
Esok harinya Pangeran Jagger menebalkan wajahnya yang malu karena ia sadar saat semalam berteriak meminta ampun para pengawal nya mendengar teriakannya. Itu sudah pasti!
"Ekhm, jadi kamu mempunyai ide Andromeda atau kau Renerr?" tanya Jagger pada kedua pengawal dengan bela diri level tinggi dan kedua kepercayaan Jagger dalam pencarian bagian - bagian peta.
"Kita sebaiknya menyelundupkan seseorang ke dalam klan-nya atau mungkin memberikan sesuatu yang di inginkan sang Ketua," sahut Andromeda si wanita pengawal.
"Nama si ketua?"
"Tuan Derren, sudah menjadi ketua sejak usianya 16 tahun. Sekarang usianya 27 tahun, sudah banyak ketua-ketua dari klan lain takut padanya."
"Apa dia jahat?" tanya Eleena ikut nimbrung.
"Tidak juga, dia dikenal ketua yang adil dan bijaksana. Namun, seperti Tuan Adonis dia tidak suka pemerintahan sekarang bahkan lebih parah. Ayahnya mati terbunuh oleh salah satu bangsawan yang menginginkan wilayah Klan-nya. Tuan Derren membenci setiap para bangsawan."
"Hm," Eleena mengangguk. "Apa aku harus menjadi umpan untuknya, berikan aku padanya sebagai umpan setelah berhasil terkait kalian tinggal menarik pancingan nya. Bagaimana?" Eleena menawarkan dirinya dengan berani.
Hening!
Eleena masih belum menyadari situasi berbahaya, dengan seenaknya bicara seperti itu seolah semuanya semudah membalikkan telapak tangan. Kepalanya berputar menatap Jagger, lelaki itu sedang menatapnya tajam.
__ADS_1
"Hei! Jika tak setuju tinggal katakan! Kenapa menatapku dengan seram?!" protes Eleena.
"Sayang... kapan aku menatapmu dengan menyeramkan. Kamu tau mataku memang begini, malah katamu mataku adalah jendela dunia." Jagger tak ingin Eleena marah jadi dengan cepat dia mengeles.
"Kamu!" mulut Eleena yang ingin membentak lagi seketika tak bisa berucap.
"Tapi ide dari Nyonya memang bagus," satu lagi yang kurang peka jika Pangeran Jagger tidak ingin membahayakan nyawa Eleena, si pengawal--Renerr.
Andromeda menggeleng kasihan, pasti rekan nya itu akan terkena amukan sang Pangeran.
"Siksa dirimu dengan 5 cambukan dari Zack! Pergi!" geram Pangeran.
"Makanya bicara tuh hati-hati! Kamu tau 'kan, Nyonya Eleena sangat berharga untuk Pangeran, ckckck...." Andromeda berdecak mengingatkan rekannya akan kebodohan nya sendiri dalam berbicara.
Dengan penyesalannya Renerr keluar ruangan dengan tak rela untuk menerima hukuman lima kali cambukan.
Sepanjang hari Eleena merasa bosan, tak ada yang harus dia kerjakan. Akhirnya meminta ijin pada Jagger untuk pergi berkeliling keluar bersama Andromeda.
"Kalau kamu tak memberi ijin, jangan harap bisa tidur dengan ku selama misi!" ancam Eleena.
__ADS_1
"Kamu selalu mengancamku," wajah Jagger memberengut.
"Tapi itu selalu berhasil." Ujar Eleena percaya diri.
"Baik, pergilah. Andromeda akan menjagamu, jangan memancing perhatian padamu."
Eleena tersenyum lebar, dia duduk di pangkuan Jagger mencium lelaki itu dengan semangat. "Aku akan pergi sebentar dan berbelanja untukmu."
Eleena lalu pergi dari penginapan diikuti Andromeda dengan menaiki kereta kuda yang lewat. Kereta kuda milik Jagger semuanya sangat mewah, dia tak berani memakai nya.
"Renerr, tetap jaga jarak mengikuti Eleena. Meskipun Andromeda bersamanya, aku tetap cemas. Tunggu! Apa aku menyamar lalu mengikutinya?"
Renerr hanya terkekeh geli melihat sang Pangeran menjadi budak cinta seperti yang dikatakan Zack.
"Ya, mari lakukan. Minta satu pakaian sederhana untukku, aku akan mengikutinya sekalian melihat situasi di kota ini." Akhirnya Jagger membuat keputusan.
"Baik, Pangeran."
Pangeran Jagger kini sudah siap dengan melepaskan pakaian mewahnya, sudah memakai pakaian sederhana milik Zack karena tubuh mereka yang hampir sama.
__ADS_1
Zack dan Renerr mengikuti Pangeran Jagger di belakang, mereka menaiki kuda mengikuti kereta kuda yang membawa Eleena dengan menjaga jarak aman.