
21+
Selama 5 hari 5 malam, akhirnya rombongan Pangeran Jagger sampai di kota timur. Dari kabar yang dibawa Andromeda dan Renerr, peta terakhir ada di tangan seorang Ketua Klan yang sangat terampil bela diri tingkat tinggi dengan perlindungan ketat apalagi menjadi ketua yang sangat dihormati.
Di atas ranjang di sebuah penginapan, setelah menyelesaikan pertempuran dengan wanita kesayangan nya Pangeran Jagger memutar otak memikirkan rencana untuk mengambil bagian peta terakhir dari ketua klan itu tetapi masih belum mempunyai ide.
"Kamu seperti tidak puas dengan percintaan kita tadi?" Eleena memberengut kesal, membuang muka lalu memunggungi Jagger.
"Khhee... khee..." Jagger terkekeh melihat wajah kesal Eleena. "Aku sedang memikirkan ide untuk mendapatkan bagian peta terakhir itu, pikiranku jadi terbagi. Maaf sayang..." Jagger menarik tubuh Eleena yang membelakanginya ke dalam pelukan, punggung polos Eleena kini menempel pada tubuh polos bagian depan Jagger. Alhasil posisi itu membuat si tombak Jagger yang masih tajam menghunus bo kong Eleena.
"Sarungkan pedang tajam mu, jauhkan dari bo kong ku!" gerutu Eleena masih kesal.
Jagger malah menekan dengan sengaja menggesekkan benda pusaka jaya yang masih membumbung tinggi setinggi angkasa ke bo kong Eleena.
"Aku masih belum puas, ayo sekali lagi ijinkan pedangku bertarung di dalam hutan mu," bisik Jagger di telinga Eleena dengan suara serak beratnya.
"Jika masih memikirkan peta itu, aku tak mau meladeni mu lagi! Jangan bergerak! Biarkan aku tidur!"
"Aku salah, lebih baik kamu menghukum ku. Ya?" bujuk Jagger.
"Menghukum mu, yakin?" seketika ide gila terbesit di otak Eleena.
"Yakin."
__ADS_1
Seketika Eleena turun dari ranjang masih dengan tubuh polos tanpa sehelai kain pun berjalan ke kotak penyimpanan membuka kotak lalu mengeluarkan 2 borgol dan tali panjang.
Jagger sudah dalam kondisi duduk, menatap penasaran pada Eleena yang membelakanginya dengan tangan yang sibuk mengeluarkan barang. "Apa yang kamu keluarkan?"
Eleena tak menjawab, dia berdiri membalikkan tubuhnya dengan memegang ketiga benda di tangan. Berjalan dengan penuh semangat ke arah ranjang, senyuman mencurigakan di bibir Eleena membuat Jagger mengerenyitkan keningnya.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan borgol dan tali yang sangat tebal itu?" tanya Jagger masih penasaran.
"Telentang lah di tengah ranjang!" perintah Eleena seraya berdiri dengan percaya diri membusungkan da da nya yang lumayan membesar setelah melahirkan.
Jagger menelan saliva-nya menatap dua buah lezat menggoda untuk dilahap bergelantung di depan matanya. Dia menurut dengan patuh menelentangkan tubuhnya di tengah ranjang.
"Aku akan mengikat satu-persatu kakimu di ujung ranjang, jangan bergerak." Eleena benar - benar melakukan apa yang diucapkan nya. Menarik satu kaki Jagger mengikat pergelangan kaki ke ujung ranjang kemudian mengikat satu lagi kaki lelaki itu di ujung berlawanan.
"Oke! Sekarang borgol ini akan ku pasang mengingat kedua pergelangan tangan mu ke kepala ranjang. Bicaralah kalau kamu keberatan." Eleena memutar - mutar borgol di tangan nya.
Eleena naik ke atas ranjang, kemudian sibuk mengikat satu - persatu pergelangan Jagger dengan borgol. Eleena turun ingin melihat lebih dulu keindahan dari mahakarya nya.
"Wow, amazing! Ceklek! Ceklek! Andai ada kamera disini, foto keindahan tubuh seorang Pangeran yang terbelenggu di atas ranjang akan mengagumkan. Haha... haha..." Eleena tertawa puas.
Setelah puas memandangi tubuh telanjang Jagger yang telentang dengan terikat, Eleena naik kembali ke atas ranjang. Menaiki tubuh Jagger mendudukkan tubuhnya di antara kedua paha Jagger, menyibakkan rambut panjangnya ke belakang. "Mari mulai honey!"
Eleena merendahkan tubuh bagian atasnya mulai memainkan pucuk da da Jagger dengan lidah dan mulutnya mengulum mengi ssap, tangan nya sibuk memelintir mengelus satu dada lainnya.
__ADS_1
"Akhhhh... " tubuh Jagger menggeliat.
Mulut Eleena turun ke bawah, pada bekas pergelangan kaki Jagger yang pernah dipotong Jagger demi dirinya. Mengecup dengan lembut disana penuh sayang, mengingat pengorbanan Jagger untuknya saat penculikan anaknya.
"Ini adalah bukti cintamu padaku waktu itu, kamu melukai kakimu," ujar Eleena kembali menghissap nya.
"Akhhh... Eleena... hukuman ini aku tak mampu lagi melakukan nya... lepaskan ikatan nya... ahhh..." kenikmatan menggelenyar ke seluruh tubuh, Jagger ingin menarik Eleena dan segera membenamkan miliknya.
"Sayang, ini baru saja dimulai," Eleena merayap kembali naik, kini kepalanya berada di atas pedang panjang milik Jagger dengan urat - urat yang semakin menegang.
"Hmpp..." Eleena memasukkan dengan perlahan milik Jagger ke dalam mulutnya sampai ujung nya menyentuh tenggorokan nya.
Lidah dan mulut lihai Eleena terus bermain disana, sepanjang permainan Jagger terus menerus meminta ampun agar ikatannya dilepas.
"Eleena... akhhh... kau wanita jahat... aku... akhhh..." Jagger mencapai puncak dan menyemburkan lahar di dalam mulut Eleena.
Eleena membersihkan dengan lidahnya sisa-sisa lahar di ujung senjata Jagger. Saat Jagger masih meresapi gelenyar nikmat, Eleena memposisikan miliknya di atas milik Jagger yang masih berdiri tegak.
Dengan sekali tekanan ke bawah milik mereka berdua menyatu, Eleena mulai menggerakkan ping gul nya dengan lihai membiarkan Jagger yang terus berteriak meminta ampunan.
Sepanjang malam Jagger tersiksa, tubuhnya di eksploitasi tangan dan mulut Eleena hingga dia tak bisa lagi merasakan sendi dan tulang - tulang nya.
Para pengawal diluar menutup telinga mereka, dengan wajah memerah nafas memburu bahkan senjata mereka ikut menegang. Mereka hanya bisa pasrah mendengarkan sepanjang malam teriakan nikmat dari kedua majikan mereka.
__ADS_1
____
Hari ini 1 bab ya, lumayan panjang kok... lanjut besok 😘