
Setelah puas bermain di taman Clara membawa Aulya pulang ke mensionnya. Dia menatap lekat tubuh mungil Aulya yang telah tertidur pulas di bangku belakang. Berlahan ingatannya tentang calon bayinya yang telah meningal kembali melintas di pikirannya.
"Kau jangan bersedih seperti itu. Aku yakin sebentar lagi kau akan bisa mengandung lagi." ucap Tika tersenyum.
"Tapi sudah dua bulan setelah kejadian itu aku belum melihat tanda-tanda jika aku hamil lagi. Aku takut tidak bisa mengandung lagi." ucap Clara menunduk sambil meneteskan air matanya.
Mendengar ucapan Clara,Tika langsung menepikan mobilnya lalu menatap lekat wajah Clara.
"Clara yang aku kenal tidak pernah putus asa seperti ini. Clara sahabatku selalu percaya dengan keajaiban dan tidak pernah mau menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan. Di mana Clara yang aku kenal selama ini?" ucap Rissa menatap lekat wajah Clara.
Mendengar ucapan Tika, Clara berlahan menghapus air matanya. Dia kembali mengingat dokter kandungan yang menaganinya waktu keguguran.
"Apa aku cek kandunganku saja ya? Aku yakin jika aku terus konsultasi pasti aku akan segera bisa mengandung lagi." ucap Clara menghapus air matanya.
"Ide bagus! Besok aku akan menemanimu kesana." ucap Tika tersenyum.
"Tidak! Aku mau sekarang."
"Apa? Tapi ini sudah sangat sore, Ra. Besok saja. Aku tidak mau bertemu Dokter dengan penampilanku yang seperti ini." ucap Tika menatap penampilannya yang sudah dipenuhi keringat.
"Tapi, Tik!"
"Tidak ada tapi-tapian. Kita pergi besok. Titik! gak pakai koma." ucap Tika tegas lalu kembali melajukan mobilnya.
"Baiklah! Tapi, jangan beritau siapa-siapa ya."
"Aman!" ucap Tika tersenyum.
Sesampainya di mension Clara membawa Aulya yang masih tertidur kedalam gendongannya. Dia berlajan bersama Tika memasuki mension sambil bercanda ria bersama.
"Kalian sudah pulang?" ucap Ria melihat Tika dan Clara masuk melewati ruang tamu.
"Ia, Ma! Aku letakkan Aulya di kamar dulu ya." ucap Clara.
"Ra, aku langsung pulang ya. Pasti papa sudah mencariku." ucap Tika melirik jam tanganya.
"Kok langsung pulang, Tik. Ayo minum teh dulu sama tante." ucap Ria.
"Besok ya, Tan. Tika janji besok akan kemari dan minum teh bersama tante." ucap Tika tersenyum.
"Baiklah! Kau hati-hati ya. Ingat jangan ngebut bawa mobilnya."
__ADS_1
"Siap, Tan." ucap Tika memberi hormat.
"Sudah ya, Ra. Aku pulang dulu." ucap Tika melambaikan tangannya sambil mengayunkan kakinya keluar dari mension.
"Ia, Tik. Kau hati-hati ya."
"Siap, Boss!"
Melihat Tika yang telah berjalan keluar Clara kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Dia meletakkan tubuh mungil Aulya di atas kasur lalu menyelimuti tubuhnya dengan lembut.
"Kau cantik sekali, Sayang. Sama seperti mamamu." gumam Clara menatap lembut Aulya yang masih tertidur lelap.
Setelah puas memandangi wajah Aulya, Clara memilih untuk membersihkan tubuhnya. Dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan menguyur tubuhnya dengan air dingin. Setelah selesai membersihkan tubuhnya dia keluar dengan mengunakan handuk mini yang melilit tubuhnya.
"Kau sudah pulang, Sayang?" ucap Clara ketika melihat Rafi duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Ia, Sayang. Kau sudah mandi?" ucap Rafi menatap tubuh Clara yang hanya di tutupi handuk mini.
"Kau lihat? Apa kau mau mandi juga? Tunggu aku siapkan air hangat ya." ucap Clara kembali ke kamar mandi.
"Aku mau mandi bareng." ucap Rafi mendorkng tubuh Clara masuk ke kamar mandi.
"Ante! Ante ana?" ucap Aulya tiba-tiba terbangun.
Melihat Aulya yang sudah bangun Rafi langsung memukul dahinya pelan. Rencananya untuk mandi bersama istrinya harus gagal total.
"Ia, Sayang! Sebentar ya." ucap Clara sedikit berteriak.
"Sayang! Aulya sudah bangun." ucap Clara menatap Rafi yang terus memeluknya.
"Kalau begitu cium saja." ucap Rafi menunjuk bibirnya.
Cup...
Tidak mau berpikir panjang Clara langsung menempelkan bibirnya ke bibir Rafi. Tidak mau membuang kesempatak Rafi menahan tengkuk leher Clara dan melingkarkan tangannya di pingang Clara. Dia melahap bibir Clara dengan begitu rakusnya.
"Ante!" ucap Aulya kembali sehinga Clara langsung mendorong pelan tubuh Rafi.
"Sayang!" ucap Clara menatap ke pintu kamar mandi.
"Baiklah! Nanti malam ya." ucap Rafi tersenyum lalu mencium lembut wajah Clara.
__ADS_1
Mendengar ucapan Rafi, Clara hanya diam menunduk lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Dia melihat Aulya yang sudah bangun duduk di atas ranjang sambil menatap ke arahnya.
"Kau sudah bangun, Sayang? Sebentar ya tante pakai baju dulu." ucap Clara berjalan ke lemarinya lalu mengambil pakaiannya dan mengenakannya.
"Ante Lya au andi." ucap Aulya mulai merasakan gerah pada tubuhnya.
"Sebentar ya, Sayang. Paman Rafi masih mandi." ucap Clara menyiapkan pakain ganti untuk Rafi.
"Wah! Ubuh aman elen tali. Ama ayak ubuh papa." ucap Aulya ketika melihat Rafi keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pingangnya.
"Kau ini! Jangan lihat-lihat." ucap Rafi menutup dada bidangnya.
"Iapa ang au lihat. Lya ika unya uami au yang elen ayak aman an papa." ucap Aulya tersenyum.
"Sudah! Lebih baik kau mandi sekarang." ucap Clara mengendong tubuh Aulya dan membawanya ke kamar mandi.
"Lya..Lya... Kenapa kau mengikuti jejak papamu, sih?" gumam Rafi pelan membayangkan sifat genit Rayya yang turun mulus ke Aulya.
Clara dengan telatennya memandikan Clara dan juga mengenakan pakaiannya. Bahkan Clara juga mengucir rambut panjang Aulya sehinga membuat Aulya terlihat semakin imut. Melihat ketelatenan istrinya mengurus Aulya membuat Rafi merasa sangat senang. Dia yakin jika nanti dia mempunyai anak bersama Clara maka, Clara akan dapat mengurusnya dengan baik.
"Sudah selesai. Kau cantik sekali, Sayang." ucap Clara mencium gemas pipi gembul Aulya.
"Sayang, rambutmu masih basah?" ucap Rafi menatap handuk yang melilit di kepala Clara.
"Ia, Sayang."
"Sini biar aku keringkan." ucap Rafi mengambil pengering rambut lalu menyuruh Clara duduk di bawahnya.
Mendengar ucapan Rafi, Clara langsung menganguk kecil lalu mendekati Rafi yang sedang duduk di tepi ranjang mereka. Clara duduk di lantai sedangkan Rafi duduk di tepi Ranjang.
Rafi dengan lembutnya melepaskan handuk yang melilit di kepala Clara lalu mengerinhkan rambut Clara. Tidak lupa Rafi juga memijit pelan kepala Clara sehinga membuat pikiran Clara langsung rileks. Sedangkan Aulya sibuk bermain sendiri sambil menatap keromantisan Clara dan Rafi.
"Aman!" ucap Aulya duduk di depan Clara.
"Ada apa, Sayang?" ucap Rafi lembut.
"Aman dan Ante antik tan udah ikah. Teyur apan aman an ante aci adik bayi ntuk ami?" ucap Aulya dengan polosnya.
Mendengar ucapan Aulya, Clara dan Rafi langsung saling lempar tatapan. Berlahan rasa sedih kembali mengrasuki pikiran mereka. Melihat itu Aulya langsung memukul mulutnya pelan lalu mengalihkan pembicaraan mereka.
Bersambung.....
__ADS_1