Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Malam Ini Pasti Akan Terjadi Sesuatu.


__ADS_3

Kedatangan Pangeran Jagger ke Kediaman Klan Solitaire memang sudah diprediksi, namun penyerangan yang ditunggu tidak kunjung datang. Pangeran Jagger berjalan masuk dengan santai dengan wajah tegas tak terbaca.


"Silahkan masuk, Pangeran. Kehormatan bagi kami kedatangan seorang Pangeran," ujar salah satu Tetua yang langsung datang sewaktu mendengar Pangeran Jagger akan datang.


"Hm," Pangeran Jagger mengangguk. "Sayang, kemarilah."


Eleena ikut masuk berdiri di samping Pangeran Jagger, "Perkenalkan, dia pendampingku."


Eleena mengangkat gaun nya memberi hormat, "Salam, Tuan."


"Salam, Nyonya."


Sudut mata Pangeran Jagger melihat seseorang mendekati, itu sang Ketua--Derren.


"Salam Pangeran," Derren memberi salam pada Pangeran tetapi matanya melirik ke arah Eleena.


Pangeran Jagger melihatnya, merasakan rasa penasaran dari Derren pada Eleena. Tangan nya menarik pinggang Eleena merangkul dengan mesra memperlihatkan kepemilikan.


Sebelah alis Darren terangkat merasakan ke-protektifan Pangeran pada Eleena ternyata benar seperti kabar yang berhembus.


"Mari masuk," Derren memberi jalan.

__ADS_1


Dengan masih merangkul pinggang Eleena Pangeran Jagger berjalan semakin ke dalam menyusuri lorong yang megah.


Eleena menatap seorang wanita berdiri dalam diam tak jauh darinya berpenampilan seram namun lebih terkesan eksentrik.


"Pangeran Jagger," salam si wanita, wanita itu maju semakin mendekat ke arah Pangeran.


Eleena merasakan sesuatu yang aneh, insting seorang wanita mengatakan wanita itu adalah si penyihir. Dia tak ingin kecolongan lagi seperti beberapa waktu lalu saat Jagger terkena hipnotis.


"Jagger, aku akan melukaimu sedikit." Eleena menarik tongkat pedang mini nya, menusuk lengan Jagger sampai berdarah.


Pangeran Jagger meringis kesakitan tapi tidak berteriak, menoleh pada Eleena berbisik. "Kamu cepat juga, baguslah." Agar tak terkena sihir atau hipnotis dan semacamnya, Jagger harus merasakan sakit agar alam bawah sadarnya terus terjaga.


"Pangeran!" teriak para penghuni kediaman Klan Solitaire mendekat maju melihat darah yang menetes dari lengan Pangeran.


Eleena malah tertawa, "Aku menyukai darah, apalagi darah kekasihku. Maafkan saya, Tuan-Tuan... pasti Anda semua terkejut."


"Sudah, mari kita duduk dan bicara," sahut Pangeran Jagger tak ingin berlama - lama.


Setelah mendengar keinginan Pangeran Jagger, para Tetua saling berbisik berunding. "Baiklah, kami setuju. Tapi, satu bagian peta akan tetap di tangan Derren. Saat sampai di tempat tersembunyi, kita bagi dua benda apapun yang kita temukan disana."


"Baik," sahut Pangeran Jagger setuju begitu saja.

__ADS_1


Pikiran Derren tidak bisa fokus pada pertemuan itu, matanya terus menatap menelisik Eleena yang tak bisa diam. Wanita dengan pesonanya sendiri itu terkadang memainkan jubah Pangeran Jagger mengibas - imbasnya, terkadang memainkan rambut panjang Pangeran Jagger bahkan terkadang menggelitik pinggang sang Pangeran membuat tatapan Derren tak teralihkan dari kenakalan - kenakalan Eleena.


Aku sedikit mengerti sekarang kenapa Jagger sangat terikat dengan wanita itu, pesonanya menarik perhatian setiap orang yang melihatnya sungguh luar biasa. Lihatlah Jagger, aku baru melihatnya tersenyum saat dijahili wanita. Menarik! Sungguh wanita yang mempunyai daya tarik! Batin Derren mengagumi sikap Eleena.


Degh!


Mata Derren membelalak saat Eleena membalas tatapannya dan tersenyum menggoda padanya, jantungnya seketika berdebar.


Apa aku salah lihat? Kenapa dia tersenyum padaku seperti itu?!


"Eleena," ujar Pangeran Jagger.


"Ya?"


"Sepertinya kita harus bermalam disini sebelum kita berangkat mencari tempat tersembunyi itu, aku harus menyatukan semua bagian - bagian peta bersama Tuan Derren. Kalau kamu ingin kembali ke Penginapan, pergilah bersama Andromeda."


"Aku ingin bersamamu, dimana pun itu. Kalau kamu ingin tidur disini, aku juga." Jawab Eleena yakin.


"Baik, sudah diputuskan. Kami akan menginap disini," ujar Pangeran Jagger dan ditanggapi dengan senang oleh para anggota Klan.


"Jagger, malam ini pasti akan terjadi sesuatu," bisik Eleena.

__ADS_1


Pangeran Jagger hanya terdiam, memikirkan apa yang akan terjadi malam nanti di sarang musuhnya.


__ADS_2