
Eleena duduk di kursi tempat para Lady, dia mulai percaya diri tak ingin merasa kerdil diantara mereka semua. Dia sangat yakin pada cinta Jagger padanya.
"Perkenalkan nama dan asal kalian," ujar Sekertariat Kerajaan.
Satu - persatu para Lady mengenalkan diri, yang paling menonjol adalah adik Selir Deborah bernama Lady Queensy. Semua persyaratan lengkap ada pada diri wanita berusia 16 tahun itu, tidak seperti usianya yang muda perempuan itu bahkan berperilaku dewasa seperti Eleena.
"Eleena, aku akan memanggilmu dengan nama itu. Tidak apa - apa 'kan?" seorang gadis ceria berusia sama dengan Eleena menyapanya dengan ramah bernama Lady Rabella.
Eleena senang dengan gadis yang ceria, dia mengangguk. "Tentu boleh."
"Sampai kamu diangkat resmi menjadi istri Pangeran, mari berteman," ujar Lady Rabella mengulurkan sebelah tangan nya untuk bersalaman.
Eleena menerima uluran tangan teman barunya, setidaknya dia tidak akan bosan di dalam Istana. Karena jujur, ia sudah merasa bosan dan ingin cepat pulang lalu menggoda putranya.
Tak terasa sore hari tiba, Eleena baru akan kembali dari kebun obat setelah berhasil mengumpulkan tanaman obat yang ada di soal ujian hari itu tapi dia dihadang di pertengahan jalan.
"Hei, Eleena si wanita pelacur!"
__ADS_1
Eleena di hadang oleh Lady Betsy putri Duke George yang kakak lelakinya di penjara karena kasus pelecehan dimana Eleena yang menjadi saksi.
"Ya?" Eleena sangat santai, dibalik gaun nya ada belati dan tongkat pedang. Dia hanya akan membela diri bukan menjadi penyerang.
"Ikat dia!" perintah Lady Betsy.
Zarema bersembunyi di atas pohon tertutup rerimbunan pohon, ia sudah ditugaskan menjaga calon istri Tuan-nya. Zarema masih membiarkan perilaku para Lady bangsawan itu, karena Pangeran memerintahkan agar dirinya tidak terlalu mencolok dan hanya akan menampakkan diri dan turun tangan jika nyawa sang Nyonya dalam bahaya.
"Sedang apa kalian?" muncul lah Lady Queensy lalu Lady Rabella.
"Jangan ikut campur. Aku tau kamu adik Selir Deborah, Selir kesayangan Raja. Tapi aku juga adalah Putri Duke George, posisiku lebih tinggi darimu yang putri seorang Marquis!" bentak Lady Betsy.
Lady Rabella sudah berada di samping Eleena, ingin membela temannya jika ada apa - apa.
"Aku bilang jangan ikut campur!" Lady Betsy mengangkat satu tangannya tinggi ingin menampar Lady Queensy.
Plakkk!
__ADS_1
Lady Rabella yang lebih dulu maju menampar Lady Betsy.
Terdengar tarikan nafas terkejut dari semua orang, siapa yang berani menampar Lady Betsy yang terkenal Lady manja dan kejam.
"Siapa kau?! Beraninya!" Lady Betsy memegang pipinya yang kena tamparan, melotot marah pada Lady Rabella.
"Aku teman Eleena, kenapa?!" bentak Lady Rabella berani, ia seorang putri Marquis seperti Lady Queensy.
"Siapa dia?" tanya Betsy pada salah satu temannya.
"Dia Lady Rabella, putri dari Marquis Hamlet. Dikabarkan dia pernah hilang karena berani kabur, sepertinya dia dan Eleena mempunyai kesamaan. Sama-sama putri pemberontak," jelas temannya.
"Cih! Hanya putri Marquis, beraninya! Aku akan mengadukan pada Ayahku!" geram Lady Betsy.
"Katakan saja, tapi apa kamu tidak sadar jika aku melaporkan pada kakakku Selir Deborah. Maka kamu juga akan dihukum," bela Lady Queensy.
Kini ada dua kubu yang saling beradu mulut, kubu Lady Betsy putri dari Duke George beserta 4 temannya. Kubu lainnya ada di pihak Eleena, yaitu Lady Queensy dan Lady Rabella. Sisa belasan Lady lainnya hanya menjadi penonton tak ingin ikut campur karena kebanyakan dari mereka hanya putri dari Earl dan Viscount. Bahkan Lady Matilda yang putri seorang Earl berada di antara pihak penonton.
__ADS_1
Zarema hanya memperhatikan dari atas, masih bersembunyi. Menjaga Nyonya-nya dalam diam, menjadi pengawal bayangan. Namun, dia merasa heran kenapa adik Selir Deborah membela sang Nyonya, padahal Selir Deborah terkenal selalu berlawanan dengan Ratu. Seharusnya Lady Queensy yang dipihak Selir Deborah melawan Nyonya Eleena karena sang Nyonya ada dibawah perlindungan Ratu.