
Mendengar ucapan Clara yang memaafkan Rania dengan mudah Tika langsung membuka suara. Dia tidak terima jika Clara memaafkan Rania dengan mudah. Padahal Rania sudah sering menyakiti Clara tapi, Clara dengan mudah memaafkan semua perbuatan Rania.
"Ra, kau tidak bisa memaafkannya begitu saja. Dia sudah sangat sering menyakitimu" ucap Tika tidak terima.
"Tik, dia sudah menyadari semua kesalahannya. Jadi, apa salahnya kita memaafkannya. Semua orang pasti punya kesalahn, Tik. Kita sebagai sesama manusia harus memaafkan semua kesalah di masa lalu dan saling menasehati satu sama lain." jelas Clara tersenyum.
"Setelah kecelakaan otakmu jadi lari ya" ucap Tika kesal.
"Tik, sudah! Tidak ada gunanya kita mengungkit masa lalu. Karna bagaimanapun masa lalu tidak akan bisa di ulang kembali. Sekarang lebih baik kita pokus menatap ke depan dan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran. Pasti kau di masa lalu pernah melakukan kesalahan'kan? Kau juga pasti berharap jika kesalahanmu di masa lalu bisa di maafkan" ucap Zhia menasehati Tika.
"Benar apa yang di katakan Kak Zhia, Tik. Kau juga harus memaafkan semua perbuatan Rania di masa lalu. Karna saling memaafkan itu indah" ucap Clara mengengam tangan Tika sambil tersenyum.
"Ok! Aku memaafkan semua kesalahannya kepadamu" ucap Tika mengalah.
"Tapi, jika sekali lagi kau menyakiti Clara maka lawanmu adalah aku." ucap Tika kembali sambil menatap tajam Rania.
"Kau tenang saja! Rania sudah menadapatkan karma atas semua perbuatannya. Pasti dia tidak akan mau mengulangi kesalahan yang sama lagi." ucap Dirga meyakinkan Tika.
"Ran, kau yang sabar ya. Aku yakin kau adalah salah satu wanita pilihan Allah. Kau harus tau Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya. Allah yakin kau bisa melewati semua ini, sehingga dia memberikan cobaan ini kepadamu" ucap Clara menguatkan Rania.
"Kau memang wanita yang sangat baik, Ra. Pantas saja kau selalu di kelilingi orang-orang baik" ucap Rania menitikkan air matanya.
"Sini! Peluk sayang" ucap Clara tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya.
Rania langsung memeluk Clara dengan sangat erat. Dia menangis di dalam pelukan Clara menyesali semua perbuatannya. Clara dengan lapang dada memaafkan kesalahan Rania. Bagi Clara kesalahan di masa lalu hanyalah sebuah pelajaran hidup agar bisa menjadi lebih baik lagi.
...----------------...
Setelah dinyatakan sembuh Clara akhirnya sudah bisa pulang. Rafi merawat Clara dengan baik bahkan mereka tidak pernah bertengkar lagi. Tapi, melihat sikap Rafi yang sudah berubah malah membuat Clara menjadi bosan. Dia malah sering membuat Rafi kesal karna tingkahnya yang sangat manja.
"Sayang! Aku mau minum" ucap Clara duduk bersandar di atas ranjangnya.
"Ia, Sayang! Sabar dong" ucap Rafi berjalan terburu-buru sambil membawa segelas air mineral di tangannya.
"Lama amat" ucap Clara memayunkan bibirnya.
"Bawel amat sih" ucap Rafi kesal sambil menarik hidung mancung Clara.
"Terima kasih" ucap Clara mengambil gelas di tangan Rafi lalu menengaknya sampai habis.
__ADS_1
Rafi yang merasa lelah karna berapa hari ini harus mengurus Clara di rumah sakit, memilih untuk duduk bersandar di samping Clara.
"Sayang! besok aku ke kampus ya. Aku bosan di rumah terus" ucap Clara bersandar manja di dada bidang Rafi.
"Kau baru sembuh, Sayang. Bahkan baru pagi ini keluar dari rumah sakit."
"Tapi, aku bosan di rumah terus. Mama juga gak ngebolehin aku beres-beres rumah."
"Kalau kau bosan kau boleh belajar dari rumah. Jika kamu henuh aku akan menyuruh Tika dan Rania menemani setelah mereka pulang dari kampus"
"Tapi, Sayang"
"Tidak ada tapi-tapian! Jadi istri itu harus nurut. Jangan bandel jika di bilangin. Nanti kalau kau sudah sembuh pasti aku akan izinin kau ke kampus lagi"
"Jadi suami ketus amat, sih! Hobynya nonton drama korea. Tapi gak ada romantis-romantisnya" gumam Clara kesal.
"Maaf, Sayang. Aku sedikit pusing tadi" ucap Rafi merasa bersalah setelah mendengar gumaman Clara.
"Kau sudah minum obat?" ucap Rafi melirik obat Clara yang masih utuh.
"Belum"
"Obatnya banyak sekali. Sudah banyak besar-besar lagi" ucap Clara kesal.
Mendengar ucapan Clara berlahan Rafi terkekeh kecil. Ucapan Clara mengucapkan kata besar terdengar sangat lucu di telinganya.
"Kenapa kau tertawa?" ucap Clara mengerutkan keningnya.
"Tidak apa-apa. Sekarang lebih baik kau makan obatmu. Setelah itu kita tidur siang" ucap Rafi mengambil obat Clara dan menyerahkannya satu persatu kepada Clara.
"Ayo minum! Jangan di lihatin saja" ucap Rafi melihat Clara belum meminum obatnya juga.
"Baik suamiku yang paling cerewet" ucap Clara kesal lalu meminum obatnya satu persatu.
"Istri yang pintar. Sekarang ayo kita tidur" ucap Rafi membaringkan tubuh Clara lalu menyelimutinya.
Rafi membaringkan tubuhnya di samping Clara lalu membawa tubuh Clara kedalam pelukannya. Rafi menengelamkan wajahnya di tengkuk leher Clara, lalu menghirup aroma tubuh Clara yang menenangkan pikirannya.
"Sayang!" ucap Clara kembali.
__ADS_1
"Hem!" dehem Rafi mulai memejamkan matanya.
"Aku minta maaf karna tidak bisa menjaga bayi kita dengan baik. Bahkan kita belum menyadari kehadirannya" ucap Clara meneteskan air matanya.
Mendengar ucapan Clara, Rafi kembali membuka matanya lalu menatap wajah Clara dengan lekat.
"Itu semua bukan kesalahanmu, Sayang. Mungkin dia belum di takdirkan untuk ada di tengah-tengah kita" ucap Rafi menghapus air mata Clara.
"Apa aku masih bisa mengandung lagi?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Kita bisa mencobanya lagi setelah keadaanmu benar-benar pulih"
"Jika aku tidak bisa mengandung kau boleh kok menikah lagi. Aku tidak akan melarangmu untuk melakukan itu."
Degh...
Jantung Rafi rasanya seperti berhenti berdetak mendengar ucapan Clara. Dia tidak menyangka jika Clara telah berpikir sejauh itu.
"Aku bisa hidup tanpa keturunan tapi, aku tidak akan bisa hidup tanpamu. Tolong jangan bicara seperti itu lagi, jika kau tidak ingin melihatku marah kepadamu" ucap Rafi kesal mendengar ucapan Clara.
"Tapi mama sama papa sangat menginginkan cuvu darimu"
"Mereka memang menginginkan cucu dariku. Kita pasti bisa memberikan cucu kepada mereka."
"Jika aku tidak bisa mengandung lagi?"
"Walaupun kau tidak bisa mengandung lagi kita masih bisa mengunakan cara lain. Seperti melakukan bayi tabung, ataupun mengadopsi anak." ucap Rafi.
"Dengarkan aku, Sayang. Aku yakin jika kita terus berusaha dan berdoa pasti kita akan mendapatkan hasil yang setimpal. Percayalah sayang, Allah tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuan hambanya. Aku yakin setepah cobaan ini Allah akan memberika kebahagiaan untuk cinta kita" ucap Rafi mengelus lembut wajah Clara.
"Terima kasih karna sudah mencintaiku" ucap Clara tersenyum.
"Terima kasih karna sudah melemparkan sepatumu ke kepalaku"
"Sayang...."
"Pertemuan yang aneh! Tapi membawa cinta yang begitu indah"
Bersambung.....
__ADS_1