Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Hukuman.


__ADS_3

Putri Dayana memahami tatapan dingin Pangeran padanya, wajahnya ketakutan.


Pangeran tak mengidahkan Putri Dayana lagi, dia berjalan maju mendekati Eleena yang berada di dekat Duchess George.


"Anda disini, Duchess?"


"Salam, Pangeran."


"Hmmm, jika Anda datang hanya ingin mempengaruhi atau memerintah bahkan berniat mengancam Nyonya Adelweise, sebaiknya jangan. Sikap Anda malah akan semakin memberatkan putra Anda, saya akan menambahkan tuntutan pada hukuman putra Anda dengan unsur pengancaman saksi. Anda bersedia?"


Mata Duchess terbelalak, wajahnya seketika menggelap. "Pangeran Jagger, aku mengenalmu sejak remaja. Kenapa kamu tega pada putraku?"


"Duchess George, dulu mungkin saya akan membiarkan perbuatan putra Anda. Tetapi, seseorang sudah merubah saya. Dengan pikiran - pikiran positif dan baik nya, saya terpesona akan kebaikan pada diri orang itu. Saya bukan Jagger yang dulu lagi, Duchess. Sebaiknya Anda menyerah, biarkan saya dan hukum kerajaan bekerja dengan adil."


Duchees George terdiam, sepertinya kedatangannya sia - sia.


"Santos! Kawal Duchess kembali ke rumahnya dengan aman."


"Tidak perlu! Aku tak membutuhkan sok perhatianmu!" Duchess berbalik badan masih dengan kesombongan nya.

__ADS_1


"Nyonya Adelweise, nanti kita bicara. Bisakah kamu keluar dari sini, ada yang harus aku bicarakan dengan Putri Dayana."


"Tentu, saya pergi," Eleena menoleh sebentar menatap tajam pada Putri Dayana lalu keluar dari kamar diikuti Zarema.


"Kalian juga pergilah, tinggalkan aku sendiri dengan istri-ku."


Lady Serena dan kepala pelayan Istana keluar dari kamar. Kini, hanya tinggal mereka berdua.


Putri Dayana memundurkan tubuhnya saat Pangeran maju mendekatinya, seketika tubuhnya berkeringat dingin.


"Kau sudah semakin berani, Putri. Apa kamu meragukan kekuasanku di Istana ini? Kamu memintaku untuk menghukum mu, lagi?"


"Aku sedang memikirkan hukuman apa yang pantas untukmu, hmmm.... Baiklah, hukuman mu harus mengurus Nyonya Adelweise seperti seorang pelayan. Lakukan dari sekarang!"


Putri Dayana shock, seorang putri bangsawan dan seorang istri dari Pangeran harus menjadi pelayan untuk seorang rakyat jelata yang hanya wanita desa. Ia menggeleng dengan kuat, "Aku tidak mau! Kamu jangan keterlaluan!"


Pangeran mencekal dagu Putri, "Tidak mau? Baiklah, kalau begitu aku akan memasukkan mu ke dalam kandang ular - ular peliharaanku. Hanya butuh satu gigitan, dan kau akan mati!"


"Tidak! Pangeran, aku mohon... aku salah... lepaskan aku. Hu... hu... hu..." Putri Dayana tak kuasa lagi menahan isak tangisnya.

__ADS_1


"Jadi, kau memilih hukuman yang mana?"


"Aku akan melayani Nyonya Adelweise, aku akan melakukannya. Hiks..."


Pangeran melepaskan cekalannya, "Pilihan yang bagus, tapi... jangan sampai berita kau melayani Nyonya Adelweise tersebar. Sumpal mulut para pelayan, kau pasti tau cara melakukannya."


Putri Dayana mengangguk.


"Minta maaflah terlebih dulu, kau merendahkan dan akan memukulnya tadi. Mengerti?" Pangeran masih belum melepaskan Putri.


"Aku mengerti, tapi kenapa kamu begitu membela wanita hamil itu? Tingkahmu aneh, Pangeran. Apa seleramu sudah berubah, dari pelacur seperti Eleena sekarang bernafsu pada seorang wanita hamil?!" tanya Putri Dayana berani.


Pangeran tidak marah, dia bahkan tersenyum. "Kau benar. Sekarang bahkan dengan wanita hamil, aku bergairah. Wanita hamil seperti Nyonya Adelweise, lebih menggairahkan daripada kamu. Ha... ha... ha..."


Dengan masih tertawa, Pangeran berjalan keluar dari kamar Putri mengejek keangkuhan seorang Putri Dayana yang selalu meng-agung agungkan kecantikannya.


"Jagger! Hari ini kamu sudah menginjak harga diriku, perasaanku yang pernah ada untukmu aku hanguskan detik ini juga! Aku membencimu, aku membencimu!" teriaknya marah.


Pangeran lalu masuk ke kamar Eleena, matanya membelalak melihat Eleena sedang merintih kesakitan memegang perutnya.

__ADS_1


__ADS_2