Pembantu Somplak Mr. Arrogant

Pembantu Somplak Mr. Arrogant
Part 36.


__ADS_3

Setelah selesai mengerjakan tugasnya Clara menyimpan leptop dan juga bukunya. Dia menatap Rafi yang masih duduk sambil menonton drakor di sofa. Karna sudah mengantuk Clara mengambil mampan kosong yang ada di meja lalu berjalan mendekati Rafi.


"Apa mampannya sudah selesai, Tuan? Jika sudah aku mau membawanya ke dapur untuk di bersihkan" ucap Clara membuaka suara.


"Tidak perlu! Aku juga mau ke dapur biar aku saja yang membawanya" ucap Rafi bangkit dari duduknya lalu mengambil mampan kosong yang ada di tangan Clara.


Melihat tingkah aneh Rafi, Clara hanya mampu membuang napasnya kasar lalu berjalan menuju ranjang. Dia membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah dan menutupinya dengan selimut. Tidak menunggu lama Clara langsung terhanyut dalam mimpinya.


Setelah selesai membersihkan piring kotornya Rafi langsung berjalan memuju kamarnya. Dia melihat Clara yang sudah tertidur pulas di atas ranjangnya. Melihat wajah cantik Clara yang sedang tertidur dengan pulasnya berlahan senyuman di wajah Rafi mengembang dengan sempurna.


"Kamu sangat cantik istriku! Tapi, kenapa aku tidak mampu menyentuhmu sedikit saja" batin Rafi menatap lekat wajah Clara.


Ingin sekali rasanya Rafi menyatakan cintanya kepada Clara. Tapi, dia tidak bisa mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya. Bayangan penghianata wanita yang dia cintai di masa lalu selali muncuk di dalam pikirannya. Dia takut jika dia Clara tau dia mencintainya maka Clara akan memperlakukannya sesuka hati sama seperti Enjel dan Githa dulu.


Berlahan Rafi naik ke atas ranjang dan menatap Clara yang telah tertidur pulas di sampingnya. Rafi membaringkan tubuhnya dengan memeluk Clara dan menengelamkan wajahnya di belahan dada Clara.


Berlahan bayangan malam panas yang telah mereka lewati kembali terlintas di pikiran Rafi. Tanpa Rafi sadari juniornya yang sedang tertidur lelap tiba tiba terbangun. Rafi berusaha mengatur napasnya lalu berusaha menidurkan juniornya kembali. Dia dan Clara memang sudah sah menjadi suami istri tapi, Rafi tidak punya nyali untuk meminta haknya kepada Clara.


Rafi mencoba menejamkan matanya dan membuang semua pikiran pikiran kotornya. Karna hari juga semakin larut di tambah Rafi yang sudah mengantuk akhirnya Rafi tertidur dalam pelukan Clara. Sepasang pengantin baru yang selalu di baluti gengsinyang sangat tinggi itu akhirnya tertidur dengan berpelukan.


Saat mereka bangun mereka akan selalu di ributkan dengan pertengkaran yang selalu membesar besarkan masalah sekecil apapun. Tapi, saat mereka tertidur mereka akan tertidur sambil berpelukan untuk mengutarakan rasa cinta mereka yang selalu mereka pendam di dalam hati mereka masing masing.


Allah memang punya banyak cara untuk menyatukan setiap insannya. Begitu juga dengan Rafi dan Clara. Saat pertemuan mereka yang pertama kali mereka saling membenci satu sama lain. Tapi, Allah terus mempertemukan mereka hingga tanpa mereka sadari benih benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka mading masing.


Allah juga menyatukan mereka dalam ikatan suci pernikahan dengan cara yang unik. Walaupun mereka berdua belum mengungkapkan perasaan mereka masing masing. Tapi, Allah sudah menyusun rencana yang sangat baik untuk rumah tangga mereka.


...----------------...

__ADS_1


Karna hari minggu Rafi memilih untuk bermalas malasan diatas kasurnya. Dia menatap Clara yang sedang membersihkan kamar mereka sambil tersenyum kecil. Dia masih betah mengulung di bawah selimutnya sambil memperhatikan Clara secara diam diam.


Clara yang mengunakan celana di atas lutut di padukan dengan baju kaos kebesaran. Di tambah lagi dengan rambutnya di gulung secara asal asalan membuat kecantikan Clara semakin terpancar. Clara yang sedang menungkuk karna menyapu Rafi tidak sengaja melihat buah dadanya yang terlihat jelas.


"Gunung kembarnya ternyata sangat mengoda" batin Rafi sambil menelena ludahnya kasar.


Clara yang sedang asik menyapu tiba tina menatap Rafi yang sudah bangun. Sadar dengan tatapan Rafi yang menatapnya dengan lekat Clara langsung menatap ke arah tatapan Rafi. Clara melihat buah dadanya yang terlihat jelas karna kerah bajunya yang longgar.


"Tuan!" teriak Clara repleks menutup dadanya.


"Ada apa?" ucap Rafi sontak kaget lalu bangun dari tidurnya.


"Tuan mengintip'kan?" ucap Clara menatap tajam Rafi.


"Mengintip apa? Kamu tidak lihat aku sedang tidur tadi!"


"Aku melihat tuan melihat kedalam isi bajuku tadi"


"Tuan mau apa? Tuan jangan macam-macam" ucap Clara melangkah mundur melihat tatapan Rafi.


"Aku tidak macam-macam! Hanya satu macam saja" ucap Rafi tersenyum sinis lalu melangkahkan kakinya mendekati Clara.


"Tu...tuan berhenti! Atau aku akan memukul tuan mengunakan ini" ucap Clara mengangkat sapu uang ada di tangannya.


"Aku mau ke kamar mandi. Kau menghalangi jalanku" ucap Rafi ketus lalu menurunkan sapu yang ada di tangan Clara.


"Em! Mau ke kamar mandi?" ucap Clara cengengesan ketika melihat dia sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Tidak! Mau ke mandi kamar. Sudah di bilang mau ke kamar mandi terus saja bertanya" oceh Rafi.


"Tuan cerewet amat, sih! Lagi datang bulan ya?" ucap Clara kesal lalu melangkahkan kakinya menjauh dari Rafi.


"Kau kira aku ini wanita apa? Apa perlu aku menunjukkan milikku kepadamu? Sembarangan saja bilang aku lagi datang bulan. Yang ada aku lagi kesal karna melihat wajahmu yang menjengkelkan itu" ucap Rafi menatap kesal Clara.


"Jika kesal melihat wajahku jangan lihat. Gitu aja repot" ucap Clara memanyunkan bibirnya.


Cupp....


Karna kesal melihat sikap Clara yang terus menjawab ucapannya, Rafi langsung membungkam bibir Clara dengan bibirnya. Rafi melahap bibir Clara dengan rakusnya sambil memegang lekuk leher Clara agar tidak bisa mengindari serangannya.


Cukup lama Rafi mengobrak abrik isi mulut Clara hingga di tahap akhir dia menggigit kecil bibit bawah Clara. Rafi menatap lekat wajah Clara dengan napar yang memburu. Sedangkan Clara hanya mampu menunduk malu tanpa berani mengucap sepatah katapun lagi.


"Apa kamu tau semua yang ada di tubuhmu adalah milikku? Jadi aku berhak melakukan apapun kepadamu" ucap Rafi mengelus wajah Clara.


Mendengar ucapan Rafi berlahan Clara menunduk menyembunyikan wajah memerahnya. Memang melayani suami adalah tugasnya sebagai seorang istri. Bahkan jika Clara menolak maka dia akan mendapatkan dosa karna tidak mau melayani suaminya. Tapi, Clara masih merasa sangat cangung karna ini baru pertama kali untuknya melakukan sentuhan pisik dengan lawan jenisnya.


Walaupun Clara dan Rafi sudah pernah melakukannya tapi itu dilakukan secara tidak sengaja. Bahkan waktu itu Clara sedang dipengaruhi sehingga dia melakukannya secara tidak sadar.


"Tapi, sayang! Milikku tidak mau bangun jika sarangnya adalah milikmu" ucap Rafi terkekeh kecil ketika melihat wajah tomat Clara.


"Tuan! Awas kau ya" ucap Clara menatap kesal Rafi lalu ingin menjewer telinganya.


Tapi, sayang Rafi keburu kabur ke kamar mandi dan menutup pintunya rapat-rapat.


"Tuan keluar kau! Awas kau ya" ucap Clara mengedor pintu dengan penuh kekesalan.

__ADS_1


"Ha...ha... Nenek lampir" ucap Rafi terkekeh di dalam kamar mandi sehingga membuat Clara semakin kesal.


Bersambung.....


__ADS_2