
...Di bab ini ada ada tentang hipnotis, aku pernah tulis di bab sebelumnya tapi lupa bab mana, cuma mengingatkan kembali tentang Dayana yang akan mendatangkan sepupunya yang ahli hipnotis 🙈...
..._________...
Hari Pernikahan tiba, Eleena sedang bersama kedua temannya di dalam kamar. Lady Queensy dan Lady Rabella terus mendampingi Eleena sejak pagi dan terus menggoda jika Pangeran kecil Axlone akan segera mempunyai adik melihat leher Eleena penuh dengan kemerahan.
"Kalian seorang Lady tapi ucapan kalian sangat... ckkk."
"Kamarmu sangat besar, aku akan melihat-lihat," ujar salah satu teman nya.
"Tentu, aku akan menyelesaikan riasan wajahku." Eleena tersenyum, masih tak menyangka dia akan menikah di dunia yang di masukin nya.
Dengan niat jahat yang sudah tersusun karena keinginan Lady Dayana, si wanita dengan kekuatan hipnotis itu dengan cepat mengambil gaun dalam Eleena lalu menyembunyikan ke dalam gaun nya sendiri.
"Sudah selesai?" tanya si wanita penghipnotis.
"Apa cantik?"
"Luar biasa."
"Ayo, saatnya keluar."
Mereka bertiga pun keluar, Zarema menunduk memberi hormat diluar pintu. Lalu ikut mengiringi sang Nyonya menuju ruang pernikahan yang sengaja diadakan di Istana Pangeran.
Namun, saat menunggu kedatangan Pangeran Jagger. Pangeran terlambat datang hampir 10 menit, tiba-tiba perasaan Eleena tak enak.
"Zarema, bawa aku ke kamar Pangeran. Aku akan memeriksanya sendiri, firasatku tak enak," bisik Eleena.
__ADS_1
"Tunggu, Lady Queensy dimana Lady Rabella?" Eleena tak melihatnya.
"Entahlah, aku terlalu fokus padamu." Lady Queensy menggeleng.
"Zarema, ayo." Tanpa memperdulikan semua orang yang sudah hadir, Eleena membalikkan tubuhnya mengangkat gaun pernikahan nya setengah berlari keluar dari ruangan menuju kamar Pangeran Jagger.
Saat dia datang, semua mata para pengawal termasuk Santos tertegun. Benar-benar seperti melihat hantu. "Nyonya, Anda disini? Lalu yang tadi datang, siapa?"
"Gawat!" Santos segera siaga, dulu pernah satu kali Pangeran Jagger terkena ilmu hipnotis dan itu tidak berakhir dengan baik. Santos ingin mendobrak pintu kamar, tapi ternyata pintu kamar terbuka dan tidak terkunci.
"Kalian tunggu disini!" Eleena menerjang masuk, matanya merotasi setiap sudut ruangan kamar Pangeran yang luas dan megah. Baru saja melangkah mendekati ranjang, suara rintihan nikmat dari dua orang yang mendesaah terdengar.
Langkah Eleena terhenti, kakinya terasa berat ingin melangkah lagi tapi tak berani. Namun, suara errangan dan lenguhhan semakin jelas terdengar, Eleena menguatkan hatinya merengsek maju mendekati ranjang yang tertutup tirai putih tipis.
Sret!
Eleena menyibak tirai dengan sekali sentakan, matanya membelalak tak percaya. Di atas ranjang, Pangeran Jagger sedang bercumbu dengan temannya sendiri, Rabella.
"Jag... ger..." lirihnya.
Gerakan Jagger menyetubuhi Rabella terhenti, kepalanya menoleh ke samping ranjang. Tubuh telanjangnya seketika kaku, lidahnya kelu. "Elee... na..."
"Jagger! Aku Eleena! lihat kesini!" teriak Rabella dari bawah tubuh Jagger.
Kepala Pangeran Jagger berbalik kembali ke bawah, wajahnya kebingungan.
Dada Eleena kembang kempis menahan amarah, teman yang dia percaya ternyata tak lebih dari wanita ib lis yang ingin menghancurkan hubungan nya dengan Jagger. Sudut mata Eleena mengenali gaun tidur yang dipakai Rabella, itu gaun nya.
__ADS_1
"Apa kau menghipnotis Jagger! Wanita ja lang!" Eleena maju naik ke atas ranjang memisahkan tubuh menyatu Jagger dan Rabella, mendorong dengan kuat tubuh Rabella hingga tubuh wanita itu tersungkur ke lantai.
"Jagger! Sadar! Ini aku!" air mata sudah lolos dari mata Eleena, rasa sakitnya tak bisa tertahankan lagi.
"Dia bohong! Aku lah Eleena! Kau merasakan tubuhku bukan! Kau menikmatinya!" teriak Rabella dari bawah.
"Aku akan membunuhmu, ja lang!" Eleena turun dari ranjang, menginjak perut Rabella menarik tongkat pedang nya dari belitan di dalam gaun nya.
Jleb!!!
Ujung pedang menusuk jantung Rabella, menusuk semakin dalam. Mata Rabella melotot tak percaya dengan yang terjadi padanya.
"Arghhhh! Ti... dak..." itu adalah suara terakhir Rabella hingga suara nafasnya tak terdengar lagi.
Para pengawal yang masuk bahkan terkesima, melihat situasi mengerikan di dalam kamar.
Saat Rabella mati, hipnotis juga ikut hilang. Pangeran Jagger mengerang, memegang kepalanya. Matanya lalu tertuju pada Eleena yang berada di atas tubuh telanjang Rabella yang hanya terbelit gaun tidur tipis, dengan tubuh bersimbah darah.
Jagger akhirnya tersadar, dia melihat tubuhnya sendiri yang juga telanjang. "Tidak! Eleena... aku..."
Eleena berbalik, tapi tatapan matanya kosong menatap Jagger seolah tak melihat siapapun. Tangannya masih berlumuran darah, wajah serta gaun putih pengantinnya ternoda percikan darah Rabella.
"Aku membunuhnya... aku membunuhnya... aku membunuh orang..." racau Eleena dengan tatapan kosongnya.
Jagger menarik selimut menutupi tubuhnya, lalu turun dari ranjang memeluk Eleena ke dalam pelukan. "Aku yang salah, aku salah... aku tidak hati-hati... Eleena..."
Jagger mengelus kepala Eleena menciuminya, "Tidak apa-apa, ada aku... dia pantas kamu bunuh... tidak apa-apa..."
__ADS_1
"Aku membencimu... aku membencimu... aku membencimu!!!!!" teriak Eleena lalu mendorong tubuh Jagger. Dia berlari keluar menerobos semua orang yang masih terkesima dengan apa yang dilihat mereka di depan mata.
"Eleeenaaa!!!"