Pembantu Somplak Mr. Arrogant

Pembantu Somplak Mr. Arrogant
Part 48


__ADS_3

"Hai, Nyonya Muda Alexander" ucap Tika menemui Clara yang sedang bersantai di taman belakang.


"Hai, Tik. Kau sudah pulang dari kampus?" ucap Clara menyambut kedatangan Tika dengan penuh semangat.


"Ia, kapan kau masuk kampus? Aku merasa sangat bosan karna tidak melihat aksi cerobohmu beberapa minggu ini"


"Besok aku sudah mulai ke kampus kok"


"Benar? Akhirnya bisa makan gratis selama sebulan" ucap Tika tersenyum bahagia.


"Kau tidak lupa'kan soal perjanjian kita?" ucap Tika menaik turunkan alisnya mengoda Clara.


"Em! Ia, ia aku ingat" ucap Clara tersenyum menunduk.


"Cie... Pengantin baru sedang di mabuk asmara nih" ucap Tika tersenyum mengoda Clara.


"Kau apaan, Sih. Nanti setelah kau menemukan cintamu kau juga akan merasakannya"


"Em! Aku sudah tidak sabar bagaimana rasanya jadi pengantin baru sepertimu. Pasti rasanya sangat indah" ucap Tika membayangkan bagaimana indahnya di malam pertama.


"Aku berdoa agar kau mendapatkan cinta sejatimu" ucap Clara tersenyum.


"Tapi, tunggu dulu. Aku bingung bagaimana tiba-tiba kau bisa menikah dengan Kak Rafi? Padahal selama ini kalian terus saja bertengkar." ucap Tika kepo bagaimana bisa tom end jerry seperti Clara dan Rafi bisa di satukan dalam ikatan suci pernikahan.


"Aku juga tidak menyangka jika kami bisa menikah. Kejadiannya sangat tiba-tiba." ucap Clara mengingat kejadian di malam pertunangan Rafi dan Kania.


"Apa karna itu Kak Rafi membatalkan pertunangannya dengan Kania? Tapi, kenapa bisa? Kau harus menceritakan semuanya kepadaku. Jika tidak! aku pastikan aku akan marah kepadamu" ucap Tika menunjukkan wajah merajuknya.


"Baiklah aku akan menceritakannya." ucap Clara mulai menceritakan kejadian kenapa dia dan Rafi melewati malam panas bersama. Hingga, akhirnya mereka di nikahkan oleh Ronal dan juga Ria.


"Whats! Jadi Kania segaja ingin menjebakmu. Tapi, Kak Rafi tau dan menyelamatkanmu tepat waktu" ucap Tika terkejut mendengar ucapan Clara.


"Ia, oleh karna itu kami di nikahkan oleh mama dan papa" jelas Clara kembali.


"Ha... Ha... Ternyata rencana mereka gagal total dan membuat hidupmu menjadi berubah drastis. Tapi, dari kejadian itu aku sadar jika sebenarnya Kak Rafi memang mencintaimu dan memanfaatkan kesempatan itu"

__ADS_1


"Benar! Rafi memang sudah menyelamatkanku. Tapi, bukannya selamat aku malah melewatkan malam bersamanya" ucap Clara kesal.


"Tapi lebih baik kau tidur dengan Kak Rafi dari pada kau harus tidur dengan pria suruhan Kania. Tapi, siapa pria itu?" ucap Tika penasaran.


"Aku tidak tau! Karna aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas" ucap Clara yang memang tidak mengingat siapa pria yang di suruh Kania untuk menodainya.


"Sudahlah! Lupakan saja. Lebih baik sekarang kita lupakan saja masalah itu. Sekarang lebih baik kita pokus dengan pernikahanmu dengan Kak Rafi." ucap Tika tersenyum.


"Oh ia! Apa kau sudah punya rencana untuk mrngandung lagi?" ucap Tika kembali.


"Soal itu aku belum tau. Soalnya kata Rafi aku harus pokus ke kesehatanku terlebih dulu. Soal masalah itu soal belakangan katanya." ucap Clara menunduk sedih.


"Kak Rafi sangat mencintaimu. Dia akan lebih mementingkan dirimu ketimbang yang lainnya. Kau sangat beruntung, Ra"


"Dia memang mencintaiku dan mau menerima segala kekuranganku. Tapi, bagaimana dengan mama dan papa? Mereka sejak dulu menginginkan cucu dari Rafi. Aku takut jika aku tidak bisa mengandung lagi setelah kejadian itu."


"Sstt! Kau tidak boleh bicara seperti itu, Ra. Berbicaralah yang baik-baik karna setia ucapan itu adalah doa. Ketakutanmu terlalu berlebihan. Aku tidak menyukainya. Mana Clara dulu yang aku kenal? Clara yang tidak pernah mengeluh pada kehidupannya" ucap Tika menatap Clara dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Ra, apa kau lupa dengan perkataanmu dulu. Jika kau terkena masalah kau selalu mengatakan jika akan ada kebahagiaan setelah kesedihan, akan ada senyuman setelah air mata. Apa kau lupa dengan kata-katamu itu?" ucap Tika kembali.


"Kak Zhia?" ucap Clara gugup lalu berdiri dari duduknya.


"Hai ante antik! Ante antik apa edih?" ucap Aulya menatap Clara.


"Hai Aulya cantik! Tante tidak sedih kok. Hanya saja tante sedang menghawatirkan hal yang belum tentu terjadi" ucap Clara tersenyum sambil mengelus rambu panjang Aulya.


"Ntuk apa ante enghawatilkan hal ang elum entu eljadi? Ebih aik ante elbaiki ili agal hal itu agal endak eljadi" ucap Aulya dengan bijaksana.


"Aulya benar, Ra. Kau tidak perlu menghawatirkan hal yang belum tentu terjadi. Lebih baik kau pokus pada pendirianmu" ucap Rissa tersenyum.


Mendengar ucapan Rissa, Clara nampak terdiam sejenak. Dia mulai menyadari kebodohannya yang takut berlebihan dengan hal yang belum tentu terjadi.


"Ini kami bawa buah untukmu. Kau harus banyak makan buah agar kau cepat pulih" ucap Zhia tersenyum.


"Terima kasih, Kak. Ayo duduk" ucap Clara tersenyum.

__ADS_1


"Apa kau sudah bersih?" tanya Rissa tersenyum.


"Maksud kakak?" ucap Clara binggung.


"Em! Apa kau dan Rafi sudah melakukan itu?" ucap Rissa menyatukan kedua tangannya.


Melihat kode yang di berikan Rissa, Clara langsung mengelengkan kepalanya pelan.


"Ternyata Rafi sabar juga ya" ucap Zhia terkekeh kecil sehingga membuat wajah Clara menjadi memerah.


"Em! Di sini ada anak di bawah umur kak" ucap Rissa tersenyum sambil melirik Aulya yang bermain sendirian.


"Tidak apa-apa! Aulya tidak akan mendengarnya. Kalau anak yang di bawah umur satu lagi cukup di dengar tapi jangan di praktekkan" ucap Rissa.


"Oh! Ini untukmu" ucap Zhia memberikan paperbag kepada Clara.


"Ini apa, Kak?" ucap Clara binggung.


"Kau lihat saja" ucap Zhia dan Rissa tersenyum.


Mata Clara langsung membulat sempurna setelah dia melihat apa isi paperbag yang di bawa Zhia. Di mana di dalam ada lingerie tipis berwarna merah menyala di dalam paperbag pemberian Zhia.


"Apa darah kotormu sudah bersih, Ra?" ucap Rissa tersenyum.


"Su...sudah, Kak" ucap Clara menunduk malu.


"Jika sudah nanti malam kau harus mengenakan ini. Senangkanlah suamimu dan sambut dia dengan baik. Karna setelah letih bekerja dia mengharapkan sambutan hangat dari istrinya, untuk mengobati semua rasa lelahnya." ucap Rissa menasehati.


"Ia, Ra. Kau harus tau jika menyenangkan suami adalah tugas kita sebagai istri. Setiap kali kita melayani suami kita dengan senang hati maka beribu pahala akan datang menghampiri kita. Kau harus ingat kunci keharmonisan dalam rumah tanga adalah menyenangkan suami" ucap Zhia tersenyum.


"Tapi, sekuat apapun kita berusaha jika suami kita tidak bersyukur memiliki kita itu sama saja nol besar" ucap Rissa melirik Zhia.


"Setiap rumah tanga pasti memiliki cobaan yang berbeda-beda. Tapi, Allah juga mempunyai jalan untuk menyelesaikannya berbeda-beda juga. Tapi, aku bersyukur karna setelah cobaan akan ada kebahagiaan yang berlimpah" ucap Zhia mengingat masa lalunya dengan Rayyan.


Mendengar ucapan Zhia, Clara sadar jika Zhia juga pernah melewati masa-mas yang menyakitkan. Tapi, dia dapat melihat pancaran rasa bersyukur dari mata Zhia. Tapi, dari sana Clara sadar jika mencapai sebuah kebahagiaan membutuhkan sebuah perjuangan.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2