kalau begitu mulai lah manja padaku, aku suka. Aku merasa dibutuhkan olehmu, ya?"
"Hm, kita lihat nanti."
"Ayo kembali ke Istana kita."
Pangeran Jagger menggendong Eleena dalam pelukan, terus tersenyum sepanjang jalan. "Eleena, kamu adalah istriku. Kamu Putri di Istanaku, Ibu dari anakku. Jangan berpikir hal menyakitkan atau hal yang membuatmu sedih lagi. Mari jalani hidup kita dengan damai, hm?"
"Aku tak bisa menjamin nya, Jagger. Aku bukan orang yang suka diam saja dan selalu ingin melakukan sesuatu. Mungkin kata damai tidak akan ada dalam kamus hidupku," Eleena menggeleng tapi senyuman terukir di bibirnya.
"Selama bersamaku, kamu ingin mengobrak-abrik Istana Raja pun itu tidak masalah. Tidak akan ada yang berani menyentuhmu."
"Jagger, aku mencintaimu."
"Aku tau."
"Lebih dari hidupku."
__ADS_1
Langkah Pangeran Jagger terhenti, tangan nya yang memeluk tubuh Eleena gemetar. "Tapi aku lelaki men jijikkan. Kamu tidak mungkin--"
Eleena tak banyak bicara mengangkat tubuhnya lalu mencium Jagger dengan lembut.