
Eleena menghentikan kereta kuda saat melihat ada kemeriahan di sebuah bangunan, banyak orang berkerumun disana.
"Ayo turun, dan sembunyikan pedangmu itu," ajaknya pada Andromeda.
Andromeda kebingungan menyembunyikan pedang yang berada di tangan nya dan akhirnya hanya menyelipkan di pinggang ditutupi dengan jubah hitam nya.
Eleena merengsek maju dengan perlahan membelah kerumunan, di depan sana ada pergulatan.
"Hiaaaaa!!! Siapa lagi yang ingin melawanku?! Hadiah sekantong emas dan 3 kantong beras ini!"
Eleena berbisik pada orang disana, "Siapa yang boleh bertarung? Apa wanita juga?"
"Ya, wanita lelaki disini bebas." Jawab orang itu.
"Hm, begitu." Eleena menyenggol lengan Andromeda. "Bertarung lah, aku ingin mendapatkan emas dan beras itu."
"Untuk apa?"
"Kamu tidak lihat banyak pengemis di setiap jalan menuju kesini, aku akan membagikan hadiah itu pada mereka."
__ADS_1
"Anda tinggal meminta pada Pangeran," bisik Andromeda.
"Aku tau, aku juga punya beberapa kantong emas dari Ratu. Tapi aku ingin mendapatkan uang dari kerja kerasku," jawab Eleena sama berbisik nya.
"Lalu, saya yang harus bertarung? Bukankah saya yang bekerja keras?" tanya Andromeda bingung.
"Aku tidak bisa berkelahi. Aku akan membayarmu nanti, bagaimana?" bujuk Eleena.
"Nyonya, Anda ada-ada saja. Baiklah, saya tidak perlu dibayar jika ini bisa membuat Anda senang maka Pangeran akan ikut senang." Andromeda akhirnya setuju lalu membuka jubah dan menitipkan pedangnya pada sang Nyonya.
Andromeda menggulung lengan bajunya sampai ke siku, bergerak maju menuju ke tengah arena pertarungan di atas tanah yang luas.
Andromeda mengambil ancang - ancang, mengukur berat badan lawan bertarung nya untuk mencari titik lemah lawan. Dia maju mulai menerjang dengan tinjunya juga kakinya menendang mengeluarkan bela dirinya yang sudah terlatih.
Pangeran Jagger turun dari kudanya berdiri bersedekap tak jauh dari arena pertarungan, melihat Eleena yang berteriak menyemangati pertarungan Andromeda dengan semangat.
"Dasar, apa dia yang menyuruh Andromeda bertarung?" gumamnya.
"Sepertinya begitu, Pangeran. Andromeda bukan tipikal orang yang akan ikut pertarungan seperti ini," timpal Renerr.
__ADS_1
"Anda ingin melihat dari dekat, Pangeran?" tanya Zack.
Pangeran Jagger akhirnya maju mendekat merasa khawatir Eleena berdesakan dengan orang lain. Dia berdiri di belakang Eleena menjaga wanita itu, dengan pengawalan Zack dan Renerr di belakang.
Eleena masih belum sadar akan kehadiran Jagger di belakang nya, wanita dari dunia modern itu terus berteriak menyemangati Andromeda. "Ya! Hajar! Lihat kakinya! Itu kelemahan dia!" teriaknya.
Pangeran Jagger mengamati pertarungan, memang benar yang dikatakan Eleena kelemahan si pria gendut ada di kakinya. Tak lama Andromeda memenangkan pertarungan itu, menjatuhkan lawan sampai tak sadarkan diri.
"Yeahhhhh! Kita menang!" teriak Eleena berlari ke tengah arena memeluk Andromeda.
Tak jauh dari mereka, seseorang sedang memperhatikan karena mengenali wajah Pangeran Jagger. Dia yakin jika wanita yang baru saja berlari ke tengah arena adalah si wanita dengan tangan sihir. "Aku harus segera melapor pada Ketua."
Eleena membawa satu kantong emas di genggaman nya dengan seringai lebar, sedangkan Andromeda membawa ketiga karung beras di pundaknya.
"Kau tidak berat membawa 3 karung itu di pundakmu?" tanya Eleena.
"Tidak, saya sudah terbiasa saat latihan."
"Ayo sedikit berjalan kaki dan membagikan beras dan emas ini." Eleena segera membagikan pada pengemis - pengemis yang berada di sepanjang jalan. "Apa daerah kota ini miskin, kenapa banyak sekali orang - orang tak mampu seperti ini di jalan? Apa pengurus kota ini korupsi? Aku akan melaporkan pada Jagger agar dia menghukum nya!" kesal Eleena.
__ADS_1
Pangeran Jagger yang terus membuntuti tersenyum melihat rasa kemanusiaan Eleena pada rakyat, tidak salah mencintai wanita hebat seperti Eleena.