Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Sepertinya Anak Laki - Laki, Tendangan nya Sangat Kuat.


__ADS_3

Aku kembali All, karena komen kalian menggoyahkan iman-ku untuk off update karya ini dulu. Tapi awas ya, jangan bikin aku nyesek karena nggak ada yang komen lagi soalnya pas besoknya cek retensi bikin ngelus dada akohhhh 😢


Reader said🧘Yaelah Thor... pake ngancem segala, gue nggak komen like tapi tetap baca kok.


Author 😝 : Bomat wkwk. Ya udahlah, kuyyy lanjutkeun gaasss we lah 🤗😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pangeran masuk ke kamar Eleena, matanya membelalak melihat Eleena sedang merintih kesakitan memegang perutnya.


"Ada apa?" paniknya berlari mendekati Eleena, seketika perasaan cemas menghampiri.


"Sakit," rintih wanita itu.


"Mau melahirkan?" itu lah pikiran yang terlintas dalam kepala Pangeran.


"Bukan, anakku nendang dengan kuat sepertinya dia marah padaku karena belum memberinya makan," tutur Eleena sembari mengusap menenangkan anaknya di dalam sana.


"Menendang?"


Degh! Anakku sedang menendang! Euforia menghampiri hati Pangeran membuatnya seketika bersemangat.


"Iya," jawab Eleena.


"Apa masih menendang?" tanya Pangeran semangat.


"Masih," Eleena mengangguk, "Ini disini," ujarnya menunjuk perut sebelah kirinya yang sejak tadi anaknya tak bisa diam.

__ADS_1


"Boleh aku memegangnya? Aku ingin merasakan nya," pinta Pangeran yang tentu saja membuat Eleena terkejut.


"Kenapa? Ini bukan anakmu," balas Eleena.


"Aku hanya merindukan Eleena, entah dimana dia mungkin sepertimu sedang kesakitan karena tendangan putra kami," bibir Pangeran tersenyum lebar, tatapan matanya begitu teduh.


Eleena tersentuh, seolah membicarakan tentang dirinya adalah kebahagian bagi lelaki itu.


"Hmm, pegang saja sebentar. Sebelah kiri, dia malah semakin aktif. Mungkin dia juga merindukan Ayahnya yang belum bersama kami, jadi saat mendengar suara pria dewasa tendangan nya semakin aktif."


Pangeran terpana mendengar ucapan Eleena, apa benar begitu? Anaknya merindukan nya?


Dengan perlahan penuh kehati - hatian, tangan Pangeran mengelus perut Eleena. Benar saja, baru saja telapak tangan nya menempel pada perut seolah anaknya kegirangan di dalam sana gerakan anaknya malah semakin lincah.


"Aww, kenapa malah semakin kencang..." lirih Eleena.


Pangeran menyudahi aktifitas temu rindu dengan anaknya, merasa kasihan pada Eleena yang kesakitan meskipun dia masih ingin mengelus perut Eleena dan merasakan anaknya lebih lama lagi.


"Benarkah? Anda yakin?"


"Mau bertaruh?" Pangeran sangat yakin anaknya adalah laki - laki, Pangeran kecil calon penerusnya.


"Bertaruh? Apa taruhan nya?" entah kenapa Eleena malah meladeni Pangeran.


"Jika benar laki - laki, aku akan mengangkat nya menjadi putra angkat-ku. Putra angkat dari seorang Pangeran, saat lahir dia akan mendapatkan hak-nya karena menjadi anakku."


Dasar Pangeran gila! Kenapa dia mengangkat putra-nya sendiri! Pikiran bodoh itu terlintas di otak Eleena, sesaat dia tersadar jawabannya sudah ada karena Pangeran tidak mengetahui yang dikandung nya adalah anaknya sendiri.

__ADS_1


"Kau bodoh, Eleena," gumamnya.


"Apa yang kamu gumam kan? Jadi bagaimana, mau bertaruh?"


"Terserah Anda, Pangeran. Aku sekarang hanya ingin makan, bisakah Anda memanggil pelayan untuk membawa makanan."


"Astaga, aku lupa. Zarema, kemari lah."


Zarema masuk dengan menunduk, "Ya, Pangeran."


"Suruh Putri Dayana menyiapkan makanan untuk Nyonya Adelweise dan harus melayaninya, dia tau apa yang aku maksud dan tak akan menolaknya."


"Baik," ujar Zarema lalu membalikkan tubuhnya pergi keluar.


"Apa maksud Anda, Putri harus melayani ku?"


"Itu hukuman dariku untuknya karena telah mengganggumu, dulu saat dia menyakiti Eleena dengan memaksa menggugurkan kandungan, setelah Eleena pergi dariku... aku juga menghukum Dayana, aku melemparnya keluar agar tidur di taman semalaman dan membeku."


Apa?! Eleena shock, dia tak mengerti dengan sikap pangeran. Dia diberitahu oleh Guapo jika Pangeran dan Putri sangat rukun dan mesra, bahkan dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri. Namun sekarang, Pangeran mengatakan telah menghukum Putri karena berbuat jahat padanya, bahkan karena kejadian tadi? Tetapi kini dia sebagai Adelweise bukan Eleena, kenapa Pangeran masih memperhatikan nya berlebihan?


"Dayana akan datang kesini dan melayanimu, aku juga sudah menyuruhnya meminta maaf padamu."


"Ahh..." Eleena sudah tak bisa berkata - kata lagi.


"Makan yang banyak, Nyonya. Beri makan anakmu sampai kenyang," lalu Pangeran keluar dengan senyuman aneh terpoles di bibirnya.


Eleena melihat senyuman mencurigakan Pangeran, tunggu!

__ADS_1


"Kenapa aku merasa de ja vu mendengar ucapannya barusan. Beri makan anakku sampai kenyang katanya!"


Pangeran berjalan ke arah dapur, memerintah koki Istana secara langsung olehnya dan menyiapkan apa saja yang boleh dimakan. Bahkan para pelayan dibuat aneh melihat Pangeran di dapur Istana sangat sibuk, secara khusus mengawasi setiap hidangan yang akan disiapkan. Mereka seketika menduga, jika 'tamu' bernama Nyonya Adelweise ini sangat lah istimewa untuk Pangeran.


__ADS_2