
Kayla sangat gugup. Tubuhnya terasa panas dan ujung jari tangan serta kakinya terasa dingin. Pendingin ruangan di dalam kamar rasanya tidak berfungsi. Kayla juga tiba-tiba dilanda haus. Sudah dua gelas air putih ia habiskan dan dua kali ke toilet.
Ia sudah memakai kebaya pengantin warna putih. Rambutnya sudah ditata dengan jamang pengantin dan bunga melati. Wajahnya dirias cantik. Tiada wanita yang lebih cantik dari Kayla. Hari ini dia adalah ratunya.
"Rombongan pengantin tiba. Acara segera dimulai. Lekas bawa calon mempelai keluar," ucap wanita berpakaian kebaya merah muda. Dia adalah bibi Kayla yang berasal dari kota Bandung.
Kayla didampingi oleh kerabatnya, sedangkan orang tuanya sudah duduk di tempat mereka masing-masing. Kayla menarik napas, lalu mengembuskannya secara perlahan. Ia melangkah dengan percaya diri menuju sang pengantin pria.
Kayla didudukkan di samping Arden. Keduanya saling lirik sebelum acara benar-benar dimulai. Ketika penghulu mengatakan untuk melaksanakan pernikahan, semakin guguplah Arden serta Kayla. Selendang putih diletakkan di atas kepala keduanya. Arden menjabat tangan Raka dan mengucapkan ijab kabul.
Sayangnya ijab kabul pertama tidaklah mulus. Saksi menyatakan apa yang diucapkan Arden tidak sah. Hal itu menjadi gelak tawa karena kegugupan pengantinlah yang menjadi alasannya.
"Tenang, tarik napas, lalu embuskan," ucap pak penghulu.
Arden mengangguk. "Iya, Pak."
"Kalau kamu sudah tenang, kita mulai," kata Raka.
"Bentar, Om. Arden tarik napas dulu."
Arden menyeka keningnya yang berkeringat dengan tisu. Ia berkali-kali menarik napas panjang, lalu mengembuskannya. Mengucapkan ijab kabul rupanya lebih susah dari membacakan presentase pekerjaan.
"Bisa kita mulai lagi?" tanya Pak penghulu."
Arden mengangguk. "Siap, Pak."
Kembali Arden menjabat tangan Raka. Sang ayah yang menikahkan putrinya, dan kali ini Arden mengucapkan ijab kabul dengan suara lantang dan jelas. Saksi menyatakan sah dan pasangan Arden serta Kayla resmi menjadi suami istri dengan mahar berupa emas lima ratus gram. Semua mengucapkan syukur. Kayla menitikkan air mata karena sekarang ia telah menjadi wanita bersuami.
Arden memasang cincin di jari manis Kayla, lalu mengecup kening istrinya. Kayla juga sama. Ia menyematkan cincin di jari manis Arden dan mengecup punggung tangan suaminya.
Setelah itu keduanya menandatangani surat nikah dan sesi foto bersama. Selanjutnya meminta restu kepada kedua orang tua dari kedua mempelai.
Bela dan Raka terharu. Memang jodoh putrinya adalah orang terdekat mereka, tetapi kegagalan Kayla yang lalu membuat mereka sedih. Kini mereka sudah memiliki menantu baik dan lebih dari calon sebelumnya.
Semua memberi restu dan mengucapkan selamat. Kayla dan Arden berbahagia dengan senyum yang selalu terbit dari bibir mereka.
Tamu yang hadir di acara pernikahan tidak terlalu banyak sebab Raka hanya mengundang kerabat dekat dan teman akrab saja. Tamu yang hadir pun sudah pamit dan tinggal para keluarga saja yang ada di rumah mempelai wanita
"Akhirnya, Papa sangat bahagia, Sayang," ucap Raka.
Raka mengusap air matanya. Ia terharu putri semata wayangnya bahagia. Bela sedari tadi memberi tisu kepada suaminya. Raka memang melankolis jika menyangkut Kayla.
__ADS_1
"Putrimu menikah. Kamu malah menangis," tegur Bela.
"Aku ini bahagia dan sedikit tidak rela Kayla telah dimiliki oleh Arden."
"Papa, dari Kayla dalam kandungan, dia sudah menjadi milikku," ucap Arden.
"Biarkan saja Papa mertuamu itu. Dia memang begitu," sahut Dean. "Selamat untuk kalian berdua. Om sangat bahagia kita menjadi keluarga."
"Selamat Kakak ipar," ucap Aretha.
"Terima kasih. Akhirnya aku menikah juga," kata Kayla.
"Sudah kubilang jodohmu memang Arden."
Semua tertawa. Mereka tahu kalau sepasang pengantin baru itu teman, tapi musuh. Keduanya punya ikatan yang kuat satu sama lain hingga cinta itu timbul dengan sendirinya.
"Kalian istirahat. Makan dulu setelah itu kita ke hotel," ucap Bela.
"Kayla ganti baju dulu baru makan," ucapnya.
"Sayang, ikut," kata Arden.
"Sudah sah, Ma. Masa dilarang," protes Arden.
"Pengantin enggak boleh capek. Kamu tetap di sini. Mama ambilin kamu makan."
Kevin menepuk pundak putranya. "Sabar. Simpan tenagamu buat nanti malam."
"Minum jamu, Ar. Biar tahan berkali-kali," ucap Davin.
"Belajar dari Papamu. Dia jagonya," timpal Dean.
"Jangan terlalu menyakiti Kayla. Awas saja kalau dia tidak bisa jalan," ucap Raka.
"Siap, Pa. Semua jangan khawatir. Setelah ini kalian akan dapat cucu baru lagi," kata Arden.
Aretha, Elena, Bela dan Natalie cuma geleng-geleng kepala mendengar percakapan antar pria. Sementara Kayla lekas pergi ke kamar untuk berganti pakaian.
...****************...
"Kamu cantik, Sayang," ucap Arden. Kecupan kecil ia berikan di kening Kayla.
__ADS_1
Kayla tersenyum. "Terima kasih suamiku."
"Panggilan baru itu, aku suka," bisik Arden.
Arden telah mengenakan tuxedo putih dengan dasi pita warna senada. Sementara Kayla telah mengenakan gaun pengantin indah dengan mahkota di atas kepalanya.
"Kalian sudah siap? Ayo, kita segera keluar," ucap Davin.
Arden mengulurkan tangan yang disambut oleh Kayla. Satu buket bunga berada di tangan Kayla dan satu lagi mengapit lengan Arden. Keduanya keluar dan berjalan menuju ballroom hotel bersama pengiring pengantin.
Musik mulai berdendang, penyanyi bernyanyi ketika sepasang pengantin masuk ke ballroom. Keduanya berjalan perlahan dan menampilkan senyum kebahagian menuju pelaminan.
Di tengah kebahagian itu, acara dansa di mulai. Arden dan Kayla berdansa bersama diiringi lagu romantis. Pembawa acara memberi mikrofon kepada Arden. Sembari mengenggam erat tangan sang istri, Arden mengucapkan kata-kata yang membuat hati Kayla berbunga-bunga dan terharu.
"Kamu sudah menjadi istriku," kata Arden.
Seorang pria memberi Kayla mikrofon untuk bicara. Kayla berdeham, lalu berkata, "Ya, tadi pagi kita menikah."
"Aku tau dan inilah hidup kita yang sebenarnya."
"Hidup sebenarnya?" tanya Kayla.
"Gadis es krim. Aku akan membawamu ke dunia luar biasa di mana ada duka dan suka di dalamnya. Aku tidak berharap kamu bersedih, tetapi hari itu pasti ada. Ketika kamu kesal padaku. Ketika kekuranganku muncul di depanmu. Tapi aku akan buktikan dibalik kesedihanmu nantinya, aku akan membuatmu tersenyum. Senyum ketika aku membujukmu. Senyum ketika kamu tau kelebihanku."
"Aku sudah memutuskan. Aku membuka mataku saat menerima lamaranmu. Aku bersedia pergi ke dunia suka dan duka bersamamu. Di dunia baru, hanya ada aku dan kamu. Dunia suami dan istri," balas Kayla.
"Genggam tanganku, bersama kita rajut mimpi kita," ucap Arden.
"Aku akan selalu menggengam tanganmu. Bersama dengan dirimu sekarang dan selamanya."
Arden mengecup kening Kayla. Tamu yang menyaksikan moment itu bertepuk tangan. Kayla terharu, ia berusaha untuk tidak menangis.
"Bersedia ke langkah pertama?" bisik Arden.
"Aku selalu bersedia."
"Aku tidak sabar untuk masuk ke duniamu."
"Sesaat lagi," ucap Kayla.
Bersambung
__ADS_1