Pelarian Termanis

Pelarian Termanis
Naik Kapal


__ADS_3

Kayla akan liburan dengan kapal pesiar selama seratus hari. Ia akan berkunjung ke berbagai negara indah di dunia. Tur akan dimulai dari Miami, Jamaika, Maladewa, Yordania, Turki dan terakhir Rumania. Bersama sembilan ratus penumpang, Kayla akan bersenang-senang di kapal itu.


Sebelum ke kapal, Kayla memberitahu orang tuanya bahwa ia berlibur bersama kapal pesiar. Tentu saja Raka di sana sangat kaget, tetapi apa mau dikata jika Kayla telah mempersiapkan liburan itu dari jauh hari.


Yang ada Raka dan Bela cuma menasihati agar Kayla berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan selama berada di atas kapal.


Kayla memang sudah memesan tiket dari beberapa bulan lalu melalui situs internet kapal Crystal Cruise. Ia harus melontarkan dana hampir satu milyar demi menghabiskan waktu selama seratus hari di sana.


Ia mengeluarkan setengah uang tabungan demi liburan kali ini. Uang yang dipakai untuk biaya pernikahan dan kepindahan ke Amerika ia pakai untuk liburan. Pernikahan gagal, lebih baik ia menyenangkan diri.


Kayla akan menginap sehari di hotel dulu sebelum besoknya ia naik ke kapal. Perjalanan yang menyenangkan akan segera ia lewatkan dan Kayla tidak sabar untuk itu.


Ketika ia sampai di hotel, Steve menghubungi dirinya. Kayla cuma tersenyum mendapati telepon dari pria yang sudah berstatus suami orang. Kayla tidak mengangkatnya, ia bahkan langsung memasukkan nomor Steve ke dalam daftar hitam.


"Buat apa dia menghubungiku lagi? Jangan mimpi untuk kembali bersamaku," gumam Kayla. "Lebih baik aku tidur saja sebelum berlayar."


Di sisi lain, Arden telah lebih dulu sampai di kapal. Ia akan berdiam di sana sampai besok kapal besar itu berangkat. Kebetulan Arden punya salah satu kenalan yang bekerja di Crystal Cruise.


Arden duduk di kursi panjang terbuka. Laut teduh, angin malam yang berembus cukup menenangkannya saat ini. Pikirannya melayang jauh ke negeri nun jauh di sana, yaitu tanah kelahirannya.


Satu orang wanita yang menjadi fokusnya. Kayla akan menikah. Arden ingat betul tanggal dan bulannya. Kemarin dan mungkin saat ini teman kecilnya sudah melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri.


"Pasti Steve sangat senang mendapatkan gadis perawan seperti Kayla." Arden mendecakkan lidah. Ia mengumpat. Kenapa hatinya bisa sakit ketika membayangkan Kayla yang sudah menjadi milik orang lain? Arden tidak tahu perasaan apa yang ia miliki terhadap sahabat kecilnya. "Lebih baik aku ke bar saja. Minum sedikit pasti bisa melupakan gadis gendut itu."


Arden berjalan ke bar yang ada di dalam kapal. Ia duduk saja di depan dan meminta pelayan memberinya minuman. Seorang pria paruh baya juga ada di dekatnya sembari menikmati tequila.


"Hai, Bung. Minum juga," tegurnya.


"Ya, tidak ada gadis yang bisa menemaniku malam ini." Arden mengulurkan tangan. "Arden."


Pria itu menyambut jabatan tangan Arden. "Mike."


"Hanya sendiri?" tanya Arden.

__ADS_1


"Tepatnya menunggu seseorang. Besok dia akan datang dan kami akan berlayar."


Arden tertawa mendengarnya. Ia melihat cincin bulat yang melingkar di jari manis pria itu. "Biar aku tebak. Apa kekasihmu?"


Mike menyadari apa yang Arden maksudkan. Pria itu tertawa kemudian mengangguk. "Kekasih selama liburan."


"Di mana dia?" Arden menunjuk cincin pada jari manis Mike.


"Istriku di rumah. Terbaring lemah. Kakinya lumpuh karena kecelakaan. Setiap hari dia marah-marah karena kondisinya. Aku sangat mencintainya, tetapi dia merasa tidak berguna. Padahal aku tidak beranggapan begitu. Bagiku ia sangat sempurna." Mike meneguk minumannya. "Aku sudah berusaha untuk mengatakan isi hatiku, tetapi istriku tetap marah.


"Kamu perlu waktu, Bung," ucap Arden. Sebuah pelarian. Aku juga begitu.


"Bagaimana denganmu?" tanya Mike.


"Kecewa dengan statusku. Aku menyukai sahabatku sendiri. Aku ingin menidurinya."


Mike tertawa. "Kamu ditolak?"


Mike tertawa terbahak-bahak. "Kita minum sampai puas malam ini. Aku akan menemanimu."


...****************...


Di sinilah Kayla. Berhadapan dengan kapal yang super besar dan mewah. Penumpang satu per satu naik dan ia melihat pengunjung lain yang sudah berada di atas kapal menatap ke bawah.


Penumpang yang naik akan diberi brosur mengenai kapal dan acara yang akan dilewati selama liburan serta negara yang akan mereka kunjungi.


Kayla mendapatkan itu, ia tidak langsung menuju kabin miliknya, melainkan menunggu sampai kapal akan berangkat. Di bawah sana keluarga yang mengantar melambaikan tangan mereka.


Rasanya ini menyenangkan. Kayla juga ikut melambaikan tangan meski tidak ada yang ia kenali dari orang-orang yang berada di bawah sana. Peduli apa, mereka juga tidak mengenal dirinya.


Pengumuman mengenai keberangkatan tiba. Penumpang yang sudah naik mengucapkan kalimat perpisahan. Mendengar hal itu, Kayla juga tidak mau kalah.


"Selamat tinggal mama, papa, kekasih, sahabatku," teriak Kayla pada orang-orang di bawah sana.

__ADS_1


"Kamu liburan sendiri?" tanya seorang wanita seumuran Kayla.


"Iya, aku sendirian. Bagaimana denganmu?" Kayla balik bertanya.


"Aku menemui kekasihku di sini. Kami akan bersenang-senang."


Kayla mengulurkan tangan. Berteman dengan seseorang di kapal boleh juga. Setidaknya ada yang akan menemaninya bicara.


"Kayla."


Wanita cantik itu menyambutnya. "Elise."


"Senang bertemu denganmu. Bagaimana kalau kita langsung ke kabin?" tawar Kayla.


"Sayangnya kekasihku sudah datang." Elise menunjuk pria yang berada di belakang Kayla.


Kayla menoleh dan kekasih Elise sudah berada di sampingnya. Kayla tersenyum, meski ia kaget jika pria yang menjadi kekasih Elise lebih tua dari wanita itu sendiri. Kayla menduga mereka beda sekitar dua puluh atau dua puluh lima tahun.


"Baru datang kamu sudah punya teman baru," tegur pria itu.


"Kenalkan, Sayang. Dia teman baruku," ucap Elise.


Kayla mengulurkan tangan. "Halo, aku Kayla."


Pria itu tersenyum dan menyambut. "Mike."


"Senang bertemu denganmu, Mike," ucap Kayla.


"Malam ini, kita akan perdana dinner di atas kapal. Kudengar kapal akan mengadakan party secara resmi. Mungkin pertunjukan musik serta dansa. Datanglah bersama kami. Aku juga punya teman yang baru aku kenali," tutur Mike.


"Terima kasih telah mengundang. Aku akan datang," ucap Kayla.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2