
Di meja makan Eleena hanya diam mendengarkan ocehan dari orang - orang yang memanggilnya keluarga, ia sendiri tidak tau kehidupan si pemilik tubuhnya jadi sebenarnya masalah keluarga si pemilk tubuh sangat tidak penting. Hanya saja dia ingin menghargai si pemilik tubuh yang meminjamkan tubuhnya dan membalas jasa.
Saat Eleena mengangkat kepalanya, tatapan istei Earl Paul menatapnya tajam.
"Ibu, apa makanan nya tidak enak?" Eleena ingin berpura-pura menjadi putri yang baik.
"Aku bukan Ibumu! Panggil aku Nyonya seperti biasanya! Kamu--"
Cubitan di tangan nya menyadarkan nya, Matilda menyubit Ibunya.
"Maksudku, Adelweise. Dulu kamu selalu memanggilku Nyonya, sekarang aku merasa sangat senang kamu memanggilku Ibu," sahut Countess Paul dengan suara paling lembut.
Pangeran Jagger menahan mulutnya, masih membiarkan mereka untuk sementara dan akan memberikan hadiah di akhir.
"Baik, Ibu. Maaf putrimu ini tak berbakti dan sudah lama tidak pulang, bahkan melupakan kalian. Apa aku dimaafkan?" timpal Eleena meladeni sandiwara mereka.
"Hati seorang Ibu pasti akan memaafkan anaknya, kapan kita akan jalan-jalan bersama. Aku ingin mengenalkanmu pada semua orang, sayang," ujar Countess Paul semanulatif mungkin.
"Sayang nya itu tidak bisa, bukankah Kak Matilda juga tau alasan nya. Kita masih harus menyelesaikan ujian pemilihan istri Pangeran. Iya 'kan kakak?"
"Kamu benar adik," Matilda mengiyakan.
__ADS_1
"Lalu, kenapa kakak masih ikut menjadi peserta. Apa kakak ingin menjadi maduku dan tinggal disini atau ingin menggeserku dan menjadi istri Jagger," tantang Eleena.
"A-aku... aku..." Matilda kebingungan.
"Putriku, tidak sopan memanggil seorang Pangeran hanya dengan namanya," Countess Paul menyelamatkan Matilda.
Tiba - tiba Eleena tertawa, tawa kencang yang tidak dibuat - buat. Wajahnya bahkan memerah, ada air mata di sudut matanya.
Semua orang berbalik menatapnya, entah apa yang lucu sampai Eleena tertawa keras. Eleena menghentikan tawanya, tapi sekarang malah Jagger yang tertawa. Akhirnya keduanya tertawa sampai para pelayan ikut tertawa, karena tawa keduanya yang menular.
"Jagger, kenapa kau ikut tertawa... haha..." tawa masih saja lolos dari bibir Eleena, dia sebenarnya sudah tidak tahan menahan sikap aslinya yang ceplas ceplos dan harus berpura - pura menjadi putri yang baik itu sungguh konyol.
"Aku tertawa karena kamu tertawa, kalau kamu menangis pun aku akan ikut menangis bersamamu," akhirnya Pangeran Jagger menghentikan tawanya, menarik tangan Eleena dan mengecupnya.
"Dan kau adalah jiwaku, hidupku dan segalanya bagiku," balas Pangeran Jagger, ucapan mesra mereka di depan semua orang membuat wajah semua orang bersemu merah karena itu terlalu romantis.
"Uhukkk... aku senang kalian berdua saling menyayangi," Earl Paul menganggukkan kepalanya bangga, dia tidak perlu khawatir karena sepertinya Pangeran Jagger benar - benar mencintai putrinya.
"Ayah senang?" tanya Eleena.
"Tentu saja."
__ADS_1
"Kalau begitu bisakah kak Matilda tidak mengikuti ujian lagi? Bukankah putrimu ini sudah cukup?" tambah Eleena.
"Ya, ya. Matilda, kau dengar itu. Jangan datang lagi ke Istana Kerajaaan besok, mengerti!" Earl Paul menatap tajam pada putri ke -5 nya.
Wajah Matilda memerah marah, tapi dia akhirnya hanya mengangguk.
"Nah, sekarang mari kita bicarakan tentang pernikahan kami yang akan datang," ujar Pangeran.
"Aku juga datang kesini ingin sekalian membahasnya, jadi kapan waktunya? Meskipun pemilihan masih dilakukan, bukankah itu hanya lah formalitas?"
"Kami sudah membicarakan dengan Raja dan Ratu, kakakku ternyata ingin mahar dari kalian. Apa Anda keberatan Tuan Paul?"
"Tidak! Aku tidak keberatan. Berapa pun mahar yang diminta untuk putri kesayangan ku, akan aku siapkan. Adelweise adalah putri kebanggaanku, hartaku yang banyak tentu saja untuk dia juga," Earl Paul berpikir mungkin hanya beberapa aset kekayaan nya, itu tidak masalah karena aset nya sangat banyak.
"Raja ingin perak senilai 100 ekor kuda, emas senilai 50 ekor kuda, 3 hektar tanah dan juga kain paling mahal untuk gaun pernikahan Eleena. Bagaimana, Anda sanggup?"
Mulut Earl Paul menganga lebar, bahkan Countess Paul membelalak tak percaya. Itu bahkan hampir 80 persen aset milik mereka.
"Kalau Anda keberatan, Raja akan tetap menikahkan kami. Namun, Raja akan mengeluarkan Eleena dari keluarga kalian. Eleena akan diangkat adik oleh Ratu Eleanor dan kebangsawanan Eleena akan berubah menjadi putri dari Duke Osvaldo, Ayah Ratu. Itu artinya, kalian tidak akan lagi mempunyai hubungan apapun dengan Eleena, ah maksudku Adelweise." Akhirnya Pangeran Jagger memberikan hadiah untuk keluarga yang maruk harta.
"Uhukkk... Uhukkkk... Minum!" tangan Earl Paul menggapai meminta minum, dadanya sangat sesak.
__ADS_1
Matilda memberikan segelas air ke tangan Ayahnya, Earl Paul menghabiskan air sekali teguk. Dadanya sangat panas, ingin berteriak marah tapi tak berani.