Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Mampu Membuat Pangeran Bersedih.


__ADS_3

Santos selesai memberi instruksi pada Paman Patric dan Axton agar mau membujuk sang Nyonya, mereka tentu saja akan ikut membantu.


"Tuan Santos, apa ada kabar dari Andrian dan kedua anak itu? menurutmu Andrian takut untuk kembali kesini?"


"Belum ada kabar, tapi Pangeran sudah mengirim beberapa Pengawal untuk mencari dengan hati-hati agar Andrian tidak takut dan mau kembali ke Istana."


"Begitu."


"Sekarang mulai lah membujuk Nyonya."


Axton dan Paman Patric tak menunggu lama, dia ikut masuk ke Istana bersama Santos.


Tok... Tok.... Tok...


"Nyonya, ini kami. Paman Patric dan Axton."


Hening tak ada jawaban dari dalam.


Santos memijit keningnya, "Ah, panggil Nyonya seperti biasa."


"Aku akan coba," ujar Axton. "Elè, boleh aku dan Paman masuk? Elè, kakiku sakit dengan tongkat ini dan tak bisa berdiri lama. Kasihani aku--"


Ceklek.

__ADS_1


Pintu terbuka, Eleena berdiri di ambang pintu dengan wajah murung dan wajah tirusnya.


"Wajahmu!" seru kaget Paman Patric, sejak pertama melihat Eleena di bengkel senjata sampai kabur dari Istana meskipun selalu mengeluh karena sikap kasar Pangeran namun tak pernah sekali pun wajah Eleena seperti saat ini, seperti sudah kehilangan tujuan hidup.


"Masuklah, kaki Kak Axton akan lelah."


Eleena membalikkan tubuhnya berjalan menuju jendela, berdiri memandang kosong ke arah luar sana. "Kalian duduklah."


Setelah keduanya duduk, Paman Patric dan Axton saling berpandangan penuh arti. Lalu, Axton mengangguk.


"Begini, baja baru datang kemarin. Raja sebentar lagi berulang tahun, kami disuruh menyiapkan pecut baru untuk hadiah. Bisakah kamu membantu kami, kami kekurangan orang setelah Andrian dan Axe pergi."


Deg!


Paman Patric dan Axton sekali lagi saling bersitatap, sepertinya berhasil.


"Elè... Paman sudah tua, apalagi dengan kaki Axton, dia tak seleluasa sebelumnya. Pangeran Jagger memang tidak akan menghukum kami jika pekerjaan kami buruk, karena Pangeran sangat mencintaimu jadi Pangeran menghargai kami sebagai keluargamu. Namun, titah pembuatan pecut baru ini datang langsung dari pihak Istana Raja. Jika kami tidak bisa membuatnya, kami akan terkena hukuman. Minimal, 1 bulan penjara."


Kepala Eleena seketika menoleh ke arah Paman Patric dan Axton, dia berjalan mendekati mereka.


"Siapa yang berani menghukum kalian?! Aku akan bicara dengan Jagg--"


Perkataan Eleena terhenti, dia tak sadar ingin meminta Jagger membantu agar Paman Patric dan Axton tidak diganggu. Namun, dia masih belum bisa bicara dengan Jagger, tidak! Daripada bicara dengan lelaki itu lebih baik membantu membuat pecut itu!

__ADS_1


"Baiklah, tunggu aku datang. Aku harus bersiap dulu."


Akhirnya....


Paman Patric dan Axton tersenyum lebar, Paman Patric berdiri lalu menarik tangan mungil Eleena. "Kami akan menunggumu, ayo membuat pecut terbaik untuk Raja."


Eleena tersenyum tipis, senyuman untuk pertama kalinya setelah kejadian mengerikan itu. "Ya, Paman."


Setelah keluar dari kamar Eleena, keduanya dibawa Santos ke kamar Pangeran untuk mengabarkan berita gembira itu.


"Jadi, Eleena berkata akan membantu?"


"Ya, Pangeran. Kami akan membuat Nyonya bersemangat lagi," ujar Axton.


"Bukankah kamu mengatakan Eleena senang dipanggil Elè oleh kalian, jadi panggil saja dia seperti itu meskipun di depanku. Aku tak apa-apa."


"Baik, Pangeran."


"Sekarang persiapkan semuanya, apapun yang kalian butuhkan katakan dan minta pada Santos."


"Kami pergi," pamit Paman Patric.


"Ya."

__ADS_1


Benar saja, Eleena datang tak lama sejak pertemuan mereka di kamar. Sudah berpakaian dengan gaun sederhana dan mengikat rambut dengan model ekor kuda agar memudahkan dalam bekerja. Itu dandanan aneh di zaman itu, tapi setiap pelayan yang melihat tak berani mengusik sang Nyonya kesayangan Pangeran yang bahkan mampu membuat Pangeran bersedih karena amarah sang Nyonya.


__ADS_2