
Pangeran Jagger sudah mempersiapkan gaun indah untuk Eleena memasuki Istana Kerajaan 2 hari lagi, dan hari ini Pangeran dan Dayana resmi berpisah.
Dayana mengatakan pada keluarganya jika itu murni kemauan nya untuk berpisah, ia tidak berani menjelekkan Pangeran Jagger atau pun Eleena. Dayana malah terus menerus menyanjung Eleena pada semua orang.
Meskipun Dayana diasingkan oleh keluarganya karena keluarganya menganggap dia noda hitam yang mencoreng nama baik keluarga karena gagal menjadi istri seorang Pangeran, tapi setidaknya itu lebih baik daripada ia tidak dipermalukan karena berselingkuh. Stigma istri pengkhianat sangat buruk untuknya.
Di kamar Eleena, Pangeran sedang merayu wanita itu untuk meminta jatah. Sudah lebih dari 10 hari Eleena melahirkan, dia sudah tak bisa menahan hasratnya lagi. Si king cobra nya sudah tak sabar ingin menyuntikkan racun neurotoksik ke dalam rahim Eleena.
"Elè... ayolah," rengek Pangeran.
Eleena sedang merajut syal untuk Pangeran Jagger, dia diberitahu akan ada banyak pelatihan di Istana Kerajaan dan salah satunya merajut. Meskipun berat bagi wanita sepertinya yang lebih suka pada senjata, namun ia adalah orang yang selalu bersemangat belajar hal baru, alhasil setelah 5 hari belajar merajut ada sedikit kemajuan.
"Kamu tidak lihat aku sedang apa?!" cuek Eleena.
"Itu bisa menunggu nanti, setelah kamu melahirkan aku menyuruh tabib Istana memberikan obat terbaik. Aku tau dari bibi Weni sejak kemarin kamu sudah tak berdarah lagi, jangan membuatku menunggu lama lagi."
"Bibi Weni tidak bisa dipercaya, kapan dia akan pro padaku," gerutu Eleena, tapi akhirnya melihat wajah kesakitan Pangeran ia menaruh rajutan di tangannya di atas nakas kecil di pinggir ranjang.
"Apa hari ini sudah waktunya kamu minum racun dan mandi es?"
__ADS_1
Pangeran mengangguk begitu menyedihkan, kulit di seluruh tubuhnya mulai memerah, "Sayang, kasihani aku..."
"Kemana Pangeran angkuh dulu, kenapa kau berubah jadi kucing menyedihkan. Ckkkk..."
Meskipun dengan ledekan dan gerutuan nya, Eleena mulai membuka gaun nya tapi tangannya sengaja berlama - lama.
Pangeran yang sudah tidak tahan menarik gaun sampai sobek dengan sekali tarikan.
"Pangeran !!"
"Gaun banyak di lemarimu, bahkan aku akan terus memberikan gaun - gaun indah setiap hari," Pangeran melempar gaun sobek itu asal.
Si ular cobra sudah membengkak, "Aku sudah tak tahan, bisakah lebih cepat."
Eleena memutar bola matanya, ingin perlahan menggoda Pangeran nyatanya hasrat pria itu membutakan semuanya.
"Oke, oke." Dengan sekali sentakan Eleena menarik gaun tipis dari tubuhnya lalu melemparnya.
"Kamu ingin posisi bagaimana?" tawar Eleena seraya naik ke atas ranjang, Pangeran bahkan sudah bertelanjang sejak tadi.
__ADS_1
"Aku memang sudah tak bisa menahannya tapi ini percintaan kita pertama untuk kalinya, aku ingin memuaskan mu, Putri Eleena." Pangeran lalu menarik tubuh kecil Eleena dan menindihnya di bawah tubuh raksasanya.
"Kamu yakin ingin memuaskan ku? Aku akan banyak permintaan, hmmm..." Eleena mengingat ketika dia selalu bersama lelaki gi go lo nya di dunia sana. Di dunianya dia tidak mempercayai cinta, hanya memuaskan dirinya dengan para lelaki sebatas bayaran saja.
"Apa ada yang aku tidak bisa? Apa kamu meragukan ku sayang?" sebelah alis Pangeran naik, merasa tertantang.
"Tentu saja, di duniaku... kamu ibarat kepompong yang belum keluar. Lain kali aku akan membuat alat - alat untuk memuaskan kita di atas ranjang. Sekarang, mari kita nikmati saja percintaan kita untuk pertama kalinya. Mari bercinta..." Eleena menyerang Pangeran, mengigit bibir lelaki itu lalu menyesssap bibirnya dalam. Biasanya para lelaki suka dengan keagresifan wanita, dan benar saja belum memasuki intinya Pangeran sudah mengerrang.
Nanti aku akan membuat cambuk lembut, mainan borgol, topeng - topeng kucing sepertinya lucu...
Seketika pikiran Eleena untuk membuat alat - alat sexs untuk variasi di atas ranjang tertelan oleh errang kenikmatan nya. Ternyata Pangeran menepati omongannya, memuaskan tubuh Eleena tanpa pernah Eleena duga akan dilakukan seorang Pangeran pada seorang wanita.
Setelahnya Eleena kelelahan, tubuhnya lemas dan berada dalam pelukan Pangeran.
"Putri Eleena, apa kamu puas dengan pelayanan ku?" Pangeran mengulum bibirnya sembari terkekeh, melihat tubuh Eleena menggelinjang terus menerus di bawah kungkungan nya sepertinya Eleena memang sangat puas.
"Hmmm, aku ngantuk Jagger. Diam lah..." suara Eleena sangat serak, Pangeran memang membantai habis tenaga dan gairahnya. Tak henti - hentinya ia berteriak nikmat, ada sedikit rasa malu.
"Tidurlah..." Pangeran Jagger mengelus rambut Eleena dengan teramat lembut seolah takut wanita dalam pelukan nya akan menghilang kembali darinya.
__ADS_1