Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Kematian.


__ADS_3

Perasaan Derren was - was, ia mencemaskan Eleena. Padahal ia baru bertemu dan mengenal wanita itu belum lama, tetapi entah kenapa pikirannya terus tertuju pada Eleena.


"Aku takut Jaena benar-benar melakukan ucapan nya, aku takut terjadi sesuatu pada Eleena. Aku harus melihat situasi," Derren keluar tenda menyuruh pengawalnya mengikuti.


Degh!


Derren merasakan aura Jaena dari atas di salah satu pohon pinus tak jauh dari tenda Eleena dan Jagger. "Sebenarnya apa yang aku cemaskan? Eleena ada Jagger dan lusinan pengawal yang menjaga, tidak mungkin terjadi apapun pada wanita itu."


Namun, baru saja dia akan berbalik Darren melihat bibir Jaena bergerak seperti mengucapkan sesuatu.


"Sial!" Derren berlari sekuat tenaga ke arah tenda Eleena.


Para pengawal yang sudah bersiap dengan pedang nya, tiba - tiba tak bergerak seperti patung. Jaena sudah mengeluarkan mantra sihir terjahat nya yaitu melumpuhkan orang.


"Jaena! Jangan lakukan! Jangan sakiti Eleena!" Derren menerobos masuk ke dalam tenda Eleena, melihat Eleena masih bisa bergerak tidak seperti orang - orang di sekeliling yang mematung termasuk Jagger.


"Aku tidak mengirim mantraku padamu, Derren. Tapi kalau kau melindungi wanita hina ini aku tidak akan segan-segan menyakitimu!" teriak Jaena setelah masuk ke tenda Eleena.

__ADS_1


"Jangan! Jangan sakiti Eleena..." pinta Derren menghalangi tubuh Eleena dengan tubuh tinggi nya.


"Minggir! Ini juga akan menguntungkan mu! Tempat tersembunyi itu sangat dekat tinggal sebentar lagi, kau tidak memerlukan peta di tangan Jagger! Ayo kita cari berdua, Derren. Lalu, kita pulang ke klan dengan membawa kemenangan!" semangat Jaena.


"Tidak! Jangan membunuh siapapun untuk mendapatkan tempat itu! Aku bukan para Tetua yang tak perduli akan nyawa manusia. Jangan lakukan atau aku akan menyakitimu!" Ancam Derren masih melindungi Eleena di belakangnya yang masih shock melihat keadaan Jagger yang mematung diam.


"Jagger... Ja-gger... sadarlah..." lirih Eleena menggoyang - goyangkan tubuh kaku Jagger yang terbaring tidur di ranjang.


Eleena mencoba menusuk lengan Jagger dengan tongkat pedangnya seperti sebelumnya tapi itu gagal. "Jagger..." Eleena mulai menggigil ketakutan.


"Tidak!"


Darren tak mempunyai cara lain, agar tak banyak nyawa melayang dia harus melawan Jaena meskipun harus membunuh wanita itu.


Darren mencabut pedang dari sarung pedan milik Jagger, lalu maju menyerang Jaena. Wanita penyihir itu berhasil menghindar dan berlari ke arah Eleena dengan pedang nya sendiri. "Kau memang wanita penyihir Eleena! Sihirku bahkan tidak mempengaruhi mu! Aku bunuh kamu!!"


Trang!

__ADS_1


Derren lebih cepat sampai di depan Eleena, dia menahan pedang Jaena yang akan menusuk Eleena.


Trang!


Trang!


Jaena terdorong ke belakang, tiba - tiba mulutnya memuntahkan darah rasa sakit di dadanya menyerang Jaena. Ia menunduk ternyata dadanya telah tertusuk pedang Derren, tangan yang menggenggam pedang bergetar pedang pun terlepas dari tangannya. Tubuh Jaena merosot ke bawah, air mata keluar dari matanya. Jaena menatap penuh kesedihan pada lelaki yang dicintainya, ia tak percaya hanya demi wanita lelaki lain Derren benar-benar melukainya.


"Derren... aku tidak menyesal... aku... uhukk..." darah menyembur dari mulut Jaena. "Aku mencintaimu... aku sudah mempertahankan semuanya... demi kamu... aku..."


Brukkk! Tubuh Jaena terguling ke samping dengan mata yang masih terbuka.


Derren melempar pedang di tangan nya, berlari mengangkat tubuh Jaena yang terbaring. "Jaena... Jaena.. akhh... maaf... maaf..." Derren memeluk tubuh Jaena yang semakin dingin.


Dengan kematian Jaena, sihir pun hilang dan semua orang tersadar kembali. Tubuh Jagger bergerak, ia melihat Eleena yang menggigil ketakutan. "Sayang..." Jagger memeluk Eleena ke dalam pelukan.


Derren meratapi kepergian Jaena, wanita yang selalu berada di sisinya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2