Pembantu Somplak Mr. Arrogant

Pembantu Somplak Mr. Arrogant
Part 66


__ADS_3

Karna kesal dengan lelakuan Clara yang mengerjainya, Rafi memilih untuk mendiamkan Clara. Dia duduk di bersama para sahabatnya sambil terus mendiamkan Clara yang duduk di sampingnya. Melihat itu para sahabat Rafi hanya bisa diam sambil melirik satu sama lain.


"Kau marah, Sayang?" ucap Clara menunjukkan wajah sedihnya.


Mendengar pertanyaan Clara, Rafi hanya diam dan membuang wajahnya. Melihat Rafi yang terus diam tiba-tiba air mata Clara mengalir dengan derasnya. Melihat itu para bocah langsung menghakimi Rafi dengan seketika.


"Ante apa angis? Apa Aman Afi emalahi ante antik?" ucap Aulya melihat Clara menangis.


"Tante kenapa menangis? Sudah tante. Apa Paman Rafi menyakitimu?" ucap Sania dan Yuki menghapus air mata Clara.


"Tante gak apa-apa! Hiks...hikss.... Paman gak jahat kok. Tante yang jahat hiks..." ucap Clara menagis kesegukan.


"Sayang! Kenapa kau menangis? Aku minta maaf. Aku tidak marah kepadamu." ucap Rafi langsung panik ketika melihat Clara menangis.


"Kau memarahiku! Kau tidak memperdulikanku hiks...hiks..." ucap Clara semakin menangis.


"Paman!" teriak Gibran dan Erlan serentak ketika melihat Clara semakin menangis.


"Kenapa kalian memarahi paman? Paman tidak berbuat apa-apa." ucap Rafi kebingungan melihat kelima bocah memarahinya terlebih lagi melihat Clara yang semakin menangis.


Melihat kebingungan Rafi, Bukannya merasa kasihan keempat sahabatnya malah menertawainya. Melihat sahabatnya yang menertawainya secara terang-terangan membuat Rafi semakin kesal saja.


"Sayang! Aku tidak memarahimu. Aku hanya kesal karna kau mengerjaiku." ucap Rafi memasang wajah memelasnya.


"Kan, kau kesal kepadaku hiks...hiks..." ucap Clara semakin menangis.


"Paman! Lebih baik paman pergi." ucap Yuki dan Sania memukul Rafi pelan.


"Kenapa kalian mengusir paman? Paman mau membujuk tante kalian." ucap Rafi menatap kesal para bocah itu.


"Aku gak mau di bujuk." ucap Clara memayunkan bibirnya.


"Jadi kau mau apa, Sayang." ucap Rafi.


"Aku mau es krim! Tapi yang rasa coklat." ucap Clara menghapus air matanya.


"Baiklah! Aku akan membelinya." ucap Rafi.


"Benarkah?" ucap Clara langsung berbinar.


"Ia, aku akan membelinya. Kau jangan menangis lagi ya." ucap Rafi tersenyum lembut.


"Kami juga mau." ucap kelima bocah itu serentak.

__ADS_1


"Bagaimana ya?" ucap Rafi nampak berpikir.


"Baiklah! Ayo kita beli es krim" ucap Rafi bangkit dari duduknya.


"Hore... kita beli es krim." ucap kelima bocah mengerumuni Rafi.


"Ia, ia! Ayo kita pergi beli es krimnya sekarang." ucap Rafi mengandeng tangan Clara.


"Kalian di sini dulu ya. Nanti aku kembali lagi." ucap Rafi kepada para sahabatnya.


"Baiklah! Kau pergi saja." ucap Rayyan terkekeh kecil sambil memperhatikan Clara.


"Apa kalian tidak melihat ada yang aneh dengan Clara?" ucap Wildan memperhatikan Clara yang berlahan menjauh.


"Ia, aku juga memperhatikan Clara semakin manja dan jahil. Bahkan tadi pagi dia merias wajah Rafi sangat cantik." ucap Kinan membayangkan wajah Rafi yang di rias Clara tadi pagi.


"Apa jangan-jangan." ucap Rayyan menatap ke empat sahabatnya


"Mungkin saja. Tapi, lebih baik kita diam saja. Kalian tau sendirikan jika setelah keguguran Clara sangat ingin hamil kembali. Jika kita memberitaunya tanpa ada kepastian dulu takutnya akan membuat Clara menjadi kembali terpuruk." ucap Ardiyan.


"Aku setuju denganmu. Lebih baik kita diam dan memperhatikannya saja. Biarkan mereka mengetahuinya sendiri." ucap Kinan setuju.


"Sekarang para bocil sudah di amankan oleh Rafi. Sekarang aku mau bobok cantik dulu. Kalian jangan ribut." ucap Wildan membaringkan tubuhnya di atas sofa.


"Tapi, sayangnya. Tidak ada!" ucap Wildan santai lalu menutup telinganya dengan bantal.


Melihat Wildan sudah tertidur lelap Rayyan, Ardiyan dan Kinan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Ada yang tertawa sendiri melihat ponselnya. Ada yang mengikuti jejak Wildan untuk tidur. Ada juga yang memilih untuk menghabiskan cemilan di kulkas.


...----------------...


"Paman aku mau beli itu." ucap Sania menunjuk ke arah penjual kaki lima di tepi jalan.


"Itu martabak! Aku mau, Sayang." ucap Clara seperti anak kecil yang meminta jajan kepada ayahnya.


"Tapi katanya mau beli es krim." ucap Rafi.


"Tapi tempat jual es krimnya kan belum sampai, Sayang. Sekarang kita beli martabak dulu." ucap Clara.


"Enel aman. Alang ita eli itu ulu. Anti ita eli es klimnya." ucap Aulya.


"Ok, baiklah!" ucap Rafi menepikan mobilnya.


Di sana terlihat begitu banyak penjual kaki lima yang menjual berbagai jenis makanan. Para bocah dan Clara sibuk berlarian ke satu penjual ke penjual lainnya. Melihat sikap para bocah yang tidak bisa diam, di tambah lagi Clara juga sibuk memilih makanan yang terlihat mengiurkan di matanya membuat Rafi menjadi pusing tujuh keliling.

__ADS_1


"Stop! Apa bisa kalian menetapkan makanan mana yang akan kalian beli?" ucap Rafi mengacak-acak rambutnya frustasi.


Mendengar ucapan Rafi para bocah dan juga Clara langsung diam dan segera berkumpul.


"Sekarang tetapkan pikiran kalian. Kalian mau beli yang mana?" ucap Rafi membuang napasnya kasar.


"Itu!" ucap Clara dan para bocah menunjuk ke arah berbeda semuanya.


"Baiklah! Paman akan membelinya. Sekarang kalian kembali ke mobil." ucap Rafi mencoba mengingat makanan yang para bocah itu inginkan.


"Tapi!."


"Tidak ada tapi-tapian. Sekarang kalian kembali ke mobil atau kita pulang tanpa membeli apapun." ancam Rafi menatap kelima bocah beserta Clara.


"Baik!" ucap semuanya menunduk patuh lalu melangkahkan kakinya menuju ke mobil.


"Sayang" ucap Clara menghentikan langkahnya.


"Em!" dehem Rafi menatap Clara.


"Aku mau bartabaknya tiga rasa ya. Rasa coklat, keju dan juga vanili. Tidak aku mau rasa coklat dan keju saja. Tapi, di atasnya di taruh susu coklat dan juga vanili yang banyak." ucap Clara menunjukkan wajah imutnya.


"Ia, Sayang. Hanya itu?" ucap Rafi tersenyum.


"Apa boleh aku meminta yang lain?"


"Tentu saja."


"Kalau begitu aku mau sate kambingnya satu. Tapi, jangan pedas ya dan aku mau jus itu." ucap Clara menunjuk ke penjual jus.


"Sama aku mau." ucap Clara menatap satu persatu pejual kaki lima itu.


"Jika kau mau yang lain biar aku yang membuatnya besok. Lagian kau sudah memesan banyak makanan. Apa kau bisa menghabiskannya hari ini?"


"Memang kau bisa membuatnya?"


"Tentu saja! Aku bisa membuat semua menu di warung ini. Apalagi jika istriku yang paling cantik ini yang memintanya."


"Baiklah! Kalau begitu aku akan memesan apapun yang aku mau kepadamu. Kau memang suamiku yang paling hebat. Aku jadi semakin mencintaimu. Emuach." ucap Clara gembira lalu mencium wajah Rafi.


Melihat tingkah istri kecilnya itu, Rafi hanya bisa tersenyum sambil memegang wajahnya yang di cium Clara. Setelah melihat Clara masuk kedalam mobil, Rafi langsung menuju warung kaki lima itu satu persatu. Dia membeli semua pesanan Clara dan para bocah itu tanpa ada ketingalan satupun.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2