Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Merayakan Kelahiran.


__ADS_3

Pangeran mengelus pipi putranya, bayi mungil itu membuka mata biru kehijauan nya. Pangeran tersenyum senang melihat kemiripan mata mereka, bahkan hidung nya juga.


"Istriku! Aku datang!" seorang laki - laki langsung menyerbu Eleena di atas ranjang.


"Nenek juga datang," Nenek sarah juga ikut masuk.


Santos menatap Pangeran dan mengangguk, dengan kode dia mengatakan pada Pangeran jika laki - laki yang berlari masuk adalah Adonis dengan penyamarannya memakai topeng wajah yang berbeda.


"Guapo, Nenek," lirih Eleena.


"Aku baru pulang semalam, aku menanyakan mu pada Nenek. Nenek Sarah mengatakan kamu berada disini karena suatu kasus dan pihak Istana harus melindungimu. Sekarang aku sudah kembali, aku akan melindungi mu sendiri. Ayo pulang, bersama anak kita," Adonis terus bicara.


Eleena dan Adonis memang sudah sepakat mengarang cerita tentang mereka suami - istri jika Pangeran menemukan Eleena.


"Ya, ayo pulang," Eleena mengiyakan.

__ADS_1


Pangeran bertahan sekuat tenaga untuk tidak mencekik leher Adonis, lalu membongkar semua sandiwara pria itu di depan Eleena. Tetapi, satu pertaruhan harus dilakukan. Bahkan tanpa bukti nyata, Eleena tidak akan percaya padanya.


"Kenapa terburu - buru, aku sepakat dengan Nyonya Adelweise akan mengangkat putra kalian menjadi putra angkat ku. Setidaknya aku akan mengumumkan dan merayakan kelahiran putra-ku juga," ujar Pangeran dengan tenang.


"Apa maksud Pangeran, istriku?" Guapo menatap Eleena.


"Itu memang benar, Pangeran ingin menjadi Ayah angkat putra kita," Eleena menatap balik Guapo tak berdaya.


"Ha... ha... ha... begitu. Sungguh suatu kehormatan bagi kami, Pangeran. Silahkan lakukan," jawab Guapo tersenyum ke arah Pangeran. Dia mendekati Pangeran untuk mengambil putra Eleena. "Saya akan menggendong putra saya."


"Tidak, tunggu sampai anak ini selesai melakukan ritual menjadi putra angkat-ku," Pangeran terus memeluk putranya dengan erat menolak memberikan nya.


"Baik, ikut keinginan Pangeran. Tapi, istri saya akan saya bawa pulang."


"Itu juga tidak bisa, bukankah bayi ini harus dissu sui?"

__ADS_1


Guapo kembali bersabar, akhirnya dia mengangguk. "Baiklah, biarkan saya bersama istri saya sebentar. Bisa tinggalkan kami?"


"Tentu, kalian adalah suami istri yang sudah lama tak bertemu 'kan. Aku dan yang lainnya akan pergi, ayo pergi semuanya." Pangeran keluar kamar lebih dulu masih menggendong putranya dalam pelukan lalu diikuti semua orang yang tak bersangkutan.


Eleena tak bisa berkata - kata saat putranya dibawa seolah diculik Pangeran, dia tau Pangeran sudah mengenalinya tapi kenapa lelaki itu masih mengikuti sandiwaranya. Apa dia harus mengatakan pada Guapo tentang Pangeran yang sudah mengenalinya?


"Guapo, aku--"


Tiba - tiba ada perasaan aneh menyerbunya, ia merasa ragu mengatakan kebenaran nya pada Guapo.


"Ada apa, Elè?" tanya Guapo mengenggam tangan Eleena penuh kelembutan.


Eleena akhirnya menggeleng, "Aku hanya merasa luar biasa sudah menjadi seorang Ibu sekarang, Nenek... kemarilah."


Nenek Sarah berjalan pelan mendekati Eleena, tersenyum bahagia. "Nenek akhirnya punya cicit, kamu tidak tau betapa senangnya nenek."

__ADS_1


"Makasih Nek, selama beberapa bulan ini nenek mengurusku. Dari sejak aku sering ngidam dan saat aku tidak bisa tidur nyenyak saat usia kandungan ku besar, nenek selalu menemaniku tidur dan mengelus perutku."


Senyuman di bibir Nenek Sarah menghilang, ada perasaan tidak enak dalam hatinya. Semua yang ia lakukan hanyalah sandiwara, meskipun ada kalanya semua murni ingin berbuat baik pada Eleena. Namun, kebencian yang sudah mengakar dalam hatinya meskipun sudah disirami dengan banyak kasih sayang dari Eleena tetap sedikit pun tak bisa mengikis kebencian nya pada pihak Istana dan kini ia tak bisa mundur.


__ADS_2