Pembantu Somplak Mr. Arrogant

Pembantu Somplak Mr. Arrogant
Part 57


__ADS_3

Setelah kelima bocil nakal itu berhasil di amankan oleh orang tua mereka, Rafi langsung menutup pintu dan menguncinya. Dia menatap Clara yang masih duduk di tepi ranjang sambil menunduk malu.


"Maaf! Aku mau bersih-bersih dulu." ucap Clara bangkit dari duduknya.


"Baiklah! Setelah itu istirahatlah. Aku yakin kau pasti lelah." ucap Rafi mencium lembut kening Clara.


Clara menganguk pelan lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi Clara menutup pintu lalu membuang napasnya pelan. Berlahan ingatannya dengan kelakuan Aulya yang memperlihatkan baju dinasnya kepada semua orang kembali terlintas di pikirannya.


"Kenpa aku seceroboh itu ya? Kenapa aku tidak menyimpan baju itu bagus-bagus." gumam Clara memukul pelan keningnya karna meletakkan barang pribadinya sembarangan.


"Lebih baik aku mandi saja." guman Clara membuka gaunnya lalu menguyur tububnya dengan air hangat.


Setelah selesai membersihkan tububnya Clara keluar dengan mengunakan baju tidur hello kitty lengan pendek dan juga celana pendek. Seharusnya dia mengunakan baju dinasnya malam ini. Tapi, dengan kelakuan kelima bocah itu tencananya untul melewati malam panas bersama Rafi jadi gagal total.


Rafi yang melihat Clara keluar tidak mengunakan baju dinasnya langsung membuang napasnya pelan. Rafi tau Clara pasti merasa malu karna ulah kelima bocah itu. Berlahan Rafi bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi.


"Kau istirahatlah terlebih dulu. Aku mau mandi dulu." ucap Rafi mencium lembut wajah Clara. Mendengar ucapan Rafi, Clara menganguk pelan lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang mereka. Sedangkan, Rafi tersenyum lembut lalu melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Berlahan keduanya merasa sangat cangung. Padahal mereka sudah hampir setiap malam melakukan suami istri. Tapi, kali ini karna kelakuan kelima bocah itu malam yang seharusnya di penuhi dengan cinta kini menjadi malam penuh kecangungan.


"Dasar para bocah. Lihat saja paman akan mengerjai kalian juga." batin Rafi mengingat kelakuan nakal kelima bocah itu.


Rafi yang di hantui rasa kesal memilih untuk merendam dirinya. Cukup lama dia berendam sambil mengontrol dirinya. Setelah selesai Rafi keluar dengan haduk yang melilit di tubuhnya. Dia melihat Clara sudah menyiapkan baju tidur untuknya. Berlahan Rafi mengambil baju itu dan mengenakannya.


"Sayang! Kau sudah tidur?" ucap Rafi naik ke atas ranjang dan melihat Clara yang sudah tertidur sambil memungunginya.


"Ternyata kau sudah tidur. Dasar ceroboh! Ini rambut bukannya di keringkan dulu. Pasti kau sangat lelah ya?" gumam Rafi melihat rambut Clara yang masih lembab.


Karna tububnya juga terasa sangat lelah, Rafi membaringkan tubuhnya di samping Clara. Dia mengubah posisi Clara sehinga kini mereka saling berhadapan. Rafi menengelamkan wajahnya di gunung kebar Clara dan menghirup wangi tubuh Clara yang begitu menenangkan pikirannya.

__ADS_1


...----------------...


Di pagi hari.


Keempat papa muda dan anak istri mereka sedang dudul sarapan di kantin hotel. Tapi, walaupun mereka begitu sangat ramai tidak ada yang bicara satupun. Mereka semua masih merasa sangat cangung karna kelakuan anak-anak mereka.


Bagaimana tidak, para bocah itu dengan blak-blakan menayakan apa gunanya baju lingerie yang mereka temukan di kamar Clara. Sehingga mereka semua memiliki baju yang para bocah itu adalah pakaian kurang bahan. Para bocah yang belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan mereka memilih untuk diam dan menujukkan gaya merajuk mereka.


"Selamat pagi!" ucap Rafi ikut bergabung bersama Clara.


"Pagi!" ucap semuanya sambil terus menyantap sarapan mereka.


Melihat semuanya diam, Clara dan Rafi juga ikut diam. Terlebih lagi melihat kelima bocah itu membuat Rafi kembali mengingat kejadian semalam. Karna semuanya diam, para bocah yang mulai jenuh dengan keheningan itu memilih untuk membuka suara.


"Aman! Uapi Lya, ya." ucap Aulya dengan polosnya mendekati Rafi.


Melihat wajah imut Aulya tiba-tiba rasa kesal Rafi berlaha menghilang. Rasanya dia ingin sekali memeluk Aulya dan membawa tubuh mungil Lya kedalam gendongannya. Tapi, kelakuan para bocah semalam sudah kelewat batas. Untung saja saat para bocah itu datang mereka belum melakukan apa-apa.


"Ya Allah, kenapa kau imut sekali sih, Lya." batin Rafi menatap gemas Aulya.


"Tidak! Paman tidak marah kok. Hanya saja kalian tidak boleh seperti itu lagi." ucap Rafi tersenyum lalu mendudukkan Aulya di sampingnya.


"Benel aman ndak alah?" ucap Aulya tersenyum bahagia.


"Ia, Sayang. Paman tidak marah kok." ucap Rafi mengelus lembut puncak kepala Aulya.


"Kalau paman tidak marah paman harus jelaskan apa gunanya pakaian kurang bahan itu?" ucap Yuki terus saja penasaran dengan baju dinas yang di temukan Aulya.


Mendengar ucapan Yuki, para orang dewasa saling lempar tatapan. Mereka tidak tau harus mengatakan apa lagi kepada para bocah itu. Hingga akhirnya Zhia membuka suara agar masalah baju dinas itu bisa di akhiri.

__ADS_1


"Kalian masih kecil. Jika kalian sudah dewasa nanti kalian juga akan mengerti." ucap Zhia menatap kelima bocah itu.


"Berarti itu pakaian untuk orang dewasa, Bi?" ucap Sania menatap Zhia.


"Ia, itu pakaian untuk orang dewasa. Jadi jika kalian sudah dewasa nanti kalian juga akan memakainya." Jelas Zhia dengan tegas.


"Api, Ma."


Belum sempat Aulya menyelesaikan pertanyaannya, Zhia langsung memotong ucapannya.


"Tidak ada tapi-tapian Lya! Sekarang kalian makan sarapan kalian. Untuk pakaian itu aku tidak mau mendengar apapun lagi dari kalian. Apa kalian mengerti?" ucap Zhia penuh penekanan tanpa mau di bantah sedikitpun.


"Baik!" ucap para bocah itu serentak sambil kembali menyantap makanannya.


"Ternyata dari semua istri di sini hanya Kak Zhia yang paling galak. Bahkan para bocah ini langsung tunduk dengan ucapannya." batin Clara menatap Zhia.


"Kau jangan heran kenapa Zhia seperti itu." ucap Kinan melihat wajah binggung Clara.


"Zhia adalah adik kesayanganku. Dia sejak kecil sudah sangat manja. Bukan hanya manja tapi dia juga sangat galak dan keras kepala. Bahkan aku, istriku dan juga suaminya itu tidak pernah bisa membantah ucapannya. Tapi, walaupun seperti itu dia adalah wanita yang sangat lembut dan juga baik hati." jelas Kinan mengusap lembut rambut panjang Zhiam


"Zhia kau penasaran lihat saja kisahnya di novel author yang sebelum ini. Judulnya di balik diamnya seorang istri." ucap Rafi tersenyum.


"He..he.. Authornya sekalian promosi." ucap Wlidan tersenyum.


"Sudahlah! Ayo kita lanjut sarapannya. Setelah itu kita jalan-jalan untuk merayakan pelepasan masa lajang Rafi." ucap Zhia tersenyum.


"Jalan-jalan! Hore... Ayo kita cepat selesaikan sarapannya." ucap kelima bocah itu tersenyum semangat.


Melihat semangat para bocah itu semuanya tersenyum bahagia. Mereka melanjutkan sarapan mereka sambil bercanda ria bersama. Berlahan suasana hening tadi kini berubah menjadi gelak tawa semuanya. Clara juga yang sudah terbiasa bergabung dengan sahabat Rafi mulai merasa nyaman dengan mereka. Bahkan Clara juga membuat mereka tertawa dengan sikap cerobohnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2