Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )

Pelacur Yang Dirindukan ( Emperor Transmigration )
Berkumpul Kembali.


__ADS_3

Suasana pagi di meja makan sangat suram untuk Derren dan Jaena, keduanya tak saling bicara.


Lain lagi dengan Eleena dan Jagger, mereka tak mau melepaskan tangan mereka sedetik pun dan Jagger terus menerus menciumi punggung tangan Eleena seolah di meja itu hanya ada mereka berdua. Mata berbinar dengan senyum yang terlukis di bibir Jagger dan Eleena membutakan dan menyakiti mata Derren.


Ada apa denganku?! Sudah jelas Eleena wanita Jagger! Apa benar seperti yang dikatakan orang-orang tentang tangan sihirnya, apa aku juga terkena sihir Eleena?! Batin Derren. Dia menggelengkan kepalanya berusaha menjernihkan pikirannya.


"Aku ingin hari ini juga kita berangkat," ujar Jagger.


"Aku sudah mendengar keinginan Pangeran, aku setuju," sahut Derren.


Tak menunggu lama, persiapan perjalanan dilakukan siang itu juga dan mereka semua berangkat di sore hari. Jagger dan Derren sudah menyatukan semua bagian, tempat tersembunyi itu sekitar 20 mil jauhnya dari tempat kediaman Derren.


Di dalam kereta kuda Eleena tertidur di pelukan Jagger, tadi malam Jagger menyiksanya dalam kenikmatan memberi hukuman padanya.


Jagger tersenyum menyentuh wajah Eleena, "Aku ingin tau seperti apa wajahmu di duniamu, pasti lebih cantik dari wajah ini."


"Semalam kamu mengatakan padaku... mungkin jika kamu kembali ke duniamu, bahkan aku pun tak akan bisa menemukan mu. Kamu salah, sayang. Aku akan menemukan mu meskipun harus merangkak melewati neraka sekali pun, aku akan menantang para dewa untuk bersamamu kembali," gumam Jagger.


Malam hari tiba, mereka memutuskan mencari penginapan untuk istirahat dan makan.

__ADS_1


Jagger menggendong Eleena yang masih tertidur dalam pelukannya, membawa wanita itu masuk ke dalam kamar yang sudah disewa.


Derren melihat semua kemesraan itu dengan pikiran tak karuan, dia bingung dengan dirinya sendiri.


Jaena semakin membenci Eleena, entah sihir apa yang dilakukan wanita itu pada Derren bahkan sihir darinya tak lagi mempengaruhi Derren membuat perasaan Derren padanya melemah.


Tengah malam Eleena terbangun, menelisik ruangan yang ternyata sudah tak berada dalam kereta kuda lagi. Ia menatap Jagger yang tertidur di samping nya dengan posisi menyamping berbalik ke arahnya.


"Ganteng nya, kalau kamu ada di abad - 20 sudah bisa dipastikan kamu akan ditawari menjadi model iklan dan Film. Hihi..." Eleena cekikikan, ia lalu turun dari ranjang ingin mengambil air minum.


Kretek...


Terdengar suara sesuatu di depan pintu kamar, Eleena penasaran tidak mungkin ada penyusup karena pasti para pengawal berada di sana.


"Zack?" lirih Eleena.


"Eleena, jangan bergerak." Jagger terbangun, dengan sigap dia turun dari ranjang dengan langkah lebar mendekati pintu.


Diluar sangat hening, ada sesuatu.

__ADS_1


"Eleena, jangan bergerak tetaplah dalam pelukan ku." Jagger mengambil pedang di dekat ranjang lalu kembali ke pintu masih bersama Eleena dalam pelukannya.


Krettt...


Jagger menarik handel pintu dengan hati - hati perlahan membuka pintu lebar.


"Kejutan!!!" seru semua orang yang berjaga diluar.


"Hahh??!!" Eleena terkesiap dalam pelukan Jagger.


"Kakak..." sebuah suara yang dikenal Eleena.


"Rodrigo?"


Anak kecil itu sekarang sudah semakin tinggi, dengan penampilannya yang seperti seorang remaja pada umumnya. Dia berlari memeluk Eleena, dengan erat melepaskan kerinduan nya.


"Kakak, aku merindukan mu."


"Rodrigo, selama ini kemana kalian pergi?" Eleena membalas pelukan lelaki remaja itu.

__ADS_1


"Elè..."


Eleena menatap ke arah sumber suara, Andrian dan Ace berdiri tak jauh darinya.


__ADS_2