Pelarian Termanis

Pelarian Termanis
Kolam Renang


__ADS_3

Arden meraba sisi tempat tidurnya. Gerakan tangannya terhenti ketika mendapati keadaan yang kosong. Ia membuka mata, tidak ada wanita cantik yang semalam tidur dalam pelukannya.


Arden menguap, ia mengucek kedua matanya, lalu beringsut bangun. Pandangannya menyapu sekeliling. Tidak ada tanda-tanda Kayla di dalam kamar. Arden turun dari ranjang. Ia berjalan menuju teras kamar dan Kayla juga tidak berada di sana.


"Ke mana dia?" gumam Arden sembari menggaruk kepalanya.


Hati Arden gelisah jika tidak dapat melihat wanita satu itu. Ia takut Kayla pergi. Tapi ini kapal yang tengah berlayar di laut luas. Kayla tidak mungkin menghilang begitu saja. Namun, Arden tetap khawatir. Ia tidak ingin wanitanya mengundang perhatian pria lain.


Segera Arden melangkah masuk kamar mandi. Ia bergegas membersihkan diri untuk pergi mencari gadis yang suka berlari dan bersembunyi.


"Dia sengaja tidak membangunkan-ku. Lihat saja nanti," gumam Arden.


Selesai membersihkan diri dan berpakaian, Arden keluar kamar. Langkah pertamanya menuju kabin Kayla. Sesampainya di sana, ketika Arden mengetuk kamar, sama sekali tidak ada jawaban. Yang artinya, Kayla tidak berada di tempat.


Langkah kedua mencari Kayla di restoran dan cafe. Mungkin saja wanitanya tengah bersantai menikmati sarapan atau membaca buku di kursi panjang pantai seraya menikmati sinar mentari yang bersinar cerah.


Lagi-lagi Arden tidak menemukan gadisnya di sana. Ia panik dan pikiran kotor mulai menyelimuti. Satu nama pria, yaitu Alex yang harus Arden cari. Lelaki itu yang selalu ingin bersama Kayla.


"Di mana dia?" ucap Arden dengan pandangan ke sekeliling.


"Arden!" tegur Mike.


Arden menoleh ke belakang. Mike membawa dua minuman jus jeruk. Pria itu memakai celana pantai tanpa atasan. Tubuhnya memerah karena terpaan sinar mentari.


"Mike! Kamu lihat Kayla? Dia tidak berada di kamar. Aku lelah mencarinya," ucap Arden.


"Kayla bersama Elise. Mereka ada di kolam renang. Aku ditugaskan untuk membawakan mereka minuman ini." Mike mengangkat dua gelas di tangannya.


"Kolam renang?" tanya Arden.


"Iya. Mereka berenang di sana. Ada party yang diadakan oleh penyelenggara."


"Ayo, kita susul mereka. Kenapa aku tidak tau ada party di sana?" tanya Arden.


"Bukannya di brosur sudah ada jadwalnya?" jawab Mike.


"Kayla! Awas saja kamu," ucap Arden kesal.

__ADS_1


Bisa-bisanya Arden melupakan acara paling penting di kapal. Memang tengah diadakan pesta dengan musik live. Pengunjung yang hadir menari bersama.


"Di mana mereka?" tanya Arden.


"Ikut denganku."


Hingar bingar musik serta teriakan dari pengunjung tidak menarik sama sekali bagi Arden. Bahkan wanita seksi yang bergoyangkan pinggul serta bagian atasnya tidak membuat Arden mengalihkan perhatian ke arah wanita yang tengah bersiap untuk masuk ke kolam renang.


Kolam besar yang terisi pria serta wanita. Tidak! Arden tidak mengizinkan Kayla untuk masuk ke dalam air. Lalu, apa-apaan pakaian renang yang dipakai Kayla? Bentuknya sangat parah.


"Kay, cepat turun," ajak Elise yang sudah lebih dulu masuk ke dalam air.


"Kamu minggir sedikit. Aku ingin terjun," kata Kayla.


"Oke. Aku akan memotretmu saat terjun."


Elise berenang menjauh sembari mengangkat satu tangan ke atas yang memegang kamera. Ia akan memotret Kayla yang bersiap mengambil posisi masuk ke dalam air.


Kayla mundur beberapa langkah, mengambil ancang-ancang, lalu berlari cepat. Namun, bukannya terjun ke air, tetapi tubuhnya malah ditangkap oleh Arden.


Di dalam air, Elise tertawa melihat itu. Mike cuma geleng-geleng kepala memandang tingkah keduanya. Arden melepaskan Kayla, ia membuka kemeja yang dipakai, lalu menyuruh Kayla untuk memakainya.


"Aku ingin berenang," kata Kayla.


"Aku lelah mencarimu, tapi kamu malah senang-senang di sini. Dan, pakaian apa ini?"


"Astaga, Arden! Kamu lihat wanita di sini. Semua memakai pakaian renang yang sama denganku."


"Biarkan mereka. Pokoknya untukmu tidak boleh," ucap Arden tegas melarang.


"Hei! Ayo berenang bersama," seru Elise.


Kayla menatap Arden. Ia ingin berenang dan berharap pria di depannya ini akan mengizinkan. Arden mengembuskan napas panjang ketika memandang tatapan memelas Kayla.


"Oke! Tapi tetap pakai kemejaku dan jangan jauh-jauh dariku. Tetap bersamaku," kata Arden.


"Aku ingin terjun ke dalam sana," ucap Kayla.

__ADS_1


"Kita sama-sama saja. Biar Elise yang menangkap gambar kita," kata Arden, lalu mengarahkan pandangan ke Mike. "Ayo, kita berenang."


"Kalian saja," kata Mike.


"Elise, bersiap mengambil gambar kami," seru Arden.


"Oke! Bersiap saja." Elise mengacungkan ibu jarinya.


Arden memegang tangan Kayla. "Siap?"


Kayla mengangguk. Keduanya mundur beberapa langkah, bersiap, lalu berlari cepat dan terjun ke dalam kolam renang. Elise bersorak karena berhasil menangkap potret keduanya.


"Lompatan bagus," ucapnya.


"Kita foto bersama," kata Kayla.


Ketiganya berdekatan dengan Arden di posisi tengah. Mereka berfoto bersama dan membuat rekaman sebagai kenang-kenangan.


"Mike, ayo turun," ajak Arden.


Mike menggeleng. "Aku ingin berjemur."


"Biarkan saja. Mike tidak boleh berfoto," ucap Elise.


"Maaf, aku tidak tau." Arden mengusap lengan Elise. "Lebih baik kita bertiga bersenang-senang."


"Ya, memang itu yang kuharapkan," sahut Elise.


"Kita di sini memang untuk itu," timpal Kayla.


Arden tidak bisa jauh dari kedua gadis itu. Tangannya terus melingkar ke pinggang Kayla serta Mike bertugas sebagai penyedia minum dan makanan ringan.


Bersambung


Arden ( photo by pinterest)


__ADS_1


__ADS_2