
Eleena memakai gaun tidur tipis dengan bertelanjang kaki tanpa alas, berjalan di lorong temaram.
"Lady Eleena, sedang apa kamu disini? Ini menuju kamarku, apa kamu tersesat?" tanya Derren keluar dari kamar karena mendengar suara kaki berjalan sangat ringan seperti mengendap.
Langkah Eleena terhenti, dia mengucek matanya. "Jagger?"
"Bukan, aku Derren."
"Derren, si Ketua yang sangat tampan itu?" gumam Eleena namun terdengar jelas oleh Derren.
"Ekhm," Derren salah tingkah, "Apa aku tampan?"
"Ah, jadi ini kamu Ketua. Dimana kamarku? Aku harus bersama Jagger, hoammm..." Eleena menguap tanpa etiket seorang Lady, dia merentangkan kedua tangan nya lebar.
Mata Darren tak berkedip menatap dada Eleena yang menon jol menggoda dari dalam gaun tidur, susah payah dia menelan saliva-nya.
Tidak! Tidak! Dia adalah wanita Jagger! Aku tidak boleh menyentuhnya! Tidak! Tahan!
"Tuan, bisa bawa aku ke kamar ku lagi. Aku sangat mengantuk..." suara Eleena terdengar lembut menggoda.
"Aku akan membantumu, boleh aku memegang tanganmu?" tanya Derren.
Eleena menganggukkan kepalanya. Darren menarik pergelangan tangan Eleena dan malah membawanya ke kamar nya. Jaena tidak ada di kamar, sedang melakukan misinya mencari kesempatan untuk menyihir Jagger agar bisa mengambil ke -6 bagian peta dari tangan sang Pangeran.
"Apa ini kamarku?" tanya Eleena setengah tak percaya, ia berjalan ke arah ranjang.
__ADS_1
"Kenapa? Apa berbeda?" Derren mengikuti begitu saja setiap langkah Eleena seolah wanita itu mempunyai magnet agar dirinya selalu mendekat.
"Lalu, dimana Jagger? Dia tidak ada di ranjang?" Eleena menguap kembali, lalu menjatuhkan tubuhnya di aras ranjang menutup matanya berniat tidur.
Derren terkekeh geli melihat kelakuan wanita itu, benar - benar wanita menarik, kenapa seperti gadis kecil mudah sekali percaya pada orang yang baru bertemu.
Lelaki itu duduk di tepi ranjang, menatap wajah mungil wanita yang tidur di ranjangnya. Tangan nya terangkat ingin mengelus pipi Eleena, namun ia terkejut sepasang mata bermanik kebiruan itu menatapnya tajam.
"Mau apa kamu?" Eleena membuka sepasang matanya tepat saat Derren akan mengelus wajahnya.
"A-aku, hanya ingin membuang sesuatu yang menempel di wajahmu, Lady Eleena."
Eleena sekali lagi mengucek matanya, tatapan nya merotasi ruangan yang asing. "Dimana aku?"
"Aku harus pergi, Jagger pasti mencari ku. Maaf, aku salah masuk ke kamarmu." Eleena turun dengan cepat dari ranjang Derren, berlari keluar.
Bruk!!
Diluar Eleena bertabrakan dengan Jaena, Eleena meringis kesakitan.
"Kamu! Apa yang kau lakukan di kamar Derren?!" bentak Jaena mencekal lengan Eleena sampai Eleena berteriak kesakitan.
Derren mendengar teriakan Eleena dari dalam kamar, dia berlari keluar melihat Jaena sedang menyakiti Eleena.
"Jaena! lepaskan...!!! Apa yang kau lakukan padanya?!" Derren mendorong tubuh Jaena menarik tubuh Eleena ke dalam pelukan nya.
__ADS_1
Tubuh Eleena bergetar, "Aku salah apa? Kenapa dia membentakku? Dia juga menyakitiku, lihat kukunya menancap ke lenganku sampai berdarah," suara Eleena bergetar, ia memasukkan kepalanya ke dada Derren namun bersorak dalam hatinya.
Bakat aktingku lumayan juga! Hahaha!
"Jaena!!! Kau!!"
"Ada apa ini?!!!" Jagger mendekat dengan langkah tegap dan wajah menggelap.
Eleena segera melepaskan diri dari pelukan Derren, berbalik berlari ke dalam pelukan Jagger. "Huhuu... Jagger... aku tidak salah. Aku hanya ingin kembali ke kamar... tapi... tapi..."
"Apa yang terjadi disini?!" Pangeran Jagger menatap dingin ke arah Derren.
"Sepertinya ada kesalahpahaman, Jaena tak sengaja menyakiti Lady Eleena. Aku yang akan memberi hukuman pada Jaena," Derren menarik lengan Jaena dengan kasar membawa masuk wanita itu ke dalam kamarnya.
Brakkk!!!!!
Pintu kamar Derren tertutup.
Eleena mencuri pandangan ke arah Jagger dari pelukan lelaki itu seraya tersenyum, tapi wajah Jagger tetap menggelap menatap kekasihnya dengan kesal.
"Hehe..." Eleena hanya terkekeh melihat kemarahan Jagger.
Tanpa bicara Jagger mengangkat tubuh mungil Eleena memasukkannya ke dalam dekapan, menghela nafas pasrahnya karena Eleena benar - benar melakukan idenya untuk membuat Derren dan Jaena si penyihir bertengkar.
Di dalam kamar Derren dengan nafas memburu baru saja menampar wajah Jaena, amarah menguasainya. Jaena menatap Derren dengan mata dingin membelalak tak percaya, hanya demi wanita seperti Eleena, wanita yang merengek seperti anak kecil hanya karena luka sedikit, Derren berani menamparnya!
__ADS_1