
Brakkkkk !!!
Putri Dayana membuka pintu kamar Eleena dengan keras, dadanya kembang kempis menahan amarah. Bagaimana tidak marah, kabar dirinya yang akan diceraikan sudah sampai di telinganya, terlebih dia mendengar dari mulut - mulut para pelayan.
Saat mencari keberadaan Pangeran di kamar, mata nya langsung disuguhkan pelukan mesra suaminya dengan Eleena di atas ranjang, saling bercumbu bahkan tidak berhenti meskipun dirinya mendobrak masuk.
"Pangeran, aku ingin bicara dengan mu!"
Pangeran tak menggubris omongan Dayana, dia terus menciumi ceruk leher Eleena membuat Eleena terus terkikik geli.
Darah Putri memanas, tapi tak bisa berbuat apapun. "Pangeran, aku mendengar kamu ingin menceraikan ku, apa benar?"
Baru lah Pangeran menghentikan tingkah nya menggoda Eleena, menatap tajam Putri Dayana masih sambil memeluk Eleena dalam pelukannya.
"Lalu? Baguslah kalau kau sudah tau! Aku tidak ingin bicara denganmu, kau tidak lihat aku sedang bersama calon istriku! Pergilah!"
Tubuh Putri Dayana terhuyung, "Calon istri?"
"Hmm, calon istri dan hanya akan menjadi istriku satu - satunya!" tegas Pangeran.
"Tidak! Jagger! Aku akan menerima Eleena jadi istri keduamu, tapi jangan ceraikan aku! Aku akan dipermalukan semua orang, aku... aku..."
Pangeran berbisik di telinga Eleena, "Aku harus bicara dengannya, kamu nggak apa - apa aku keluar bersamanya?"
"Pergilah, aku gila jika cemburu pada wanita seperti dia," balas Eleena sama berbisiknya.
"Kheee... he..." Pangeran terkekeh lalu mencium bibir Eleena lembut bahkan dengan sangat lama.
Putri Dayana mengeratkan kepalan tangannya, dia berjanji pembalasan akan datang darinya.
__ADS_1
Pangeran turun dari ranjang, berjalan melewati Dayana terus melangkah keluar menuju ruangannya. Tadinya dia masih akan menunggu beberapa hari lagi untuk membongkar pengkhianatan Dayana, tetapi sepertinya ini sudah saatnya.
"Santos, bawa lelaki itu kesini!"
"Lelaki apa?!" tanya Putri Dayana berfirasat aneh.
"Menurutmu? Dia adalah lelaki yang telah memuskan mu di ranjang, Dayana..."
"Tidak! Aku tidak mengerti apa yang kau katakan Jagger!" Dayana hendak kabur dari ruangan itu tapi pintu dikunci dari luar.
Dugh!
Dugh!
Dayana menggedor - gendor pintu dengan keras.
"Aku mohon! Buka! Biarkan aku keluar!"
"Ckkkkk, kau sudah menikmati berselingkuh dariku tapi sekarang kau ketakutan. Dimana nyali mu itu saat berani tidur dengan lelaki lain?" ledek Pangeran.
"Jagger, a-aku... sekali ini saja lepaskan aku," Dayana sudah lemas tak bertenaga, dia tau Jagger akan mengulitinya sampai habis.
"Kemarilah, kita harus bicara bukan?" ujar Pangeran tenang.
Dayana membalikkan tubuhnya, menyeret kakinya yang lemah mendekat ke tempat Jagger sedang duduk.
"Berapa kali kau pergi dari Istana dan bertemu diam - diam dengan lelaki pelatih dansa itu?"
Dayana menggeleng kuat, "Hanya satu kali, itu hanya kesalahan. Aku saat itu sedang mabuk dan terbawa suasana, aku jujur! Aku tidak bohong!"
__ADS_1
"Percuma kau berbohong, lelaki itu sudah berjanji akan bersaksi di pengadilan kalau kau sering bertemu dengannya. Kau tau 'kan hukuman apa untuk istri dari seorang Pangeran yang berselingkuh? Di jauhkan dari masyarakat dan dikucilkan, dan dalam kasusmu kebangsawanan-mu akan dilepaskan."
"Jangan! Jangan membuatku malu, aku mohon jangan bawa ini ke pengadilan. Aku mohon, seluruh keluargaku akan mengusirku. Jagger... hiks..."
Pangeran menyatukan kedua tangan nya di depan dada, bersedekap. "Apa kamu meminta keringanan?"
"Aku minta pengampunan mu, aku akan bercerai darimu dengan sukarela. Jangan libatkan perselingkuhanku, aku mohon..."
"Baik, dengan satu syarat."
"Aku akan melakukannya, syarat apapun itu!" Dayana maju lalu sujud di lantai di depan Pangeran sedang duduk, dia memegang jubah Pangeran seolah itu adalah satu - satunya penyelamatnya.
"Aku ingin kau menyebarkan berita tentang Eleena, katakan pada semua orang jika Eleena bukan seorang pelacur tapi putri dari seorang Earl. Meskipun kedudukan Earl sangat jauh dibawah dari seorang Duke, kau harus berusaha mempengaruhi para Bangsawan untuk bisa menerima Eleena dan tidak ada yang akan berani menghina Eleena. Kau mampu?"
Pangeran hanya ingin para Bangsawan mendukung pernikahan nya dengan Eleena, meskipun pemikiran mereka tidak penting untuknya dan Eleena tapi dia hanya ingin Eleena bahagia disaat menunggu pernikahan mereka dan tidak menggunjingkan Eleena.
"Aku mampu, aku akan melakukannya," Dayana semakin menggengam erat ujung jubah Pangeran.
"Pembicaraan kita sudah selesai, pergilah. Jangan berbuat macam - macam yang bisa menyakiti Eleena, ini adalah kesempatan terakhirmu. Di masa depan sekali lagi kau membuatku murka, bukan hanya harga diri dan kehormatan mu tapi nyawamu yang akan melayang!"
Dayana melepaskan cekalan tangannya di jubah Jagger, rasa bencinya semakin dalam. Akan ada waktu baginya membalaskan dendamnya.
_______
Lebaran libur UP ya 🤗🙏🏻 Emak - emak yang sama kayak aku, met masak meriweh di dapur...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga silaturahmi kita semua terus terjaga. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim 🤗🙏🏻
__ADS_1