
Pangeran Jagger ingin menyusul tapi tubuhnya hanya terbungkus selimut tipis, "Kejar Nyonya kalian!" dia menggeram keras.
Zarema lebih dulu berlari, tapi dia tidak berani menghentikan sang Nyonya dan hanya mengikuti dari belakang.
Eleena berlari tak menentu, akhirnya langkahnya berhenti karena nafasnya terasa sesak. "Arghhhhttt! Aku ingin pergi dari sini! kembalikan aku pada duniaku!"
Eleena memukul-mukul dada nya yang sakit, menangis dengan pilunya. Kepalanya berputar pandangan nya kabur tubuhnya limbung.
Pangeran Jagger datang tepat waktu menangkap tubuh tak sadarkan diri Eleena.
"Maaf, sayang... maaf..." cairan bening keluar dari mata Pangeran, untuk pertama kalinya ia menangis bahkan saat di hipnotis dan di lecehkan musuhnya dirinya bertahan sekuat tenaga untuk bertahan dari rasa ji jiknya pada diri sendiri dan tak pernah menangisi kehidupan nya. "Maaf..."
Dua hari setelah kejadian itu, Eleena mengurung dirinya di dalam kamar. Bahkan menghukum dirinya dengan tak makan, merasa membenci dirinya yang menjadi seorang pembunuh.
"Nyonya, Pangeran kecil terus menangis. Pangeran Axlone sangat merindukan Anda." Zarema terus berusaha membujuk, apalagi Pangeran Jagger ikut tak mau makan seperti sang Nyonya.
"Tanganku membunuh orang, aku tidak ingin dosaku menempel pada putraku. Pergilah, aku ingin sendiri."
Zarema menghela nafas panjang lalu pergi dari dalam kamar.
__ADS_1
Keadaan di kamar Pangeran Jagger pun sama, dia hanya sibuk melukis tanpa makan dan istirahat selama 2 hari ini.
Zarema masuk dengan menunduk karena telah gagal, Pangeran sudah bisa menebak jika Eleena pasti menolak lagi. Pangeran tak bicara lalu fokus kembali pada lukisan nya.
"Lihat Santos, apa di pelipis kanan Eleena ada tahi lalat. Benar 'kan?" Pangeran terus menyapukan kuas nya pada lukisan.
"Argh!" tetesan tinta menodai pipi di gambar Eleena. "Arghttt!" Jagger menyobek lukisan itu dan melemparnya.
"Kau lihat Santos! Bahkan lukisan Eleena aku nodai seperti kepercayaan nya padaku yang sudah aku khianati! Aku pria tak berguna! pria menji jikkan!!! Eleena bahkan tak ingin memaafkan ku!"
"Pangeran..." Santos tak bisa berbuat banyak, urusan perasaan hanya dua orang yang seharusnya terlibat.
Zack melapor dengan semangat, dia baru kembali dari kota lain untuk menjemput Renerr dan Andromeda sejak 4 hari lalu.
Hening! Tak ada sahutan.
Zack merasa heran Pangeran yang biasanya akan langsung berwajah cerah kini malah diam saja dan berwajah muram.
"Aku akan menemui Renerr dan Andromeda, mereka pasti capek setelah berbulan-bulan baru kembali. Semuanya keluar, biarkan Pangeran sendiri." Santos bergerak cepat mengetahui suasana hati Pangeran.
__ADS_1
Zack berpaling pada kembaran nya Zarema, namun saudari perempuan nya hanya menggeleng.
Setelah ditinggalkan sendiri, Jagger berjalan ke jendela melihat awan putih yang bergulung lembut di atas langit. Hari yang cerah, tapi hatinya begitu sakit.
"Aku tak ingin lagi peta itu, aku hanya ingin kamu memaafkan ku... Eleena. Aku juga tau kamu bukanlah kamu yang sebenarnya, entah kamu datang dari atas langit, aku tak perduli karena kamu adalah dirimu. Aku sangat mencintaimu..."
Santos kembali masuk, dia melihat punggung kesepian Tuan-nya, sebenarnya dia mempunyai ide agar Nyonya Eleena dapat kembali bersemangat. Kini, sepertinya dia harus mengutarakan nya.
"Pangeran, bolehkah aku memberikan ide agar Nyonya Eleena tidak sedih lagi," Santos berkata dengan hati-hati.
"Hmm." Pangeran hanya bergumam tak ada keinginan untuk menjawab.
" Anda juga tau, Nyonya selalu semangat jika berhubungan dengan bengkel senjata. Apalagi baja sudah datang lagi, bagaimana jika kita menyuruh Axton dan Paman Patric untuk membuat pecut baru? Bukankah sebentar lagi Raja ulang tahun, mungkin Nyonya ingin membuat kado untuk Raja seperti kado untuk Anda saat menikah dengan Lady--"
Perkataan Santos terhenti tatkala mata merah Pangeran menatapnya tajam. Dasar mulut tak berguna! Kenapa membawa bawa pernikahan Pangeran dengan Lady Dayana?!
"Lakukan saja, tapi jangan sampai Eleena terpaksa. Biarkan dia memilih sendiri, ingin membuat senjata atau tidak. Mengerti!"
"Baik, Pangeran."
__ADS_1
Santos keluar dengan cepat berlari ke bengkel senjata, ingin secepatnya memperbaiki hubungan Pangeran dan sang Nyonya agar setiap hari suasana di dalam Istana tidak suram seperti di pemakaman.