Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Aku Harus Membalas Kesakitan Eleena.


__ADS_3

Eleena memijit keningnya pusing melihat perdebatan tentang siapa dengan gelar paling tertinggi, apalagi itu berawal dari dirinya. Dia merasa telah terjebak ke dalam sebuah drama yang ia tonton di masa depan, drama Kerajaan sebuah film Turki tentang abad kejayaan. Film Sultan Sulaiman, Khalifah Turki yang sangat populer.


"Halo teman - teman, bisakah kita damai sekarang. Jangan membuat keributan jika itu hanya akan merugikan diri sendiri, betul tidak?" Eleena menengahi.


"Ini semua gara-gara kamu, Eleena! Kami sudah lama dijanjikan akan menjadi calon istri Pangeran Jagger saat Lady Dayana belum juga hamil, setidaknya kami semua masih mempunyai kesempatan untuk menjadi istri baru Pangeran Jagger . Tapi kini karena kamu, bahkan kami tidak mempunyai harapan. Andai saja kau mati!" teriak Lady Betsy.


"Hmm, aku--"


"Cukup!"


"Salam, Ratu."


"Ada apa ini? Waktu ujian kalian sudah lewat, kenapa belum kembali ke ruangan? Para Juri sedang menunggu." Ratu dari jauh sudah mendengarkan perdebatan mereka, namun bukan hal baik jika dia hanya memihak Eleena meskipun Eleena ada di bawah perlindungan nya.


"Kami akan kembali, Ratu." Lady Betsy melirik ke semua temannya, lalu pergi lebih dulu dari sana.


Para Lady yang menonton pun ikut keluar dari sana, diikuti Lady Queensy dan Lady Rabella. Sedangkan Eleena masih berdiri disana ingin menjelaskan yang terjadi pada Ratu.


"Ratu, aku ingin menjelaskan situasi tadi."


"Pergi saja bersama yang lain, aku sudah mendengar dan melihat semuanya. Aku tau bukan kamu yang memulai."


Eleena mengangguk, akhirnya ikut pergi dari sana menuju ruang ujian.


Di dalam ruangan para Lady memijit kaki mereka karena kelelahan setelah berkeliling kebun yang luas, sesekali memukul - mukul kecil bahu mereka.

__ADS_1


"Besok aku tidak akan datang lagi, aku tau hasilnya sama. Aku bodoh jika terus mengikuti ujian melelahkan seperti ini," ujar salah satu Lady menyerah.


"Aku juga, hhhh... capek sekali." Timpal satu Lady lagi.


"Sama, aku juga menyerah."


Sekitar 7 Lady mengajukan pengunduran diri dari pemilihan, Juri dari Istana mencoret nama mereka.


Eleena menghitung Lady yang tersisa, tinggal 9 Lady lagi.


"Kalian semua boleh pulang, besok ujian kedua."


Eleena bangkit dari kursinya, berjalan kelelahan sama seperti yang lainnya. Mungkin ia belum lama melahirkan, kondisi fisiknya sangat lemah.


ISTANA PANGERAN.


Saat Eleena baru masuk ke pintu depan Istana, Pangeran Jagger sudah menunggunya. Dia sudah mendengar laporan dari Zarema, tentang semuanya.


"Kamu pasti lelah, aku akan menggendongmu." Pangeran menggendong Eleena dalam pelukannya.


Eleena tak menolak, dia menyandarkan kepalanya ke dada Pangeran lalu menutup matanya yang sudah merasa ngantuk.


Pangeran melihat Eleena tertidur, pasti itu hari yang berat untuk kekasihnya. "Kamu sudah berusaha semampu mu bahkan tanpa ingin bantuanku, terima kasih Eleena."


Pangeran membaringkan tubuh kelelahan Eleena di atas ranjang, mengecup keningnya lalu menyelimutinya.

__ADS_1


Setelah itu Pangeran keluar menuju ruangannya, memeriksa daftar nama - nama Lady yang mendaftar termasuk Matilda.


"Kamu sudah mendapatkan fakta-fakta tentang kehidupan Eleena saat menjadi putri Earl Paul?" tanya Pangeran pada Zack.


"Hanya sedikit Pangeran," timpal Zack.


"Ceritakan saja."


"Nyonya Adelweise putri ke -6 dari Earl Paul dari seorang pelayan. Saat usia Nyonya 9 tahun, Ibu kandung Nyonya meninggal. Tapi karena seorang putri keturuan Earl Paul akan menguntungkan karena mempunyai tanda keperawanan, jadi Earl merawat Nyonya meskipun anak dari pelayan. Saat remaja Earl Paul bisa menikahkan putrinya dengan harga yang memuaskan. Termasuk Nyonya Adelweise yang akan dinikahkan dengan seorang Count bernama Count Elton. Tapi saat Count Elton datang ingin memeriksa tanda keperawanan Nyonya Adelweise, Nyonya kabur dari rumah dan kembali lagi setelah Nyonya mengaku sudah bukan perawan lagi."


"Sudah bukan perawan lagi? Kapan itu?"


"Di hari saat Anda bersama Nyonya," jawab Zack yakin.


"Kamu yakin?" ada kegembiraan dalam suara Pangeran, ternyata dia pria pertama Eleena.


"Sangat yakin, Pangeran."


"Lalu, kenapa Eleena tidak tinggal lagi di rumahnya?"


"Saat pulang setelah bersama Anda, ketika pulang Nyonya dicambuk Earl Paul lalu diusir dari rumah."


"Hm, dugaanku benar saat mengatakan Eleena dicambuk Ayahnya. Zack, aku harus membalas kesakitan Eleena 'kan?" tatapan Pangeran menggelap.


Zack mulai merasa kasihan pada keluarga Earl Paul, sepertinya balasan dari Pangeran tidak akan ringan.

__ADS_1


__ADS_2