Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Satu Poin Lagi, Alasan Pangeran Semakin Mencintai Wanita Seperti Eleena.


__ADS_3

Sepergi Pangeran dari kamar, Putri Dayana kembali dengan tujuannya memanggil Nyonya Adelweise si 'Tamu' di Istana.


"Jadi, kamu harus dilindungi karena kasus Putra Duke George?"


"Ya, Tuan Putri."


"Aku dengar kamu berasal dari desa?"


"Ya, Putri."


"Hmm, ada yang ingin bertemu denganmu. Maka dari itu aku mengundangmu ke kamarku. Lady Serena, bawa Duchess George masuk kesini."


"Baik, Kakak."

__ADS_1


"Ingat, hormati dia. Kedudukan nya masih berada di atasku."


"Ya," Lady Serena keluar menuju ruangan Duchess George menunggu.


Tak lama Duchess George masuk dengan tampang nya yang angkuh, sudah terlihat jelas saat wanita itu berjalan dengan menaikkan dagunya tinggi.


Putri Dayana berdiri, mengangkat pinggiran gaun untuk memberi hormat. "Salam, Duchess George. Semoga Anda sehat hari ini."


"Hmm, jadi ini perempuan yang menjadi saksi yang memberatkan putraku? Bahkan tidak punya etika tak memberi hormat padaku!" Duchess George menipiskan bibirnya menatap benci pada wanita hamil yang bahkan tak mempunyai sopan santun saat dia masuk terus saja duduk tak berdiri untuk memberi hormat padanya.


Eleena malah tersenyum, dia tau dirinya akan dipojokkan atau mungkin akan dimaki - maki. Tetapi dia tetap tenang, drama - drama kerajaan yang pernah dia tonton di dunianya sana lebih seru daripada ini. Dia akan menunggu apa maunya Putri Dayana dan si Duchess.


"Bangun! Aku tau kau datang dari desa, tapi untuk memberi hormat pada para bangsawan seharusnya di desa-mu juga kau tau cara melakukannya!" bentak Putri Dayana.

__ADS_1


"Putri Dayana, yang saya tau hanyalah menumbuk padi dan menumbuk herbal. Saya tinggal di bawah kaki bukit, hampir tidak pernah bertemu dengan seorang bangsawan. Jadi, bagaimana saya bisa tau cara menghormatinya?"


"Kurang ajar!" Putri mengangkat tangan kanannya tinggi, baru saja Zarema ingin menahan tamparan yang akan datang pada Nyonya-nya, Eleena lebih dulu berdiri dan menahan tangan sang Putri dengan tongkat di tangannya yang dikembalikan Pangeran semalam.


Semua orang yang berada di dalam ruangan menarik nafas terkejut, tak terkecuali sang Duchess. Baru pertama kalinya dia melihat seorang wanita rendahan berani lancang pada bangsawan bahkan seorang Putri.


"Tuan Putri, saya akan menjelaskan apa itu menghormati seseorang. Seseorang pantas dihormati saat tidak merendahkan rakyat sepertiku karena berasal dari desa. Seseorang berhak dihormati saat dia ikut merasakan perasaan korban - korban yang di leceh kan. Seseorang yang harus dihormati dia yang ikut mengadili orang - orang yang memang sepatutnya dihukum. Tuan Putri... saya bisa menebak tujuan Duchess datang. Tetapi, saya akan tetap dengan pendirian saya membela gadis yang di leceh kan putra Duke. Saya permisi, saya tidak ingin berlama - lama dengan orang - orang yang lebih hina dari saya wanita desa padahal sama - sama seorang perempuan tapi malah membela lelaki pelaku pele cehan.. ckkck."


Keberanian Eleena dan sindiran - sindirannya, bukan hanya mengagetkan semua para wanita yang ada di dalam ruangan tetapi Pangeran yang baru masuk pun ikut terkejut. Perkataan bijak dan berani mengatai seorang Putri dan istri dari seorang Duke membutuhkan keberanian sangat besar. Satu poin lagi membuat Pangeran semakin mencintai wanita seperti Eleena, keberanian Eleena melantangkan suara dan keberanian menyuarakan pikiran yang dianggap benar.


Plok Plok Plok.


Pangeran bertepuk tangan dengan semangat, "Anda luar biasa, Nyonya Adelweise. Sungguh wanita yang patut dihormati. Benar 'kan, Putri?"

__ADS_1


Pangeran menatap dingin Putri Dayana yang sengaja mengijinkan Duchess bertemu Eleena yang seorang saksi tanpa se-ijinnya, itu adalah suatu kesalahan besar wanita yang akan segera diceraikan nya itu.


__ADS_2