Pembantu Somplak Mr. Arrogant

Pembantu Somplak Mr. Arrogant
Part 53


__ADS_3

Karna pesta resepsi Rafi dan Clara di adakan sebentar maka Zhia, Rissa, Nur dan Sinta membantu Ria untuk meyiapkan semua keperluan pesta. Seperti saat ini mereka semua berbondong-bondong pergi ke butik untuk memilih gaun pernikahan untuk Clara.


"Clara mana, Tante? Apa dia belum pulang kuliah?" ucap Rissa tidak melihat keberadaan Clara di sana.


"Mungkin mereka sedang uhu...uhu... Di dalam mobil" ucap Wildan terkekeh kecil.


"Apa tidak ada yang lain di pikiranmu itu selain pikiran mesum?" ucap Ardiyan kesal melihat tingkah sahabatnya yang satu itu.


"Seperti kau tidak saja. Aku yakin jika berduaan di dalam kamar bersama Nur, kau pasti jauh lebih mesum dari Wildan." ucap Kinan.


"Benar! Bukan hanya pria yang masih muda seperti kita. Aku yakin paman juga seperti itu." ucap Rayyan melirik Ronal yang duduk di samping Ria.


"Alian icala apaan sih? Lya ndak ngelti." ucap Aulya sedari tadi mendengarkan ucapan mereka.


"Lya! Tidak boleh dengarkan pembicaraan orang dewasa." ucap Gibran menegur Aulya.


"Alau eka ndak au Lya engalkan agan icala i epan Lya. Lya tan epo!" ucap Aulya ketus sambil melipat kedua tangannya.


"Eh! Itu Paman Bisma datang." ucap Sania menghampiri Bisma.


"Hai, Sania imut. Paman Rafi sudah datang?" ucap Bisma tersenyum menoel wajah gembul Sania.


"Paman bilang aku imut?" ucap Sania tersenyum manis.


"Hai! Kau jangan mengoda putriku ya." ucap Kinan menatap tajam Bisma.


"Papa! Paman Rafi tidak mengodaku. Dia hanya memujiku." ucap Sania melipat kedua tangannya.


"Ha... Ha.. Dengarkan apa yang di katakan putrimu itu, Nan." ucap Wildan terkekeh.


Mendengar ucapan Wildan, Kinan hanya mampu membuang napasnya pelan. Dia tidak bisa berkata-kata lagi ketika melihat tatapan putri kesayangannya itu.


"Paman! Ayo duduk di samping Sania." ucap Sania menarik tangan Bisma.


Mendengar ucapan Sania, Bisma hanya tersenyum menganguk lalu duduk di samping Sania. Sania dengan ramahnya bercerita tentang apa saja yang dia lakukan di sekolah tadi. Melihat itu Yuki dan Aulya juga ikut bergabung bersama mereka.


Bisma dengan penuh kelembutan mendengarkan cerita ketiga bocah cantik itu. Bisma memang sangatlah sabar dan juga sangat menyukai anak-anak. Jadi, tidak heran jika ketiga bocah itu selalu menempel dengannya.

__ADS_1


"Kalian dari mana saja? Kami sudah menunggu kalian sejak tadi." ucap Rissa menatap Clara dan Rafi yang berjalan mendekati mereka.


"Maaf! Tadi aku ada kelas tambahan." ucap Clara merasa bersalah karna membuat semuanya menunggu lama.


"Sudah! Tidak apa-apa. Lebih baik kita langsung mencari gaun untukmu." ucap Ria mengandengan tangan Clara lalu berjalan menuju ruangan gaun pengantin.


Clara menatap gaun-gaun mewah yang tersusun dengan rapi. Clara terus saja menatap kesana kemari karna, baru kali ini dia bisa menginjakkan kakinya di butik ternama seperti ini.


"Permisi nyonya! Silahkan di pilih gaunya." ucap pemilik butik itu langsung mengeluarkan gaun terbaiknya.


"Kau mau yang mana, Sayang? Silahkan di coba saja dulu." ucap Ria menyerahkan semuanya kepada Clara.


Mendengar ucapan Ria, Clara melangkahkan kakinya melihat gaun itu satu persatu. Mata Clara langsung berbinar melihat butiran-butiran berlian indah yang menghiasi gaun itu.


"Ma! Apa ini tidak berlebihan." ucap Clara ketika melihat harga gaun itu.


"Tidak, Sayang. Kau pilih saja yang mau yang kau mau." ucap Rafi tersenyum mendekati Clara.


"Em! Kalau ini bagaimana? Gaunnya sangat simple dan tertutup tapi, terlihat sangat mewah dan elegan." ucap Rafi menunjuk ke arah gaun putih yang simple dan juga tertutup.


Tapi, di hiasi butiran-butiran mutiara dan berlian yang sangat indah. Sehingga gaun itu terlihat lebih mewah di tambah lagi kainnya yang lembut membuat Clara akan merasa nyaman memakainya.


"Ayo, Nyonya Muda." ucap pelayan membawa Clara ke ruang ganti.


Sambil menunggu Clara mencoba gaunnya, para bocak dan wanita sibuk memilih gaun untuk mereka kenakan di acara resepsi Clara dan Rafi nantinya. Sedangkan para kaum pria sibuk memilihkan jas untuk Rafi.


"Itu terlalu tua. Lebih baik yang ini saja. Terlihat simple tapi mempesona. Pasti cocok untukmu." ucap Rayyan mengembalikan jas yang di pegang Rafi lalu memberikan jas pilihannya.


"Tidak! Ini saja. Mode dan warnanya sangat serasi dengan gaun yang di coba Clara." ucap Kinan memperlihatkan jas pilihannya.


"Yang ini saja. Lihat ukurannya sangat pas dengan tubuhmu. Warnanya juga cocok pada kulitmu."ucap Wildan dan Ardiyan.


"Yang ini, Tuan. Wa...." Belum selesai Bisma mengucapkan kata-katanya, Rafi terlebih dulu menatapnya kesal.


"Stop! Biarkan aku yang memilihnya sendiri." ucap Rafi membuang napasnya kasar melihat kelakuan para sahabat dan juga asistennya itu.


"Raf, lihat itu." ucap Wildan menatap ke belakang Rafi.

__ADS_1


"Apa! Kau mau menyuruhku memakai jas yang mana lagi?" ucap Rafi kesal.


"Itu, lihat." ucap Rayyan memutar tubub Rafi.


Melihat apa yang di maksud para sahabatnya, Rafi langsung terkejut sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Dia melihat Clara keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun pilihannya. Rafi menatap penampilan Clara yang terlihat sangat cantik mengenakan gaun itu dengan penuh rasa percaya.


"Apa itu istriku? Atau bidadari yang jatuh tersasar ke butik ini?" ucap Rafi terus menatap Clara.


"Dia adalah bidadari dari surga yang jatuh tepat di hati esmu dan berhasil melelehkan es itu dengan sekejap." ucap Rayyan tersenyum.


"Tante cantik, cantik sekali." ucap para bocah langsung mengerumuni Clara.


"Terima kasih, Sayang." ucap Clara tersenyum lalu menatap Rafi.


"Bagaimana, Sayang?" ucap Clara meminta pendapat Rafi.


"Em, bagaimana ya?" ucap Rafi nampak berpikir.


Melihat reaksi Rafi, Clara menunduk bersedih. Dia menatap gaunnya yang begitu mewah tapi, kenapa Rafi tidak memujinya. Melihat wajah sedih Clara para bocah langsung menatap tajam Rafi.


"Apa aman ilang alau ante antik ndak antik?" ucap Aulya menatap tajam Rafi.


"Sudah, Sayang tidak apa-apa. Mungkin paman tidak suka dengan gaun ini. Biar tante coba gaun yang lain saja." ucap Clara menunduk sedih lalu melangkahkan kakinya ingin kembali ke ruang ganti.


"Tunggu! Siapa bilang kau tidak cantik? Kau akan terlihat sangat cantik di mataku walaupun hanya mengenakan baju kaos saja. Tapi, sekarang kau memakai gaun yang sangat indah. Jadi, bagaimana mungkin aku mengatakan aku tidak menyukainya? Kau sangat cantik, Sayang." ucap Rafi mendekati Clara.


"Ihh! Paman Rafi so sweet." ucap Sania dan Yuki mengingit keci jari mereka.


"Eh! Kalian anak kecil dari mana tau kata so sweet itu?" ucap Kinan mengelengkan kepalanya pelan.


"Dari tiktok!" ucap Sania dan Yuki dengan polosnya.


"Ha... Ha... Calon korban dunia maya." ucap Rayyan terkekeh.


"Diam kau." ucap Wildan dan Kinan serentak.


"Apa Lya ica oget iktok" ucap Aulya berjoget ala tiktok.

__ADS_1


"Aulya!" ucap Rayyan kesal.


Bersambung....


__ADS_2