Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Eleena... Aku Sungguh Merindukanmu.


__ADS_3

Eleena mengelap air yang tumpah ke gaun malamnya, gaun indah pemberian Pangeran padanya.


"Tidak apa - apa, Zarema," jawabnya.


"Arghttttt!!!" suara rintihan kesakitan orang - orang yang hadir terdengar.


Eleena terperanjat, dia berbalik menatap Pangeran yang juga sudah mulai kesakitan.


"Ada apa ini?" Eleena berdiri berlari penuh kepanikan ke arah Pangeran lalu mengambil putranya dari tangan Pangeran.


Tubuh Pangeran merosot dari singgasana nya dan terjatuh ke lantai, Eleena memanggil Zarema.


"Zarema gendong bayiku, Pangeran kesakitan!"


Zarema berlari langsung menggendong si bayi.


"Jagger! Jagger! Kau dengar aku?! Hei! Buka matamu!" Eleena menepuk - nepuk pipi Pangeran.


"Zarema! Sebenarnya kenapa mereka semua?!"


"Sepertinya semua orang keracunan, Nyonya!"


"Racun? Apa Pangeran juga terkena racun?"


"Saya akan mencari tabib, saya akan menaruh bayi Anda di kamar menitipkan nya pada Nenek Sarah," Zarema berlari ke kamar Eleena, sengaja memuluskan rencana Adonis atas perintah Pangeran.


"Nenek Sarah, semua orang terkena racun. Jaga cicit Anda, aku harus pergi mencari tabib!" Zarema menyerahkan sang bayi lalu lari keluar.

__ADS_1


Di Aula hanya tinggal Eleena yang sadar, dia memeriksa nafas Pangeran, darah keluar dari bibir Pangeran "Jagger! Bangun!" paniknya.


"Sudah lama aku merindukanmu memanggilku Jagger! Khe... khe.." Pangeran membuka kedua matanya sembari terkekeh.


"Hah!" Eleena tercengang.


"Hai Eleena, sayangku..."


"Apa ini?! Kau tidak kena racun! Ta-tapi semua orang dan darah di bibirmu..."


"Ckckkk..." Pangeran bangun dari lantai berdiri dengan gagah berkeliling menatap semua orang yang terkena racun.


"Santos! Berikan semua orang penawarnya!"


Santos dan Zack serta para pengawal lain berlarian meminumkan obat penawar satu - persatu pada orang yag hadir.


"Eleena... Kamu meminta penjelasan dariku apa yang sebenarnya terjadi, bukan?"


Eleena hanya mengangguk.


"Kenapa kamu tidak kaget saat aku membuka penyamaran mu barusan dan memanggilmu Eleena?"


"Aku sudah tau kamu mengetahui ini aku, sejak tingkah anehmu sebelum aku melahirkan. Aku hanya ingin tau apa maumu karena terus mengikuti sandiwaraku," jawab Eleena.


"Pertama, aku ingin menghormatimu yang masih ingin bersembunyi dariku. Kedua, aku juga masih butuh waktu untuk mencari bukti dan mengetahui apa rencana musuhku dengan melibatkanmu," Pangeran maju lalu memeluk tubuh Eleena menempelkan dengan tubuhnya.


"Eleena... aku sungguh merindukanmu..." bisiknya di telinga Eleena.

__ADS_1


Bulu kuduk Eleena meremang, tubuhnya gemetar. "Apa maksudmu musuhmu melibatkanku?"


"Guapo... tidak! Nama aslinya Adonis, dia sengaja mendekatimu. Dia ingin memanfaatkanmu dan Putraku untuk mengalahkanku. Adonis sudah mengatur semuanya, tapi dia kurang beruntung karena aku lebih dulu menemukanmu dan mengetahui rencananya..."


"Kau bohong! Jagger, beraninya kau memfitnah Guapo! Kau yang jahat, kau memenjarakan Kak Andrian dan adik- adikku. Kau juga terus menyiksa Paman Patric dan kak Axton! Kau yang penjahat disini!"


"Pangeran tidak jahat pada kami, Eleena. Justru Pangeran mengampuni kami dan selama ini sangat baik pada kami," Paman Patric sudah berada di bawah singgasana.


Eleena berbalik ke bawah dari singgasana Pangeran, dia melihat dengan matanya sendiri Paman Patric berdiri disana dengan sehat. Begitu pun Axton, meskipun ada penyangga di kedua kakinya.


"Paman Patric! Kak Axton!" Eleena ingin berlari memeluk mereka tapi tubuhnya masih ditahan Pangeran.


"Eleena, aku belum selesai bicara."


Eleena tidak lagi memberontak dalam pelukan Pangeran.


"Apa kamu benar-benar tidak mengetahui tentang racun ini?"


"Apa kamu menuduhku?" tanya Eleena tak percaya.


"Tidak, aku hanya memastikan. Kasus racun ini akan sangat besar, aku ingin melindungimu."


"Pangeran! Nenek Sarah sudah pergi menculik Pangeran kecil!" teriak Zarema.


"Menculik?! Apa maksudnya?"


Pangeran tidak menjelaskan apapun, "Ikut aku, kita harus pergi mendapatkan putra kita kembali dan kamu akan tau dengan mata kepalamu sendiri siapa orang - orang yang kamu panggil keluarga!"

__ADS_1


Eleena ditarik pergi dari Aula, menaiki kereta kuda lalu dibawa pergi dari Istana Pangeran menuju Adonis yang sudah siap dengan rencana jahatnya.


__ADS_2