
Kayla dan Arden melakukan perjalanan ke Amerika setelah hampir dua minggu melewati musim dingin di Paris. Untuk beberapa bulan keduanya tinggal di sana sembari menyiapkan resepsi kedua.
Tidak banyak yang Kayla lakukan selama di Amerika. Musim dingin juga menjadi batasan untuk bergerak. Sesekali ia mengunjungi bibi Arden, yaitu istri dari Dika.
Kayla juga senang karena Elise sempat berkunjung ke apartemen mereka. Sahabat baru Kayla itu tengah melakukan perjalanan bisnis dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Kayla dan Elise untuk menghabiskan waktu bersama.
Arden juga masih sesekali berkunjung ke perusahaan milik mendiang sang kakek. Karena ia tidak akan lagi tinggal di Amerika, maka Arden mengurus segala tentang kepindahannya.
Selama menghabiskan waktu bersama lebih banyak dan musim juga dingin. Bukan hanya Kayla saja yang kembali memiliki tubuh berisi, tetapi Arden sama halnya.
Tubuh kekar itu mulai ditumbuhi lemak. Perut yang berotot kini mulai bergelambir. Arden tidak tahu kenapa tubuhnya bisa berubah dengan sangat cepat.
Menurutnya ia hanya makan dengan porsi biasa saja. Memang Arden malas untuk berolahraga angkat beban. Alat-alat berat itu baginya tidak lagi menarik. Baginya olah tubuh bersama Kayla lebih menyenangkan.
Lain hal dengan Kayla. Berat badannya naik karena memang ia suka sekali makan. Padahal ia sudah berjanji untuk menjaga pola makan, tetapi melihat Arden yang tidak peduli akan bentuk tubuhnya, Kayla pun begitu juga.
"Sayang, kamu beli keripik kentang tidak?" tanya Arden yang mengobrak-abrik isi kulkas.
"Mulai hari ini, kita tidak boleh makan makanan ringan. Lihat tubuhmu, Ar. Jas pengantinmu tidak akan muat," kata Kayla.
"Ini namanya kebahagian dari pernikahan. Hidup kita makmur," jawab Arden.
Kayla menggeleng. "Tidak ada keripik kentang hari ini. Lebih baik kamu pergi olahraga."
"Satu bungkus saja. Tadi pagi kamu makan donat, aku tidak protes. Berat tubuhmu juga bertambah," kata Arden.
Kayla tersenyum, lalu menunjukkan benda yang ada di tangannya. "Sekarang aku tau kenapa napsu makanku bertambah."
Arden segera mengambil benda itu. Test pack bergaris dua. "Sayang, kita bakal punya anak?"
__ADS_1
Kayla mengangguk. "Iya. Kamu jadi ayah dan aku ibu."
Arden langsung memeluk istrinya. "Terima kasih, Sayang." Arden memberi kecupan kecil di seluruh wajah Kayla. "Aku bahagia dan kabar ini harus segera diberitahu pada keluarga."
Kayla mengangguk. "Iya. Kita segera lakukan panggilan video."
Kabar yang mengejutkan karena perubahan tubuh Arden dan kabar membahagiakan karena Kayla akhirnya mengandung. Keluarga besar begitu bahagia dan akan berkunjung pada awal musim semi.
...****************...
Musim semi tiba. Bunga-bunga bermekaran dan matahari bersinar cerah. Kebahagian bagi pasangan baru yang akan menggelar resepsi pernikahan mereka.
"Ternyata kamu sangat bahagia, Ar. Jas saja sangat susah untuk dikancingkan," kata Davin.
"Aku akan coba diet," sahutnya.
"Tahan napasmu. Aku harus mengancingkannya."
"Kayla hamil dan kamu pun ingin hamil juga. Kalian ini sangat cocok," ucap Davin.
"Jangan mengomel lagi. Cepat bantu aku mengancingkannya."
Arden tidak bisa bernapas ketika Davin berhasil mengancingkan jas di tubuhnya. Sesak yang ia rasakan dan kembali meminta iparnya membuka kancing sengsara itu.
"Begini saja. Lagian ini cuma acara antara sahabat," ucap Arden, yang membiarkan jas itu terbuka.
"Siap-siap saja teman-teman kita kaget melihatmu."
"Yang ada mereka memujiku tampan," sahut Arden.
__ADS_1
"Percaya dirimu selalu tinggi. Sudahlah, kita jemput Kayla di kamar sebelah."
Dengan sangat menyesal, Kayla tidak bisa mengenakan gaun pengantin kupu-kupu yang ia pesan. Kondisi kehamilan dan tubuh berisinya tidak memungkinkan untuk itu. Usia kandungannya sudah tiga bulan. Setelah acara ini, Kayla dan Arden akan pulang ke Indonesia.
"Sudah siap?" tanya Arden pada istrinya.
Kayla mengalungkan tangan ke lengan Arden. "Iya, aku siap."
Keduanya berjalan menuju taman hotel. Sahabat serta rekan dari Arden telah datang termasuk Elise serta Mike yang membawa istri tercintanya, Sandra. Arden dan Kayla tidak mengundang Steve. Bagi keduanya Steve adalah bagian yang sudah tamat.
"Hidupmu makmur, Ar," ucap Miles.
"Istrinya hamil dan dia tidak ingin ketinggalan," sahut Edward.
"Aku bahagia dan ini pencapaian dalam hidupku. Rasanya tidak ada lagi yang kuinginkan. Kayla milikku dan sebentar lagi kami punya anak. Kurasa fisik tidak menjadi soal bagi kami. Aku mencintai istriku karena dia adalah Kayla," ucap Arden.
"Dan aku mencintai suamiku karena dia adalah Arden," sahut Kayla.
Arden tersenyum kemudian meraih pinggang istrinya. "Sungguh kamu menerimaku?"
"Aku tidak akan menjadi istrimu jika aku tidak menerimamu."
"Yakin masih ingin bersama suamimu ini. Tubuhku tidak kekar lagi," ucap Arden.
Kayla mengecup pipi suaminya. "Selama suamiku itu tidak berubah ke arah lain, maka aku akan tetap berada di sisinya."
Arden mengecup bibir Kayla. "Tapi aku akan berusaha membuat bentuk tubuhku kembali. Aku tidak ingin istri cantikku ini diambil orang lain."
Kayla tertawa. "Setelah anak kita lahir. Mari lakukan olahraga bersama."
__ADS_1
Acara yang meriah. Keluarga, sahabat memberi ucapan selamat kepada Kayla dan Arden. Keduanya berbahagia, dan Arden benar. Selama wanita yang ia cintai adalah Kayla, maka ia akan bahagia.
TAMAT