
Di pagi hari Clara mulai menyibukkan diri untuk berkutik di dapur. Dia memasak sarapan untuk suami dan juga kedua mertuanya. Walaupun para pelayan sudah melarangnya tapi Clara tetap kekeh sehingga, para pelayan tidak bisa berkata-kata lagi.
"Sayang!" gumam Rafi meraba-raba kasur di sampingnya.
"Clara di mana?" ucap Rafi kembali ketika tidak melihat Clara di sampingnya.
Rafi mencoba mencari keberadaan Clara di seluruh sudut kamarnya. Tapi, Rafi tidak menemukan keberadaan Clara di sana. Karna tidak menemukan Clara di kamar Rafi akhirnya memilih untuk mencarinya ke luar. Saat menuruni anak tangga Rafi mencium aroma masakan yang sangat dia kenal.
"Pasti dia sedang memasak sekarang" gumam Rafi lalu melangkahkan kakinya menuju dapur.
Benar saja Rafi melihat Clara sedang sibuk bergulat dengan alat masaknya di bantu oleh beberapa pelayan. Melihat Rafi mengerakkan tangannya para pelayang yang membantu Clara berlahan keluar dari dapur.
"Sayang! Apa kau tidak ada kerjaan lain?" ucap Rafi memeluk Clara dari belakang.
"Maaf, Sayang. Aku hanya ingin melakukan tugasku sebagai istri" ucap Clara menunduk.
"Tapi kau belum sepenuhnya pulih"
"Aku sudah sembuh, Sayang. Lihat tubuhku jauh lebih segar dari sebelumnya" ucap Clara memperlihatkan tubuh bugarnya.
"Kau ini! Memangnya istriku yang cantik ini masak apa?"
"Nasi goreng spesial di beri sedikit percikan cinta" ucap Clara tersenyum manis.
"Hanya sedikit, Sayang?"
"Kalau mau banyak nanti di kamar" ucap Tersenyum lalu meningalkan Rafi.
Mendengar ucapan Clara, Rafi langsung terdiam melongo. Dia tidak percaya jika Clara berkata seperti itu kepadanya.
"Apa! Apa aku lagi mimpi?" ucap Rafi sambil mencubit tangannya.
"Aw! sakit. Berarti aku tidak mimpi" ucap Rafi tersenyum lalu melangkahkan kakinya mengejar Clara.
"Sayang, kau mengatakan apa tadi?" ucap Rafi menemui Clara yang sedang menata masakannya di meja makan.
"Memangnya aku mengatakan apa?" ucap Clara tanpa menatap Rafi.
__ADS_1
"Itu tadi, Sayang. Kau mengatakan sesuatu kepadaku sebelum keluar dari dapur"
"Apa ya? Kok aku bisa lupa ya? Memangnya aku mengatakan apa?" ucap Clara dengan polosnya.
"Kau mengerjaiku, Sayang?" ucap Rafi mulai kejal.
"Tidak! Aku tidak mengerjaimu."
"Sayang! Katakan kau mengatakan apa tadi?"
"Ok! Aku tadi bilang jika...." ucap Clara tersenyum.
"Jika apa, Sayang?" ucap Rafi mendekatkan wajahnya ke wajah Clara.
"Jika matamu ada beleknya" ucap Clara terkekeh.
"Masa sih, Sayang? Coba aku lihat" ucap Rafi langsung berlari ke kaca lemari yang ada di dekatnya.
"Tidak ada, Sayang" ucap Rafi memeriksa matanya melalui cermin lemari di depannya.
"Tapi, sayangnya aku bohong" ucap Clara terkekeh ketika melihat ekspresi panik Rafi.
Dengan cepat Clara berlari menghindari Rafi. Pasangan pengantin baru yang sedang di mabuk asmara itu saling berlarian di dalam ruang makan. Mereka berdua tertawa ria bagaikan anak kecil yang sedang bermain bersama.
"Sayang! Awas kau ya" ucap Rafi yang mulai kelelahan mengejar Clara yang begitu lincah.
"Awas gimana? Orang kau saja tidak bisa menangkapku" ucap Clara tertawa mengejek Rafi.
"Huff! Untung saja kau baru sembuh, Sayang. Jika tidak aku akan membuatmu mengelurkan suara-suara indah di dalam kamar kita" ucap Rafi pelan sambil menatap nakal Clara.
"Memangnya sayang sangup? Nanti sayang yang encok" ucap Clara tersenyum mengoda Rafi.
"Kau setelah keluar dari rumah sakit semakin ganas saja, Sayang. Apa sarafmu ada yang lari ya?" ucap Rafi menyipitkan matanya sambil menatap aneh Clara.
"Kau mengatakan aku gila, Sayang?" ucap Clara menyalah artikan ucapan Rafi.
"Siapa yang mengatakanmu gila, Sayang?"
__ADS_1
"Kau tadi! Kau bilang sarafku ada yang lari. Berarti kau mengatakan aku gila" ucap Clara menatap kesal Rafi.
"Memangnya aku mengatakan itu tadi?" ucap Rafi jadi kebingungan sendiri.
"Sayang! Awas kau ya" ucap Clara mengejar Rafi.
"Eh! Kenapa sekarang jadinya aku yang di kejar" ucap Rafi berlari menghindari Clara.
"Eh! Mentang-mentang sedang kasmaran. Dunia ini terasa milik berdua ya. Kita di sini hanya di anggap pajangangan ya, Ma?" ucap Ronal mengelengkan kepalanya melihat tingkah putra dan jugaenantunya itu.
"Dia duluan!" ucap Clara dan Rafi serentak dan saling menunjuk satu sama lain.
"Aduh! Sudah, sudah. Sekarang kalian mandi sana. Setelah selesai mandi baru bisa sarapan" ucap Ria melihat tubuh Clara dan Rafi yang berkeringat.
"Baik, Ma" ucap Rafi dan Clara menurut.
"Jika saraf lari sedikit itu namanya gila ya ma, pa?" ucap Rafi tersenyum sambil melirik Clara.
"Sayang!" teriak Clara kesal.
"He...he.. Maaf!" ucap Rafi terkekeh tanpa dosa lalu mengambil langkah seribu.
"Awas kau ya" teriak Clara mengejar Rafi.
"Sayang! Jangan lari-lari. Kamu belum srmbuh total, Sayang" ucap Ria menatap Clara.
"Eh, ia ma" ucap Clara terkekeh kecil lalu berjalan pelan.
"Kisah cinta mereka sangat indah ya, Ma. Walaupun selalu bertengkar tapi cinta mereka selalu tumbuh subur" ucap Ronal tersenyum menatap Rafj dan Clara.
"Ia, Pa! Walaupun mereka selalu bertengkar bagaikan tom end jerry tapi mereka saling menyayangi satu sama lain" ucap Ria tersenyum.
"Papa sangat senang karna akhirnya Rafi menemukan cinta sejatinya. Papa selalu berdoa agar mereka bisa melewati semua cobaan dalam berubah tangga dengan baik."
"Ia, Pa! Semua setelah ini hubungan mereka menjadi lebih baik lagi ya, Pa"
"Aamiin"
__ADS_1
Bersambung....