Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Tanganmu Mempunyai Sentuhan Sihir, Eleena.


__ADS_3

Eleena seketika berwajah tegang, karena terpikat pengorbanan Pangeran untuknya dia melupakan Putranya.


"Kenapa? Wajahmu menegang?" tanya Pangeran.


"Aku sejenak melupakan putra kita, kau mengalihkan duniaku... ckkk... aku tidak percaya ini. Aku bukan wanita kemarin sore, aku sudah--"


Degh!


Eleena baru tersadar ocehannya membahayakan, dia menutup mulutnya.


Pangeran tak bertanya apapun, sepertinya Eleena tak ingin dia tau.


"Jangan khawatir, pengawal-pengawal pribadi ku bukan orang sembarang. Mereka sudah mengikuti Nenek Sarah, tidak akan terjadi apa-apa pada anak kita."


Eleena berpikir tentang kebaikan Nenek Sarah selama ini padanya, jika bisa dia tak ingin menyakiti wanita yang sudah mengurusnya meskipun hanya sandiwara.


"Pangeran, aku mempunyai sebuah permohonan."


"Jangan pernah memohon padaku, katakan kamu menginginkan nya dan aku akan selalu mengabulkan apapun keinginan mu."


"Hhhh... " Eleena mendesaah, "Aku tau kamu tidak bisa memaafkan Nenek Sarah dan Kakek Gerald. Tapi aku ingin kamu memaafkan mereka, lepaskan mereka. Sedangkan tentang Guapo, dia juga tidak pernah jahat padaku, tapi aku tau dia diluar jangkauan ku. Aku tidak bisa memintamu memaafkannya, hanya saja beri keringanan untuk hukuman nya jika dia tertangkap. Kamu juga tau, Guapo bukan orang jahat. Dia hanya menginginkan kehidupan rakyat khususnya klan-nya hidup dengan baik, dan membenci pemerintahan karena keadaan juga hasutan dari Pangeran ke -4. Aku harap kamu bisa memilih mana yang jahat untuk kebaikan... Dan jahat yang memang untuk kepentingan pribadi."


Pangeran menghembuskan nafasnya, "Aku akan menuruti keinginamu selama kamu berkata seperti ini bukan karena kamu menyukai Adonis, aku akan sangat cemburu."

__ADS_1


Eleena terkekeh melihat wajah Pangeran benar - benar cemberut seperti sedang cemburu. "Aku bersumpah, hanya menganggap Guapo orang baik. Ah! Aku baru ingat, kamu tau... Guapo juga pernah terkena racun, rambutnya memutih dan bahkan tangannya terbogol selama beberapa tahun. Itu saat aku pertama kali bertemu dengannya, aku lah juga yang berhasil membuka borgolnya hanya dengan seperkian detik, klik... terbuka!"


"Apa!" Pangeran tak percaya, ilmu hitam dan racun yang berasal dari Klan Ibunya begitu saja Eleena tembus bahkan hanya seperkian detik.


Eleena sudah sejak lama aku tau kamu wanita berbeda, tapi aku tak menyangka kamu bahkan mempunyai kemampuan mengalahkan ilmu dari klan ibuku! Siapa kamu sebenarnya?


"Ada apa, Jagger? Kenapa kamu kaget? Jangan katakan musuh yang memberi racun pada Guapo itu kamu?" Eleena menyipitkan matanya.


"Bukan sepenuhya aku yang melakukanya, itu seseorang dari klan Ibuku yang ingin melindungiku. Lagipula, Adonis juga memberi racun padaku. Racun yang membuatku seperti ba jingan wanita, itu racun darinya."


Kini Eleena benar - benar terperangah, tak menyangka akan terjebak diantara mereka berdua yang mempunyai sejarah buruk sejak lama.


"Uhukkk, aku tidak tau itu," tadi Eleena menyerang Pangeran karena menuduh memberi racun pada Guapo, sekarang kenyaatan nya Pangeran lah yang terkena racun dari lelaki itu.


"Sudahlah, aku kesal membicarakan lelaki itu," akhirnya Pangeran menghentikan pembicaraan tentang Guapo.


"Kita sudah sampai, ayo turun dan tetap hati - hati."


Anehnya Eleena tak memunyai perasaan takut, dia masih mempercayai kebaikan Nenek Sarah padanya adalah nyata. Dia sungguh bisa merasakannya.


Pangeran mengenggam tangan Eleena, berjalan ke sebuah rumah yang terlihat kecil tapi memanjang ke belakang. Tiba - tiba pintu ganda terbuka dari dalam, Adonis berdiri disana dengan Nenek Sarah yang sedang menggendong Pangeran kecil.


"Aku sudah menduganya saat anak buahku mengatakan kau tidak ikut pingsan karena racun, Eleena. Anak buahku tak bisa menculikmu, jadi kami hanya mendapatkan putramu," ujar Adonis dengan tatapan yang berbeda. Dulu ia selalu menatap penuh kasih pada Eleena tapi kini tak ada sedikit pun kelembutan dalam suara maupun tatapannya.

__ADS_1


"Guapo, jangan begini. Jangan libatkan putraku, aku tau kamu juga tak menginginkan menyakiti putraku. Aku percaya padamu--"


"Ha... ha... ha... Eleena. Kamu sungguh bodoh! Selama ini aku hanya memanfaatkanmu, Pangeran ba jingan ini pasti sudah mengatakannya padamu, bukan?"


"Serahkan Putraku, Adonis. Katakan apa yang kau inginkan dariku, tapi lepaskan anakku dan Eleena!" Pangeran maju.


"Wah! Bicara secara langsung! Kau bukan pria bertele - tele ternyata, tapi aku suka! Baik, kalau begitu serahkan ke - 5 bagian peta padaku. Aku berjanji tidak akan mengganggu putramu, hanya saja aku membutuhkan Eleena. Jadi... putramu dibayar peta dan Eleena. Bagaimana? Bukankan Putramu adalah calon penerusmu, yang sudah ditunggu - tunggu Raja dan semua Menteri?"


"Peta? Hmmm, maksudmu peta alumunium?" ujar Eleena.


"Wah Elรจ sayang, ternyata kamu juga mengetahui tentang rahasia peta ini. Menarik, jadi aku tak perlu menjelaskan banyak kenapa aku menginginkanmu Eleena."


"Aku tetap meminta kejelasan, kenapa kau membutuhkanku?"


"Karena kamu adalah orang yang diramalkan klan kami beberapa puluh tahun silam, sebuah ramalan yang mengatakan kedatangan seseorang dengan sihir di tangannya."


"Sihir? Aku?"


"Kamu berhasil membuka borgol Adonis yang diberi ilmu hitam oleh Klan ibuku dalam sekejap, tanganmu mempunyai sentuhan sihir, Eleena." Pangeran lah yang menjawab dan menjelaskan.


Akhirnya kini Eleena mengerti akan tujuan kedatangannya ke abad 16 ini, dia yang ahli membuat senjata akan menentukan kejayaan atau kehancuran di abad itu.


____

__ADS_1


JANGAN LUPA Like KOMEN NYA ALL, Alhamdulillah retensi nya naik tiap hari berkat kalian. Makasih.... bikin aku semangat nulisnya tiap hari ๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜



__ADS_2