
Setelah peristiwa itu Derren berpamitan ingin pulang untuk mengubur jasad Jaena, dia bahkan memberikan bagian peta ke -7 yang berada padanya. "Aku berikan peta ini, aku terlalu lelah aku menyerah. Aku akan pulang."
"Terima kasih, aku berjanji Kerajaan akan berubah. Aku mendengar salah satu Bangsawan membunuh Ayahmu, aku akan melakukan penyelidikan meskipun telat dan menghukum mereka yang berbuat tidak adil. Tunggu dan datangi aku jika Kerajaan masih tidak ada perubahan. Aku berjanji rakyat akan hidup dengan adil dan makmur." Jagger mengambil peta dari tangan Derren.
Lelaki itu hanya mengangguk lalu pergi dari lembah membawa semua kelompoknya untuk kembali pulang ke kediaman mereka. Kini di lembah hanya tertinggal Jagger dan para bawahannya.
"Ayo berangkat." Perintah Jagger.
Hanya butuh setengah hari Jagger dan Eleena sampai di tempat tersembunyi, di depan pintu masuk sebuah goa yang masih tertutup ada yg sebuah tanda telapak tangan. Dengan keyakinan, Jagger menyuruh Eleena menaruh telapak tangannya di pintu masuk gua itu.
"Taruh telapak tanganmu disana, Eleena."
Eleena menaruh telapak tangan nya dan benar itu sangat pas dengan ukuran tangannya.
Pintu goa terbuka, tanah yang di injak Eleena bergetar. Jagger menahan Eleena agar tak terjatuh dengan memeluknya, setelah getaran reda Jagger membawa masuk Eleena.
"Tahan!" Jagger mengangkat sebelah tangan saat melihat sesuatu yang silau.
"Belati!" ujar Eleena mengenali benda itu.
"Semuanya merunduk!" teriak Jagger.
Dzing! Dzing! Dzing!
Belati - belati keluar dari dinding - dinding gua, untung semua orang bergerak cepat dan selamat.
"Hati - hati dalam berjalan dan perhatikan sekeliling!" ujar Jagger.
__ADS_1
Semua orang terus waspada, beberapa kali jebakan di dalam goa menyerang tapi setiap pengawal terlatih bisa menghindar. Tiba lah mereka semua di dalam goa yang luas, anehnya obor-obor dengan api yang menyala terpasang seolah ada yang menempati goa itu dan tinggal disana namun tidak ada seorang pun terlihat disana.
"Sekarang bagaimana? Kamu tau dimana benda - benda yang dikatakan?" tanya Eleena tak sabar.
Mata Jagger berkeliling menatap setiap dinding, mencari sesuatu yang aneh. Benar saja di salah satu dinding, ada sebuah bentuk aneh. " Lihat, dinding itu berbeda dari dinding yang lain, Andromeda pergi periksa!"
Andromeda maju, tapi baru saja mendekat senjata berbentuk cakram menyerangnya.
"Andromeda! Awas...!!" Renerr berlari menghalau cakram tajam itu dengan pedang nya.
"Untung saja!" semua bernafas lega melihat keduanya selamat.
"Kamu tunggu disini, bahaya... biar aku yang memeriksa." Renner menahan tubuh Andromeda.
Renerr lalu maju dan aman. Ia memeriksa benda aneh yang berbentuk rongga di dinding, di dalamnya seperti ada sebuah cawan.
"Seperti sebuah cawan berukuran kecil, Pangeran." Ujar Renerr.
"Menurutmu untuk apa cawan ini?" tanya Jagger.
"Saya tidak tau."
Jagger memasukkan jarinya tapi tak terjadi apapun, tiba - tiba ia berbalik pada Eleena.
"Sayang, sepertinya ini seperti di pintu masuk tadi. Harus kamu..."
Eleena mengerti, dia maju lalu memasukkan salah satu jarinya namun sama tak terjadi apapun.
__ADS_1
"Aku akan mencoba sesuatu, di film-film di duniaku cara ini selalu berhasil." Eleena menggores sedikit telapak tangan nya dengan belati.
Sret!
"Eleena!" Jagger terkesiap melihat darah mengucur dari telapak tangan wanitanya.
Eleena meneteskan darah pada cawan kecil itu, tiba - tiba tanah bergetar seperti saat pintu goa terbuka. Getaran itu hanya sebentar, sebuah pintu kembali terbuka.
Saat pintu goa terbuka lebar, semua orang membulatkan mata. Di dalam sana bahan - bahan untuk membuat senjata api memenuhi ruangan yang sangat besar dan luas.
"Ya Tuhan!" pekik Eleena, di dunianya saja bahan sebanyak itu akan mampu membuat ribuan bahkan ratusan ribu senjata api.
"Kita berhasil Pangeran!" teriak semuanya.
"Ya, kita berhasil. Mari bawa pulang!"
Jagger berbalik pada Eleena lalu memangku wanita itu berputar - putar. "Kamu memang penyihir, Eleena."
"Hahaha...." Eleena ikut merasa bahagia, tertawa dengan lepas diikuti Jagger. Akhirnya semua orang ikut tertawa dan bersiap membawa pulang barang berharga yang tersembunyi.
Ramalan mengatakan akan ada peperangan berdarah tidak akan lama lagi dengan munculnya bulan merah. Tapi aku Eleena... tak akan membiarkan peperangan terjadi! Dunia ini akan damai dengan Pemimpin seperti Jagger dan ada aku yang akan selalu mendampinginya!
________________END_________________
...Wah akhirnya... TAMAT juga. Author mengucapkan banyak - banyak terima kasih untuk semua yang selalu setia mendukung karya satu ini. Makasih LIKE, KOMEN, GIFT, VOTE dan Rate 5, juga semua kritik dan saran πππ...
...Maaf dengan segala kekurangan, baik itu di Update atau alur cerita dan ending yang kurang memuaskan. Banyak - banyak dimaafin ya ππ...
__ADS_1
πKarya Author yang masih On Going tema time travel masih ada ya, cari aja di profil author.